<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604</id><updated>2012-02-16T20:02:16.911+07:00</updated><category term='NAZI'/><category term='Masjid'/><category term='Misteri'/><title type='text'>Syaddad Bahalwan's Blog</title><subtitle type='html'>Blog ini dibuat dengan harapan semoga artikel yang ada dapat bermanfaat bagi pembacanya. Feel free and enjoy it. Thanks.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>50</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-4176306723774806041</id><published>2009-03-10T08:06:00.001+07:00</published><updated>2009-03-17T11:09:44.545+07:00</updated><title type='text'>--Renungan-- Berita Tentang Hari Kiamat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;table style="width: 543px; height: 2462px; font-weight: bold;" border="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;span class="fnu"&gt;&lt;span&gt;Datangnya hari kiamat adalah suatu kepastian&lt;/span&gt;. Hanya saja berita tentang hari kiamat ini terasa asing atau terlupakan bagi sebagian manusia yang hidup mereka tersibukkan dengan bermain-main, lalai, mengenyangkan diri dengan syahwat dunia dan kelezatannya. Kenikmatan dunia berupa harta, anak-anak, dan sebagainya telah melupakan mereka akan pertemuan dengan hari tersebut.&lt;br /&gt;Padahal hari kiamat demikian dekatnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; “Telah dekat hari kiamat dan telah terbelah bulan.” (Al-Qamar: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia bertanya kepadamu tentang (kapan datangnya) hari kiamat. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kapan datangnya hari kiamat itu hanyalah di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (wahai Muhammad) boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat waktunya?” (Al-Ahzab: 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat yang mulia Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu mengabarkan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بُعِثْتُ أَناَ وَالسَّاعَةُ كَهاتَيْنِ. وَأَشَارَ بِأَصْبِعَيْهِ السَّبَابَةِ وَالْوُسْطَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diutusnya aku dengan datangnya hari kiamat seperti dua jari ini.” Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kiamat ini tidak akan menimpa kecuali sejelek-jelek manusia, karena orang-orang yang memiliki iman walaupun sangat tipis telah diwafatkan sebelumnya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ عَلىَ شِرَارِ النَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak akan datang hari kiamat kecuali pada sejelek-jelek manusia.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali hari kiamat dengan tiupan sangkakala oleh malaikat Israfil. Maka matilah seluruh penduduk langit dan penghuni bumi kecuali yang Allah Subhanahu wa Ta'ala kehendaki. Kemudian diikuti tiupan kedua maka bangkitlah seluruh manusia dari dalam kuburnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي اْلأَرْضِ إِلاَّ مَنْ شَاءَ اللهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali yang Allah kehendaki. Kemudian ditiup lagi tiupan yang lain maka tiba-tiba mereka bangkit dari kubur mereka dalam keadaan menanti (putusannya masing-masing).” (Az-Zumar: 68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu adalah hari yang sangat mengerikan. Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkannya dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ. يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللهِ شَدِيدٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai sekalian manusia, bertakwalah kalian kepada Rabb kalian, sesungguhnya goncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). Pada hari itu ketika kalian melihat kegoncangan tersebut, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan semua wanita yang hamil dan kalian lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras.” (Al-Hajj: 1-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai tiupan kedua, manusia bangkit dari kubur-kubur mereka dalam keadaan tanpa busana, tanpa alas kaki, dan belum dikhitan. Tidak ada seorang pun yang menoleh kepada yang lain karena kegelisahan yang menyelimuti. Semua dicekam ketakutan! Ketika Aisyah radhiyallahu 'anha mendengar berita ini dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, ia berucap:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ياَ رَسُوْلَ اللهِ، الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ جَمِيْعًا يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ؟ فَقَالَ صلى الله عليه وسلم: الْأَمْرُ أَشَدُّ مِنْ أَنْ يُهِمَّهُمْ ذَلِكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Rasulullah, para lelaki dan para wanita seluruhnya dikumpulkan dalam keadaan demikian berarti sebagian mereka akan melihat aurat sebagian yang lain?” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, “Perkaranya terlalu dahsyat dari membuat mereka berkeinginan demikian.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk perkara yang menambah kedahsyatan hari tersebut adalah didekatkannya matahari dengan manusia sehingga peluh mereka bercucuran. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَعْرَقُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَذْهَبَ عَرَقُهُمْ فِي الْأَرْضِ سَبْعِيْنَ ذِرَاعًا وَيُلْجِمُهُمْ حَتَّى يَبْلُغَ آذَانَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia berkeringat pada hari kiamat sampai-sampai keringat mereka bercucuran ke bumi setinggi 70 hasta dan mengekang (menenggelamkan) mereka sampai mencapai telinga-telinga mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Miqdad ibnul Aswad radhiyallahu 'anhu mengabarkan, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تُدْنىَ الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ -قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ: فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيلِ، أَمَسَافَةُ الْأَرْضِ أَمِ الْمِيْلُ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ- قَالَ: فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلىَ قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ، فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ, وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ, وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ, وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا. وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ n إِلَى فِيْهِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Didekatkan matahari dengan makhluk (manusia) pada hari kiamat hingga jarak matahari dari mereka seukuran mil.” –Sulaim bin ‘Amir (perawi yang meriwayatkan dari Al-Miqdad, pent.), “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang beliau maksudkan dengan mil, apakah ukuran jarak ataukah kayu/alat yang digunakan untuk mencelaki mata.”–Rasulullah bersabda, “Maka manusia (pada saat itu) dibanjiri peluh sesuai kadar amalan mereka. Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua lututnya. Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua pinggangnya. Dan di antara mereka ada yang benar-benar ditenggelamkan oleh keringatnya.” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memberi isyarat ke mulutnya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat kebanyakan manusia tersiksa dengan panas yang sangat, peluh yang membanjiri dan ketakutan yang sangat, ada segolongan orang yang dinaungi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan naungan-Nya. Mereka tidak merasakan apa yang diderita oleh orang-orang lain. Di antara mereka adalah yang dikabarkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: إِمَامٌ عَادِلٌ, وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللهِ, وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلِّقٌ بِالْمَسَاجِدِ, وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ, وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصَبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللهَ, وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمُ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ, وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada tujuh golongan yang Allah naungi dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Mereka adalah imam (pemimpin) yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah, lelaki yang hatinya selalu terikat/terpaut dengan masjid-masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah mereka berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah, (kemudian) seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang punya kedudukan dan kecantikan namun ia berkata, “Sungguh aku takut kepada Allah.” (Yang berikutnya) seorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang berzikir (mengingat) Allah dalam keadaan sendirian lalu mengalir air matanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, bayangkanlah kengerian pada hari itu. Manusia berdiri di hadapan Rabbul ‘Alamin untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya selama hidup di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ.عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka demi Rabbmu! Kami sungguh-sungguh akan menanyakan kepada mereka seluruhnya, tentang apa yang dulunya mereka amalkan.” (Al-Hijr: 92-93)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, tidak ada satu pun yang tersembunyi dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tidak ada seorang pun yang dapat mengingkari ataupun menutupi apa yang dahulunya ia perbuat, karena anggota tubuhnya menjadi saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَيُخْتَمُ عَلَى فِيْهِ وَيُقَالُ لِفَخِذِهِ وَلَحْمِهِ وَعِظَامِهِ: انْطِقِيْ. فَتَنْطِقُ فَخِذُهُ وَلَحْمُهُ وَعِظَامُهُ بِعَمَلِهِ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka ditutuplah mulutnya dan dikatakan kepada pahanya, dagingnya dan tulangnya, ‘Berbicaralah!’ Lalu berbicaralah pahanya, daging dan tulangnya mengabarkan tentang amalannya (ketika di dunia)….” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Rasul yang bernama ‘Adi bin Hatim radhiyallahu 'anhu mengabarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ سَيُكَلِّمُهُ رَبُّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تَرْجُمَانُ، فَيَنْظُرُ أَيْمَنَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ مِنْ عَمَلِهِ، وَيَنْظُرُ أَشْأَمَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ، وَيَنْظُرُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلاَ يَرَى إِلاَّ النَّارَ تِلْقَاءَ وَجْهِهِ، فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada seorang pun dari kalian kecuali nanti akan diajak bicara oleh Rabbnya, tanpa ada seorang penerjemah antara dia dengan Rabbnya. Lalu ia memandang ke arah kanannya namun ia tidak melihat kecuali amal yang telah dilakukannya. Ia juga memandang ke arah kirinya, namun ia tidak melihat kecuali amal yang telah dilakukannya. Dan ia memandang ke depannya, namun ia tidak melihat kecuali neraka di hadapan wajahnya. Maka jagalah diri kalian dari neraka walaupun dengan bersedekah sepotong belahan kurma.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, termasuk yang menambah kengerian pada hari itu adalah sangat panjangnya hari tersebut. Sebagaimana berita dari Dzat yang Maha Benar pengabaran-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ. لِلْكَافِرينَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ. مِنَ اللَّهِ ذِي الْمَعَارِجِ. تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seseorang telah meminta disegerakannya azab yang pasti terjadi, bagi orang-orang kafir, yang tidak ada seorang pun dapat menolaknya. (Yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik. Malaikat-malaikat dan Jibril naik menghadap kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun1.” (Al-Ma’arij: 1-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, hendaklah kita memikirkan kengerian hari tersebut dan kita harus ingat bahwa keselamatan dari kengeriannya hanyalah didapatkan dengan rahmat Allah, kemudian dengan amalan shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu semua manusia akan menyesal. Bila ia seorang yang berbuat baik, ia akan menyesal kenapa ia tidak menambah dan memperbanyak kebaikannya. Bila ia seorang yang berbuat jelek, ia akan menyesal kenapa dahulu menyia-nyiakan umurnya dari melakukan amal shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, saat catatan amal beterbangan pada hari tersebut dalam keadaan seseorang tidak tahu apakah ia akan menerima catatannya dengan tangan kanan sehingga ia beroleh kebahagiaan nan abadi, ataukah ia akan menerimanya dengan tangan kiri sehingga ia akan celaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ. إِنِّي ظَنَنْتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ. فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ. فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ. قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ. كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ. وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَالَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ. وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ. يَا‎لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ. مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ. هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ. خُذُوهُ فَغُلُّوهُ. ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ. ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ. إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ. وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ. فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ. وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ. لَا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْخَاطِئُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya catatan amaalnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata, ‘Ambilllah, bacalah catatan amalku ini. Sungguh aku yakin bahwa aku akan menemui hisab terhadap amalku.’ Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi. Buah-buahannya dekat. (Kepada mereka dikatakan), ‘Makan dan minumlah dengan sedap sebagai balasan amalan yang telah kalian kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.’ Adapun orang yang diberikan kepadanya catatan amalnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata, ‘Wahai, alangkah baiknya bila sekiranya tidak diberikan kepadaku catatan amalku ini. Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberikan manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaan dariku.’ (Allah berfirman), “Peganglah dia, lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkan dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.’ Sesungguhnya dulu dia tidak beriman kepada Allah Yang Maha Agung. Dan juga tidak mendorong orang lain untuk memberi makan orang miskin. Maka tiada seorang pun teman baginya pada hari ini di sini. Dan tiada pula makanan sedikit pun baginya kecuali berupa darah dan nanah. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.” (Al-Haqqah: 19-37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah saudariku, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan shirath (titian) yang licin lagi menggelincirkan yang diletakkan di atas punggung Jahannam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia melewatinya sesuai kadar amalannya. Ada yang melewatinya dengan sangat cepat, ada yang lambat perlahan, ada yang merangkak, dan ada yang tersungkur ke dalam api yang menyala-nyala. Kita tak tahu apakah kita termasuk yang selamat melewatinya, ataukah na’udzubillah terperosok ke dalam jurang Jahannam. Kita mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala keselamatan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah semua ini wahai saudariku! Yakinlah karena ini bukanlah khayalan, sekadar isapan jempol dan dongeng pengantar tidur. Semua yang disebutkan di sini sungguh benar adanya dan pasti datangnya. Perkara-perkara ini dekat, walaupun terasa kehidupan kita panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Apa yang kita persiapkan untuk hari tersebut? Iya, amal shalih&lt;/span&gt;…. &lt;span&gt;Dengannya setelah rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala, kita akan selamat dan termasuk orang-orang yang berbahagia. Menjadi penghuni surga yang seluas langit dan bumi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ya Arhamar Rahimin, ya Karim! Selamatkanlah kami dari siksa-Mu dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang beruntung dapat mendiami surga-Mu, negeri kemuliaan-Mu. Amin.&lt;br /&gt;Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Yang dimaksud adalah hari kiamat menurut salah satu dari empat pendapat yang disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu dalam Tafsirnya (8/174).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="atas"&gt;Senin, 26 Januari 2009 - 18:49:36,  Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="bawah"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kategori : Mutiara Kata http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;amp;id_online=738&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);" class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-4176306723774806041?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/4176306723774806041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=4176306723774806041' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/4176306723774806041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/4176306723774806041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2009/03/renungan-berita-tentang-hari-kiamat.html' title='--Renungan-- Berita Tentang Hari Kiamat'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-7533811250151365398</id><published>2009-03-05T05:47:00.000+07:00</published><updated>2009-03-05T10:47:35.631+07:00</updated><title type='text'>Faedah dan Buah Sholawat Untuk Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam</title><content type='html'>&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibnul Qoyyim menyebutkan 39 manfaat sholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wa&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sallam, di antaranya adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;1.Melaksanakan perintah Allah subhaanahu wa ta’aala&lt;br&gt;&lt;br&gt;2.Mendapatkan sepuluh sholawat dari Allah bagi yang membaca sholawat&lt;br&gt;satu kali.&lt;br&gt;&lt;br&gt;3.Ditulis baginya sepuluh kebaikan dan dihapus darinya sepuluh kejahatan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;4.Diangkat baginya sepuluh derajat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;5.Kemungkinan doanya terkabul bila ia mendahuluinya dengan sholawat, dan doanya akan naik menuju kepada Tuhan semesta alam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;6.Penyebab mendapatkan syafa’at sollallohu ‘alaihi wa sallam bila diiringi oleh permintaan wasilah untuknya atau tanpa diiringi olehnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;7.Penyebab mendapatkan pengampunan dosa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;8.Dicukupi oleh Allah apa yang diinginkannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;9.Mendekatkan hamba dengan nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam pada hari kiamat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;10.Menyebabkan Allah dan malaikat-Nya bersholawat untuk orang yang bersholawat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;11.Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam menjawab sholawat dan salam orang yang bersholawat untuknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;12.Mengharumkan majelis dan agar ia tidak kembali kepada keluarganya dalam keadaan menyesal pada hari kiamat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;13.Menghilangkan kefakiran.&lt;br&gt;&lt;br&gt;14.Menghapus predikat “kikir” dari seorang hamba jika ia bersholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam ketika namanya disebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;15.Orang yang bersholawat akan mendapatkan pujian yang baik dari Allah di antara penghuni langit dan bumi, karena orang yang bersholawat, memohon kepada Allah agar memuji, menghormati dan memuliakan rasul-Nya, maka balasan untuknya sama dengan yang ia mohonkan, maka hasilnya sama dengan apa yang diperoleh oleh rasul-Nya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;16.Akan mendapatkan berkah pada dirinya, pekerjaannya, umurnya dan kemaslahatannya, karena orang yang bersholawat itu memohon kepada Tuhannya agar memberkati nabi-Nya dan keluarganya, dan doa ini terkabul dan balasannya sama dengan permohonannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;17.Nama orang yang bersholawat itu akan disebutkan dan diingat di sisi Rasul sollallohu ‘alaihi wa sallam seperti penjelasan terdahulu, sabda Rasul:&lt;br&gt;“Sesungguhnya sholawat kalian akan diperdengarkan kepadaku.” &lt;br&gt;Sabda beliau yang lain: “Sesungguhnya Allah mewakilkan malaikat di kuburku yang&lt;br&gt;menyampaikan kepadaku salam dari umatku.” &lt;br&gt;Dan cukuplah seorang hamba mendapatkan kehormatan bila namanya disebut dengan kebaikan di sisi Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;18.Meneguhkan kedua kaki di atas Shirath dan melewatinya berdasarkan hadits Abdurrahman bin Samirah yang diriwayatkan oleh Said bin Musayyib tentang mimpi Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam: “Saya melihat seorang di antara umatku merangkak di atas Shirath dan kadang-kadang berpegangan lalu sholawatnya untukku datang dan membantunya berdiri dengan kedua kakinya lalu menyelamatkannya.” [H.R. Abu Musa Al-Madiniy]&lt;br&gt;&lt;br&gt;19.Akan senantiasa mendapatkan cinta Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bahkan bertambah dan berlipat ganda. Dan itu termasuk ikatan Iman yang tidak sempurna kecuali dengannya, karena seorang hamba bila senantiasa menyebut nama kekasihnya, menghadirkan dalam hati segala kebaikan-kebaikannya yang melahirkan cinta, maka cintanya itu akan semakin berlipat dan rasa rindu kepadanya akan semakin bertambah, bahkan akan menguasai seluruh hatinya. Tetapi bila ia menolak mengingat dan menghadirkannya dalam hati, maka cintanya akan berkurang dari hatinya. Tidak ada yang lebih disenangi oleh seorang pecinta kecuali melihat orang yang dicintainya dan tiada yang lebih dicintai hatinya kecuali dengan menyebut kebaikankebaikannya.&lt;br&gt;Bertambah dan berkurangnya cinta itu tergantung kadar cintanya di dalam hati, dan keadaan lahir menunjukkan hal itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;20.Akan mendapatkan petunjuk dan hati yang hidup. Semakin banyak ia bersholawat dan menyebut nabi, maka cintanyapun semakin bergemuruh di dalam hatinya sehingga tidak ada lagi di dalam hatinya penolakan terhadap perintah-perintahnya, tidak ada lagi keraguan terhadap apa-apa yang dibawanya, bahkan hal tersebut telah tertulis di dalam hatinya, menerima petunjuk, kemenangan dan berbagai jenis ilmu darinya. Ulama-ulama yang mengetahui dan mengikuti sunnah dan jalan hidup beliau, setiap pengetahuan mereka bertambah tentang apa yang beliau bawa, maka bertambah pula cinta dan pengetahuan mereka tentang hakekat sholawat yang diinginkan untuknya dari Allah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sholawat dan salam untuk nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-7533811250151365398?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/7533811250151365398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=7533811250151365398' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/7533811250151365398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/7533811250151365398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2009/03/faedah-dan-buah-sholawat-untuk-nabi.html' title='Faedah dan Buah Sholawat Untuk Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-1672552130539322904</id><published>2009-01-08T05:43:00.000+07:00</published><updated>2009-01-08T10:43:02.568+07:00</updated><title type='text'>Dahsyatnya ujian Keimanan di GAZA....</title><content type='html'>&lt;br&gt;Saat nonton berita terakhir tentang GAZA di TVOne dinihari (8/1/2009) ...diberitakan sebuah sekolah PBB  dibom yahudi...saya sangat terharu...bahkan menitikkan airmata....saat begitu banyak orang tua yang menangisi anaknya yang tewas...tapi ada satu hal yang membuat saya takjub dengan ucapan mereka dan spontan saya mengucapkan "SUBHANALLAH".&lt;br&gt;Apa gerangan ucapan yang meluncur dari lisan-lisan mereka ?...betul mereka menangis dan menciumi putra-putrinya yang meninggal dengan penuh duka cita..tapi ucapan mereka cuma satu dan sangatlah mulia serta menggambarkan kekuatan iman yang tertanam di masyarakat GAZA..."Hasbunallah Wa Nikmal Wakiil" (cukuplah Allah menjadi Penolong kami. Dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung).&lt;br&gt;&lt;br&gt;(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." (QS. Ali Imran:173)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kapan iman kita bisa seteguh mereka yaaa ? apakah kita harus melalui rangkaian ujian sedemikian dahsyat seperti yang mereka alami saat ini selama puluhan tahun dibawah penjajah zionis ?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (QS. Al 'Ankabuut:2-3)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ya Allah berilah kami keimanan seperti saudara2x kami di GAZA...lindungilah mereka, turunkan pasukan-MU...berilah ketenangan dan kesabaran di hati mereka. Amin.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-1672552130539322904?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/1672552130539322904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=1672552130539322904' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/1672552130539322904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/1672552130539322904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2009/01/dahsyatnya-ujian-keimanan-di-gaza.html' title='Dahsyatnya ujian Keimanan di GAZA....'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-9077000357364503813</id><published>2009-01-07T05:00:00.000+07:00</published><updated>2009-01-07T10:00:08.577+07:00</updated><title type='text'>Beberapa Hukum Fiqih Terkait Al-Aqsha</title><content type='html'>&lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;     &lt;em&gt;Oleh DR. Basam al-Af &lt;a href="http://www.infopalestina.com/ms/default.aspx?xyz=U6Qq7k%2bcOd87MDI46m9rUxJEpMO%2bi1s7CwJVM8YV8usBA6XfmlCJamCy8dWQ9C4cPep%2ftSqmfMUsUDoNqhtflzejoWPi0aM%2fbmq0i3q8Ag2FPYD62cFDZvaaKUSQbUETztlyTGRJ0xI%3d"&gt;www.infopalestina.com/ms&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;div style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Kedudukan Al-Aqsha di dalam Islam&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;1. Tempat isra dan mi’rajnya Nabi Muhammad SAW.&lt;/div&gt;   &lt;div style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;Rasulallah melakukan Isra (perjalanan malam) dari Masjid Al-Haram Makkah menuju masjid al-Aqsha di Palestina. seperti termuat dalam Al-Qur’an Surat al-Isra ayat &lt;br&gt;&lt;br&gt;2. Kiblat pertama Ummat Islam &lt;br&gt;Allah telah menjadikan Masjid Al-Aqsha sebagai kiblat pertama ummat Islam kemudian berpindah ke Ka’bah Musyarofah Baitullah al-Haram.&lt;/div&gt;   &lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;3. Dianjurkan berpegian untuk tujuan ibadah ke Masjid Al-Aqsha dan keutamaan shalat di dalamnya.&lt;/p&gt;   &lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;4. Masjid kedua yang dibangun manusia setelah Masjid Al-Haram.&lt;/p&gt;   &lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;Abu Dzar pernah bertanya kepada Rasulallah, tentang masjid apa yang paling pertama dibangun. Rasulullah menjawab,  Masjid Al-Haram. Abu Dzar bertanya lagi kemudian apa ? Nabi menjawab lalu Masjid Al-Aqsha. Berapa tahun antara keduanya? Nabi menjawab 40 tahun. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt;   &lt;p style="font-size: 10pt;font-weight: bold;" align="left"&gt;Beberapa hukum fiqh yang terkait dengan al-Aqsha&lt;/p&gt;   &lt;ol type="1"&gt;&lt;li&gt;       &lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;Dianjurkan berziarah ke Masjid Al-Aqsha atau meniatkan beribadah di dalamnya. Sebagaimana hadits Maimunah binti Sa’ad. Ia berkata, ya Nabi Allah berikanlah fatwa tentang Baitul Maqdis. Nabi SAW bersabda, tempat dikumpulkan manusia. Datangilah dan shalatlah di dalamnya (HR. Ibnu Majah dan Abu Dawud) &lt;/p&gt;     &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;Beberapa pendapat ulama dalam masalah ini :&lt;/p&gt;   &lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;-         Makruh hukumnya mengkhususkan datang ke Baitul Maqdis di waktu tertentu. Juga dimakruhkan berdiam di lapangannya seperti di Arafah karena takut menyerupai ibdah haji di Arafah atau menyerupai hari I’ed&lt;/p&gt;   &lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;-         Makruh hukumnya menyentuh atau mencium salah satu bangunan di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt; Dianjurkan shalat di dalamnya. Karena shalat di dalam Masjid Al-Aqsha lebih afdal dari pada shalat di selainya, kecuali masjid Al-Haram sama dengan 100.000 kali shalat (di selainya) dan Masjid Nabawi sama dengan 1000 kali (di selainya) Sementara shalat di Baitul Maqdis 500 kali shalat di selainya. Keutamaan shalat ini berlaku di seluruh pelataran yang terpagar. Oleh karena itu, para ulama menganjurkan mempunyai rumah atau bangunan yang berdekatan dengan masjid Al-Aqsha bagi yang mampu.&lt;/p&gt;   &lt;ol start="2" type="1"&gt;&lt;li&gt;       &lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;Dianjurkan memberi minyak untuk penerangan Masjid Al-Aqsha. Berdasarkan hadits Maimunah binti Sa’ad. Ya Nabi Allah, berikan fatwa kepadaku tentang Baitul Maqdis. Nabi Berkata, “tempat dikumpulkanya dan disebarkanya (manusia). Maka datangilah ia dan shalat di dalamnya. Karena shalat di dalamnya seperti shalat 1000 rakaat di selainya. Maimunah berkata lagi, bagaimana jika aku tidak bisa. “Maka berikanlah minyak untuk peneranganya. Barang siapa yang memberikannya maka seolah ia telah mendatanginya.” (HR. Ibnu Majah) yang dimaksud dengan memberikan bantuan materi dalam rangka memakmurkanya atau pemeliharaanya.&lt;/p&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;       &lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;         &lt;st1:place&gt;Para&lt;/st1:place&gt; ulama berpendapat, kebaikan dan kejelekan di Masjid Al-Aqsha dihitung berlipat-lipat. Sebagaimana di Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi. Sebagaiman yang diriwyatkan dari Nafi dari Ibnu Umar. Apakah kita tidak keluar dari masjid ini (Al-Aqsha) karena kemaksiatan di dalamnya akan berlipat sebagaimana kebaikanya.&lt;/p&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;       &lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;         &lt;st1:place&gt;Para&lt;/st1:place&gt; ulama Syafi’iyah berpendapat, shalat ied di al-Aqsha lebih afdal daripada shalat di musholla. Karena tidak ada satupun riwayat dari ulama salaf maupun khalaf yang menjelaskan mereka shalat di luar Masjid al-Haram.&lt;/p&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;       &lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;Dianjurkan menghatamkan al-Qur’an di dalamnya. Seperti hadits Abu Al-Iz berkata, mereka para ulama menyukai untuk mendatangi tiga masjid (Al-Haram, Nabawi dan all-Aqsha) untuk menamatkan al-Qur’an di dalamnya )HR. Said Bin Mansur). Sementara Sufyan al-Tsauri menamatkan al-Qur’an di Masjid al-Aqsha dan bersungguh-sungguh di dalamnya.&lt;/p&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;       &lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;Dianjurkan keluar untuk ibadah haji ataupun ihram dari Masjid Al-Aqsha. Berdasarkan hadits Ummu Salamah, bahwa Nabi berkata, “Barang siapa yang berihram untuk haji atau umrah dari Masjid Al-Aqsha ke Masjid Al-Haram, maka akan diampuni segela perdosaannya yang telah lalu ataupun yang akan datang atau dihadiahkan padanya surga (HR. Abu Dawud)&lt;/p&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;       &lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;Wajibnya melaksanakan nazar shalat atau I’tikaf di dalam Masjid Al-Aqsha&lt;/p&gt;     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;       &lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;Sebagian ulama memakruhkan mencium Baitul Maqdis atau membelakanginya ketika kencing atau buang air besar. Sebagian lagi membedakan antara kencing dan buang air besar. Dan yang lainya memakruhkan bila dilapangan. NamunJumhur ulama membolehkanya.&lt;/p&gt;     &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;p style="font-size: 10pt;" align="left"&gt;Inilah sebagian masalah fiqhiyah yang berkaitan dengan Masjid al-Aqsha. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi Ummat Islam untuk membebaskan Masjid Al-Aqsha ini, agar kita bisa melaksanakan berbagai syi’ar tadi, amin.&lt;br&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-9077000357364503813?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/9077000357364503813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=9077000357364503813' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/9077000357364503813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/9077000357364503813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2009/01/beberapa-hukum-fiqih-terkait-al-aqsha.html' title='Beberapa Hukum Fiqih Terkait Al-Aqsha'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-4878759208525444445</id><published>2009-01-05T11:42:00.002+07:00</published><updated>2009-01-06T09:10:31.335+07:00</updated><title type='text'>Boikot produk-produk Yahudi ???</title><content type='html'>Sejak terjadinya serangan di GAZA beberapa hari ini, banyak pihak yang mengingatkan umat islam agar memboikot produk-produk Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak yang bertanya, bagaimana mungkin kita memboikot produk yahudi padahal Rasulullah sendiri membolehkan kita bermuamalah dengan mereka ????&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Perlu dijelaskan dulu, memang boleh kita bermuamalah dengan mereka sepanjang mereka tidak menunjukkan permusuhan yang nyata atau tidak terbukti ikut bersekongkol untuk merusak Islam. Tetapi jika nyata-nyata menunjukkan permusuhan, Rasulullah pun tidak segan-segan memerangi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syeikh Yusuf Qardhawi, wajib bagi setiap muslim untuk memboikot produk Yahudi..sedangkan menurut Syaikh Fauzan jika negara menyuruh warganya memboikot maka hukumnya menjadi wajib, tapi jika negara tidak membuat statemen apa-apa maka hukumnya boleh boikot boleh tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, bagaimana dan apa saja produk yang boleh kita boikot ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seluruh produk Yahudi boleh diboikot, harus melalui penyelidikan yang mendalam, sehingga diketahui perusahaan mana yang benar-benar mendukung Yahudi dengan menyerahkan beberapa persen keuntungannya. Dalam hal ini mungkin kita bisa merujuk dari sukarelawan muslim di Inggris yang mengkhususkan diri dalam memantau setiap perusahaan Yahudi apakah mereka menyumbangkan dana ke Israel atau tidak, silahkan baca &lt;a href="http://www.inminds.co.uk/boycott-israel.php"&gt;http://www.inminds.co.uk/boycott-israel.php&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan....&lt;br /&gt;1. Jika produk yang diboikot merupakan produk satu-satunya dan tidak ada pilihan lain...maka boleh saja bagi anda membelinya jika membutuhkan...tapi kalo ada produk sejenis maka sebaiknya anda mengalihkan pembelian ke produk sejenis tersebut.&lt;br /&gt;2. Yang tidak diperbolehkan disini adalah membeli saja, sedangkan jika anda mendapat hadiah atau yang sejenisnya maka tidaklah mengapa tetapi sebaiknya mengingatkan teman/saudara agar tidak membeli produk tersebut dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa produk yang disinyalir dan sering kita beli diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coca-Cola, Danone, Estée Lauder,Johnson &amp;amp; Johnson, L'Oreal, Marks &amp;amp; Spencer, McDonald's, Motorola, Nokia, Nestle, Revlon, Sara Lee, Siemens, dan Starbucks&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/SWK9Rl7c-VI/AAAAAAAAADo/uE1iT1WD0dA/s1600-h/boycott-bullets.560x388.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 277px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/SWK9Rl7c-VI/AAAAAAAAADo/uE1iT1WD0dA/s400/boycott-bullets.560x388.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287997022423284050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu sekarang terserah Anda,..boleh ikut pihak yang memboikot atau tidak....tapi ingatlah bahwa setiap rupiah yang anda keluarkan dan beberapa persen dari keuntungan mereka akan disumbangkan ke zionis...digunakan untuk membeli peluru-peluru untuk membunuh saudara kita di Palestina...bagaimana kelak kita akan menjawab di hadapan Allah tentang hal ini ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidak-tidaknya berdoa lah dalam setiap sholat fardhu(dengan qunut Nazilah) atau setelah selesai sholat untuk keselamatan dan kemenangan kaum muslimin di Palestina.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-4878759208525444445?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/4878759208525444445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=4878759208525444445' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/4878759208525444445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/4878759208525444445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2009/01/boikot-produk-produk-yahudi.html' title='Boikot produk-produk Yahudi ???'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/SWK9Rl7c-VI/AAAAAAAAADo/uE1iT1WD0dA/s72-c/boycott-bullets.560x388.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-7658042744814867126</id><published>2009-01-05T10:11:00.000+07:00</published><updated>2009-01-05T15:11:17.325+07:00</updated><title type='text'>LUCU,…[Sebuah Renungan]</title><content type='html'>&lt;div class="itemBody"&gt; 			    	  	&lt;div class="itemText"&gt; 	  	  Bacalah Dengan Menyebut Nama Tuhanmu Yang Menciptakan&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;LUCU,…[Sebuah Renungan]&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lucu,..Seseorang begitu sulit dan berat serta menganggap besar mengeluarkan uang 10 ribu infak untuk masjid atau kepada fakir miskin atau di jalan Allah, namun begitu mudah dan ringan serta menganggap kecil untuk membelanjakannya di super market dan mal-mal..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lucu,..Seseorang merasa sangat lama menghabiskan waktunya 1 jam dalam ibadah, namun merasa amat sebentar kalau untuk bermain-main..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lucu,..Seseorang merasa sangat berat membaca 1 juz dari Al-Qur'an, namun merasa ringan kalau membaca 300 halaman novel terkenal..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lucu,..Seseorang lebih percaya kepada berita koran, namun ia meragukan berita-berita Al-Qur'an..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lucu,..Seseorang kehabisan kata-kata ketika berdoa, namun sangat lancar ketika ngobrol..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lucu,..Seseorang yang membutuhkan waktu 2-3 minggu untuk menyusun kegiatan Islami, namun cukup sekejap untuk kegiatan lain..&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Fa'tabiruu Yaa Ulil Abshaar&lt;/i&gt;.. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan..&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; 	    	    	  		&lt;/div&gt;  			&lt;div class="smartsection_itemfooter"&gt;(c) Hak cipta 2008 - Hatibening.com&lt;/div&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-7658042744814867126?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/7658042744814867126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=7658042744814867126' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/7658042744814867126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/7658042744814867126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2009/01/lucusebuah-renungan.html' title='LUCU,…[Sebuah Renungan]'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-2584195369436739765</id><published>2008-12-23T06:53:00.000+07:00</published><updated>2008-12-23T11:53:57.052+07:00</updated><title type='text'>Keutamaan 4 rakaat sebelum ashar</title><content type='html'>&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-2584195369436739765?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/2584195369436739765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=2584195369436739765' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/2584195369436739765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/2584195369436739765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/12/keutamaan-4-rakaat-sebelum-ashar.html' title='Keutamaan 4 rakaat sebelum ashar'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-7774708447478139263</id><published>2008-12-23T05:49:00.000+07:00</published><updated>2008-12-23T10:49:28.368+07:00</updated><title type='text'>Sunnah-Sunnah Dalam Adzan Dan Iqomah</title><content type='html'>&lt;title&gt;Sunnah-Sunnah Dalam Adzan Dan Iqomah&lt;/title&gt;Minggu, 17 Juli 2005 07:52:24 WIB&lt;br&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;font-weight: bold;"&gt;SUNNAH-SUNNAH DALAM ADZAN&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Oleh&lt;br&gt;Syaikh Khalid al  Husainan&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sunnah-sunnah yang berkaitan dengan  adzan ada lima: seperti yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam Zaadul  Maâ€™ad.&lt;br&gt;&lt;br&gt;[1]. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sunnah Bagi Orang Yang Mendengar Adzan Untuk Menirukan Apa  Yang Diucapkan Muadzin Kecuali Dalam lLfadz.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Hayya 'alash-shollaah,  Hayya 'alash-shollaah"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Maka ketika mendengar lafadz itu maka dijawab  dengan lafad.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Laa hawla walaa quwwata illa billahi"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tidak ada  daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah "[HR. Al-Bukhari dan Muslim  no. 385.]&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;Faedah Dari Sunnah Tersebut&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;˜Sesungguhnya (sunnah tersebut  (yaitu menjawab adzan) akan menjadi sebab engkau masuk surga, seperti dalil yang  tercantum dalam Shahih Muslim (no. 385. Pent)&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;[2]. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setelah Muadzin  Selesai Mengumandangnkan Adzan, Maka Yang Mendengarnya Mengucapkan  [1]&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;â€œDan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Esa  tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hambaNya dan  RasulNya. Aku ridho kepada Allah sebagai Rabb dan Islam sebagai agama(ku) dan  Muhammad sebagai Rasulâ€ [HR. Muslim 1/240 no. 386]&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-style: italic;"&gt;Faedah Dari Sunnah  Tersebut&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-style: italic;"&gt;Dosa-dosa akan diampuni sebagaimana apa yang terkandung dalam makna  hadits itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[3]. Membaca Shalawat Kepada Rasulullah Shallallahu  'Alaihi wa salam setelah selesai menjawab adzan dari muadzin dan menyempurnakan  shalawatnya dengan membaca shalawat Ibrahimiyyah dan tidak ada shalawat yang  lebih lengkap dari shalawat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalilnya adalah sabda Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Apabila kalian mendengar  muadzin maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya lalu bershalawatlah  untukku karena sesungguhnya orang yang bershalawat untukku satu kali, maka Allah  akan bershalawat untuknya sepuluh kali" [HR. Muslim 1/288 no.  384)]&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;Faedah Dari Sunnah Tersebut&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;Sesungguhnya Allah bershalawat atas  hambaNya 10 kali&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;Makna bahwasanya Allah bershalawat atas hambaNya adalah  Allah memuji hambaNya di hadapan para malaikat.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sedangkan shalawat  Ibrahimiyah adalah :&lt;br&gt;&lt;br&gt;Artinya : Ya Allah, berikanlah shalawat kepada  Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat  kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji dan  Mahamulia. Berikanlah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana  Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya  Engkau Mahaterpuji dan Mahamulia.â€ [HR. Bukhari dalam Fathul Baari 6/408,  4/118, 6/27; Muslim 2/16, Ibnu Majah no. 904 dan Ahmad 4/243-244 dan lain-lain  dari Kaâ€™ab bin Ujrah]&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[4]. Mengucapkan Doa Adzan Setelah Bershalawat Kepada Nabi Shallallahu 'alaihi  wa sallam&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br&gt;"Artinya :Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna  (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah al-Wasilah (derajat di  Surga), dan al-fadhilah kepada Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallm. Dan  bangkitkan beliau sehingga bisa menempati kedudukan terpuji yang Engkau  janjikan.â€ [HR. Bukhary no. 614, Abu Dawud no. 529, At-Tirmidzi no. 211,  an-Nasaaâ€™I 2/26-27. Ibnu Majah no. 722). adapun tambahan "Sesungguhnya Engkau  Tidak pernah menyalahi janji" Ttidak boleh diamalkan karena sanadnya lemah.  Lihat Irwaâ€™ul Ghalil 1/260,261]&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;Faedah Dari Doa Tersebut&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;Barangsiapa  yang mengucapkannya (doa tersebut) maka dia akan memperoleh syafaâ€™at dari Nabi  Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[5]. Berdoa Untuk Dirinya Sendiri, Dan  Meminta Karunia Allah Karena Allah Pasti Mengabulkan  Permintaannya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br&gt;Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa  sallam&lt;br&gt;&lt;br&gt;Artinya : Ucapkanlah seperti apa yang mereka (para muadzdzin)  ucapkan dan jika engkau telah selesai, mohonlah kepadaNya, niscaya permohonanmu  akan diberikan.â€ [Lihat Shahihul Wabili Shayyib oleh Syaikh Salim bin Ied  Al-Hilaly, hal: 183]&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;Apabila sunnah-sunnah ketika mendengar adzan  dikumpulkan, maka seorang muslim telah melaksanakannya sebanyak 25  sunnah.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;font-weight: bold;"&gt;SUNNAH-SUNNAH DALAM IQAMAH&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sunnah-sunnah saat iqamah sama  dengan sunnah-sunnah pada adzan yaitu pada empat point yang pertama. Hal ini  sesuai dengan Fatawa Lajnah ad Daimah lil Buhuts â€˜Ilmiyyah wal Iftaâ€™.  Apabila dijumlah secara keseluruhan terdapat 20 sunnah iqamah pada setiap shalat  wajib.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;Faidah :&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;Merupakan sunnah bagi yang mendengar iqomah untuk  menirukan orang yang iqamah kecuali pada lafadz&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;"Hayya 'alash-shollaah,  Hayya 'alash-shollaah"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;Ketika mendengar lafadz itu, dijawab dengan  lafadz&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;"Laa hawla walaa quwwata illa billahi"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;â€œArtinya : Tidak  ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah" [HR. Muslim no.  385.]&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;Kemudian ketika ucapan&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;"Qod qoomatish  shalah"&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;text-decoration: underline;"&gt;Hendaknya menirukannya dan tidak boleh  mengucapkan&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;br style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-weight: bold;"&gt;"Aqoomahaa Allahu wa adaamaha"&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Karena ucapan itu  berdasarkan hadits yang dhaif"&lt;br&gt;[Lajnah ad Daimah lil Buhuts â€˜Ilmiyyah wal  Iftaâ€™]&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;[Disalin dari kitab Aktsaru Min Alfi Sunnatin Fil Yaum Wal  Lailah, edisi Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam,  Penulis Khalid Al-Husainan, Penerjemah Zaki Rachmawan]&lt;br&gt;_________&lt;br&gt;Foote  Note&lt;br&gt;[1]. Ada yang berpendapat, dibaca sesudah muadzdzin membaca syahadat.  Lihat Ats-Tsamarul Musthaahb fii Fiqhis Sunnah wal Kitaab hal. 172-185 oleh  Syaikh Al-Albani rahimahullah&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-7774708447478139263?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/7774708447478139263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=7774708447478139263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/7774708447478139263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/7774708447478139263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/12/sunnah-sunnah-dalam-adzan-dan-iqomah.html' title='Sunnah-Sunnah Dalam Adzan Dan Iqomah'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-6171773818288713136</id><published>2008-12-16T07:01:00.001+07:00</published><updated>2008-12-16T12:10:18.573+07:00</updated><title type='text'>Mau coba game melindungi Mr. Bush dari lemparan sepatu ??</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.t-enterprise.co.uk/flashgame/playgame.aspx?id=bushbootcamp"&gt;http://www.t-enterprise.co.uk/flashgame/playgame.aspx?id=bushbootcamp   &lt;/a&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-6171773818288713136?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/6171773818288713136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=6171773818288713136' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/6171773818288713136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/6171773818288713136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/12/mau-coba-game-melindungi-mr-bush-dari.html' title='Mau coba game melindungi Mr. Bush dari lemparan sepatu ??'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-4298085894178761904</id><published>2008-12-03T06:08:00.000+07:00</published><updated>2008-12-03T11:08:38.123+07:00</updated><title type='text'>Mensyukuri Nikmat Allah dengan Menuntut Ilmu Agama</title><content type='html'>&lt;small&gt;Oktober 23, 2008 &lt;!-- by ustadzkholid --&gt;&lt;/small&gt;              			&lt;div class="entrytext"&gt; 				&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;!-- [if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif] --&gt;&lt;!-- [if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                                   &lt;![endif] --&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;a href="http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/10/23/mensyukuri-nikmat-allah-dengan-menuntut-ilmu-agama-2/"&gt;Kholid Syamhudi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h1 style="margin-left: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kewajiban kita atas karunia yang kita terima&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt; &lt;h1 style="margin-left: 0pt;text-indent: 18.7pt;text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-weight: normal;"&gt;Sesungguhnya wajib bagi kita bersyukur kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-weight: normal;"&gt; dengan cara melaksanakan kewajiban terhadap-Nya. Merupakan kewajiban karena nikmat yang telah diberikan Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;U&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-weight: normal;"&gt; kepada kita. Seseorang yang tidak melaksanakan kewajibannya kepada orang lain yang telah memberikan sesuatu yang sangat berharga baginya, ia adalah orang yang yang tidak tahu berterima kasih. Maka manusia yang tidak melaksanakan kewajibannya kepada Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;U&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-weight: normal;"&gt; adalah manusia yang paling tidak tahu berterima kasih.&lt;/span&gt;&lt;span id="more-120"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 18.7pt;"&gt;&lt;span&gt;Apakah kewajiban yang harus kita laksanakan kepada Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;U&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; yang telah memberikan karuniaNya kepada kita? Jawabannya adalah karena Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;U&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; telah memberikan karuniaNya kepada kita dengan petunjuk ke dalam Islam dan mengikuti Nabi Muhammad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, maka bukti terima kasih kita yang paling baik adalah dengan beribadah hanya kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;span&gt; secara ikhlas, mentauhidkan Allah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, menjauhkan segala bentuk kesyirikan, &lt;em&gt;ittiba’&lt;/em&gt; (mengikuti) Nabi Muhammad&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, taat kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; dan RasulNya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, yang dengan hal itu kita menjadi muslim yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 18.7pt;"&gt;&lt;span&gt;Muslim sejati ialah muslim yang mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;semata dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun, serta &lt;em&gt;ittiba’&lt;/em&gt; hanya kepada Nabi Muhammad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;. Oleh karena itu untuk menjadi seorang muslim yang benar, ia harus menuntut ilmu &lt;em&gt;syar’i&lt;/em&gt;. Ia harus belajar agama Islam, karena Islam adalah ilmu dan amal shalih. Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span&gt;diutus Allah &lt;/span&gt;&lt;span&gt;untuk membawa keduanya. Allah&lt;/span&gt;&lt;span&gt; berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt;text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt -2.2pt 0.0001pt 9.35pt;text-align: justify;direction: rtl;unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;font-family: "";"&gt;هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt;text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Dia-lah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; (QS At Taubah:33 dan Ash Shaf : 9).&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt;text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;U&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; juga berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: -2.2pt;text-align: justify;direction: rtl;unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span dir="ltr"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;font-family: "";"&gt;هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt;text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Dia-lah yang telah mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkanNya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;(QS Al Fath : 28).&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 18.7pt;"&gt;&lt;span&gt;Yang dimaksud dengan &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;font-family: "";"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;الهُدَى &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(&lt;em&gt;petunjuk&lt;/em&gt;) ialah ilmu yang bermanfaat, dan &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;font-family: "";"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;دِيْنُ الْحَقِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt; (&lt;em&gt;agama yang benar&lt;/em&gt;) ialah amal shalih. Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;mengutus Nabi Muhammad &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;untuk menjelaskan kebenaran dari kebatilan, menjelaskan tentang nama-nama Allah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, sifat-sifatNya, perbuatan-perbuatanNya, hukum-hukum dan berita yang datang dariNya, memerintahkan semua yang bermanfaat untuk hati, ruh dan jasad. Beliau&lt;/span&gt;&lt;span&gt; memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah semata-mata karena Allah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, mencintaiNya, berakhlak dengan akhlak yang mulia, beramal shalih, beradab dengan adab yang bermanfaat. Beliau&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;melarang perbuatan syirik, amal dan akhlak yang buruk yang berbahaya untuk hati dan badan, dunia dan akhirat.&lt;/span&gt;&lt;a name="_ftnref1" href="http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/10/23/mensyukuri-nikmat-allah-dengan-menuntut-ilmu-agama-2/#_ftn1"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 18.7pt;"&gt;&lt;span&gt;Cara untuk mendapat hidayah dan mensyukuri nikmat Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;adalah dengan menuntut ilmu syar’i. Menuntut ilmu sebagai jalan yang lurus (&lt;em&gt;ash shirathal mustaqim&lt;/em&gt;), untuk memahami antara yang haq dan bathil, yang bermanfaat dengan yang &lt;em&gt;mudaharat&lt;/em&gt; (membahayakan), yang dapat mendatangkan kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 18.7pt;"&gt;&lt;span&gt;Seorang muslim tidaklah cukup hanya menyatakan ke-Islamannya, tanpa memahami Islam dan mengamalkannya. Pernyataannya itu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;harus dibuktikan dengan melaksanakan konsekuensi dari Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 18.7pt;"&gt;&lt;span&gt;Untuk itu, menuntut ilmu merupakan jalan menuju kebahagiaan yang abadi. Seorang muslim diwajibkan untuk menuntut ilmu &lt;em&gt;syar’i.&lt;/em&gt; Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt;text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 18.7pt;text-align: justify;direction: rtl;unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;font-family: "";"&gt;طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ (رواه ابن ماجه 224 عن أنس بن مالك &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;font-family: "";"&gt; )&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; (HR Ibnu Majah No. 224 dari shahabat Anas bin Malik &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, lihat &lt;em&gt;Shahih Jamiush Shagir&lt;/em&gt;, no. 3913)&lt;/span&gt;&lt;a name="_ftnref2" href="http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/10/23/mensyukuri-nikmat-allah-dengan-menuntut-ilmu-agama-2/#_ftn2"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Keutamaan Ilmu dan Menuntutnya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Ilmu memiliki keutamaan, diantaranya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="FR"&gt;1. Menuntut ilmu adalah jalan menuju Surga. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;r&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; bersabda : &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt;text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 18.7pt 0.0001pt;text-align: justify;direction: rtl;unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;…&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;font-family: "";"&gt;مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 18.7pt 0.0001pt;text-align: justify;direction: rtl;unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;font-family: "";"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(رواه مسلم4/2074 رقم 2699&lt;span&gt; &lt;/span&gt;و غيره عن أبي هريرة &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;font-family: "";"&gt; ) &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; (HR Muslim 4/2074 no. 2699 dan yang lainnya dari shahabat Abu Hurairah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;2. Warisan para Nabi, sebagaimana sabda Rasululloh :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;direction: rtl;unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;font-family: "";"&gt;إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ رَوَاه التِّرْمِذِيْ &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan tidak pula dirham, namun hanya mewariskan ilmu. Sehingga siapa yang mengambil ilmu tersebut maka telah mengambil bagian sempurna darinya (dari warisan tersebut). &lt;span style="font-style: normal;"&gt;(HR At Tirmidzie )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;3. Allah mengangkat derajat ahli ilmu didunia dan akherat, sebagaimana firmanNya:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="text-align: left;direction: ltr;unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu:”Berlapang-lapanglah dalam majlis”, lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.Dan apabila dikatakan:”Berdirilah kamu, maka berdirilah, &lt;strong&gt;niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat&lt;/strong&gt;.Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 58:11)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;4. Ilmu Pintu kebaikan dunia dan akherat, sebagaimana sabda Rasululloh :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;font-family: "";"&gt;مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Barang siapa yang Allah inginkan padanya kebaikan maka Allah fahamkan agamanya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt;text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2 style="margin-left: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pentingnya ilmu syar’i&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;text-indent: 18.7pt;"&gt;&lt;span&gt;Kita senantiasa ditambahkan ilmu, hidayah dan &lt;em&gt;istiqamah&lt;/em&gt; di atas keta’atan, bila kita menuntut ilmu &lt;em&gt;syar’i&lt;/em&gt;. Hal ini tidak boleh diabaikan dan tidak boleh juga dianggap remeh. Kita harus selalu bersikap penuh perhatian, serius serta sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu &lt;em&gt;syar’i&lt;/em&gt;. Kita akan tetap berada di atas a&lt;em&gt;sh-Shirathal Mustaqiim&lt;/em&gt; bila kita selalu belajar ilmu &lt;em&gt;syar’i&lt;/em&gt; dan beramal shalih. Kalau&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kita tidak perhatikan dua hal penting ini bukan mustahil Iman dan Islam kita akan terancam bahaya. Iman kita akan terus berkurang dengan sebab ketidaktahuan kita tentang Islam, Iman, Kufur, Syirik, dan dengan sebab banyaknya dosa dan maksiyat yang kita lakukan ! Bukankah Iman kita jauh lebih berharga daripada hidup ini ? Dari sekian banyak waktu yang kita habiskan untuk bekerja, berusaha, bisnis, berdagang, kuliah dan lainnya, apakah tidak bisa kita sisihkan sepersepuluhnya untuk hal-hal yang dapat melindungi Iman kita ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span&gt;Saya tidaklah mengatakan bahwa setiap muslim harus menjadi ulama, membaca kitab-kitab yang tebal dan menghabiskan waktu sepuluh atau belasan tahun untuk usaha tersebut. Minimal setiap muslim harus bisa menyediakan waktunya satu jam saja setiap hari untuk mempelajari ilmu pengetahuan agama Islam. Itulah waktu yang paling sedikit yang harus disediakan oleh setiap muslim, baik remaja, pemuda, orang dewasa maupun yang sudah lanjut usia. Setiap muslim harus memahami esensi ajaran al-Qur’an dan as-Sunnah yang shahih menurut pemahaman salafush shalih. Oleh karena itu ia harus tahu agama Islam dengan dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah sehingga ia dapat mengamalkan Islam ini dengan benar. Tidak banyak waktu yang dituntut untuk memperoleh pengetahuan agama Islam. Bila Iman kita lebih berharga dari segalanya, maka tidak sulit bagi kita untuk menyediakan waktu 1 jam ( enam puluh menit ) untuk belajar tentang Islam setiap hari dari waktu 24 jam ( seribu empat ratus empat puluh menit).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;Ilmu syar’i mempunyai keutamaan yang sangat besar dibandingkan dengan harta yang kita miliki. Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullahu (wafat tahun 751 H) menjelaskan perbedaan antara ilmu dengan harta.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Kemuliaan ilmu atas harta&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a name="_ftnref3" href="http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/10/23/mensyukuri-nikmat-allah-dengan-menuntut-ilmu-agama-2/#_ftn3"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;1. Ilmu adalah warisan para Nabi, sedang harta adalah warisan para raja      dan orang kaya.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;2. Ilmu itu menjaga yang empunya, sedang pemilik harta menjaga      hartanya.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;3. Ilmu adalah penguasa atas harta, sedang harta&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tidak berkuasa atas ilmu.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;4. Harta bisa habis dengan sebab dibelanjakan, sedang ilmu justru      bertambah dengan diajarkan.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;5. Pemilik harta jika telah meninggal dunia, ia berpisah dengan dengan hartanya, sedang ilmu mengiringinya masuk ke dalam kubur bersama para pemiliknya.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;6. Harta bisa didapatkan oleh siapa saja baik orang beriman, kafir, orang shalih dan orang jahat, sedang ilmu yang bermanfaat hanya didapatkan oleh orang yang beriman saja.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;7. Sesungguhnya jiwa menjadi lebih mulia dan bersih dengan mendapatkan ilmu, itulah kesempurnaan dirinya dan kemuliaannya. Sedang harta, ia tidak membersihkan dirinya, tidak pula menambahkan sifat kesempurnaan dirinya, malah jiwanya menjadi berkurang dan kikir dengan mengumpulkan harta dan menginginkannya. Jadi keinginannya kepada ilmu adalah inti kesempurnaannya dan keinginannya kepada harta adalah ketidaksempurnaannya dirinya.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;8. Sesungguhnya mencintai ilmu dan mencarinya adalah akar semua      ketaatan, sedangkan mencintai harta&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan dunia&lt;span&gt; &lt;/span&gt;adalah akar semua      kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;9. Sesungguhnya orang berilmu mengajak manusia kepada Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;U&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; dengan      ilmunya dan akhlaknya, sedang orang kaya itu mengajak manusia ke neraka      dengan harta dan sikapnya.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;10. Sesungguhnya yang dihasilkan dengan kekayaan harta adalah kelezatan binatang. Jika pemiliknya mencari kelezatan dengan mengumpulkannya, itulah kelezatan ilusi. Jika pemiliknya mengumpulkan dengan menggunakannya untuk memenuhi kebutuhannya syahwatnya, itulah kelezatan binatang. Sedang kelezatan ilmu, ia adalah kelezatan akal plus ruhani yang mirip dengan kelezatan para malaikat dan kegembiraan mereka. Antara kedua kelezatan tersebut (kelezatan harta dan ilmu) terdapat perbedaan yang mencolok. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt;text-align: justify;text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h4&gt;Faktor Pembantu Dalam Menuntut Ilmu&lt;/h4&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Faktor pembantu dalam keberhasilan menuntut ilmu sangat banyak sekali, diantaranya:&lt;/p&gt; &lt;ol style="margin-top: 0pt;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Taqwa &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Do’a&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;konsistensi dan kontinyuitas dalam      menuntut ilmu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Menghafal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Mulazamah ulama&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;h5&gt;&lt;span lang="FR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h5&gt; &lt;h5&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Cara Tahshiel Ilmu&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h5&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Ada dua cara mendapatkan ilmu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="margin-top: 0pt;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FR"&gt;dengan menelaah dan mangambilo ilmu dari kitab-kitab yang terpercaya yang telah ditulis para ulama yang sudah dikenal aqidah dan amanahnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Dengan menerima langsung dari guru yang terpercaya kelilmuan dan kesholehannya. Cara inilah yang paling cepat dan gampang dalam mengambil ilmu agama.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Demikianlah ringkasan makalah ini, mudah-mudahan bermanfaat.&lt;/p&gt;  &lt;div&gt;&lt;!-- [if !supportFootnotes] --&gt; &lt;hr size="1"&gt;&lt;!-- [endif] --&gt; &lt;div id="ftn1"&gt; &lt;p class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 9.35pt;text-indent: -9.35pt;"&gt;&lt;a name="_ftn1" href="http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/10/23/mensyukuri-nikmat-allah-dengan-menuntut-ilmu-agama-2/#_ftnref1"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-family: "";"&gt;1 Lihat &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-family: "";"&gt;Tafsir Taisirul Karimur Rahman Fi Tafsir Kalaamil Mannaan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-family: "";"&gt;, oleh Syaikh Abdur Rahman bin Nashir As Sa’di t (wafat th. 1376 H) hlm. 295-296, Cet. Muasasah Ar Risalah th. 1417 H.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="ftn2"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9.35pt;text-align: justify;text-indent: -9.35pt;"&gt;&lt;a name="_ftn2" href="http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/10/23/mensyukuri-nikmat-allah-dengan-menuntut-ilmu-agama-2/#_ftnref2"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt; Diriwayatkan pula dari beberapa sahabat seperti&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ali, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud, Abu Sa’id Al-Khudri, Husain bin Ali&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-family: "";"&gt;&lt;span&gt;y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt; dan imam-imam ahli hadits dengan &lt;em&gt;sanad&lt;/em&gt; yang &lt;em&gt;shahih&lt;/em&gt;. Lihat kitab &lt;em&gt;Takhrij Musykilatul Faqr&lt;/em&gt; no. 86 oleh Syaikh Al Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani t Cet. IV Al Maktab Al Islami, th. 1414 H.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="ftn3"&gt; &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn3" href="http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/10/23/mensyukuri-nikmat-allah-dengan-menuntut-ilmu-agama-2/#_ftnref3"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: "";"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-family: "";"&gt; Lihat &lt;em&gt;Al Ilmu Fadhluhu Wa Syarafuhu Min Durari Kalami&lt;/em&gt;, Syaikhul Islam Ibnu Qoyyim, &lt;em&gt;tahqiq wa ta’liq&lt;/em&gt; Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Al Halabi Al Atsari, Cet. I. Majmu’ atuttuhaf An Nafaais Ad Dauliyah, th. 1416 H.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;	 							&lt;/div&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-4298085894178761904?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/4298085894178761904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=4298085894178761904' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/4298085894178761904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/4298085894178761904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/12/mensyukuri-nikmat-allah-dengan-menuntut.html' title='Mensyukuri Nikmat Allah dengan Menuntut Ilmu Agama'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-3359772594208136702</id><published>2008-11-24T06:34:00.000+07:00</published><updated>2008-11-24T11:35:01.186+07:00</updated><title type='text'>Merayu Diri Agar Mencintai Al-Qur’an</title><content type='html'>&lt;em&gt;“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS Al-Fajr [89]:27-30)&lt;/strong&gt; &lt;p&gt;Ungkapan lembut tersebut adalah rayuan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang juga disertai ajakan yang provokatif. Bagaimana mungkin kita tidak tergiur dengan rayuan semacam itu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita bisa bekerja dengan keras saat jiwa kita sedang asyik dengan Al-Qur’an. Tetapi di saat yang lain, kita mungkin mengalami kondisi keengganan yang besar, jangankan disuruh menghafal, sekedar melihat mushaf pun sangat tidak siap. Untuk kondisi seperti itu, kita perlu merayu diri sendiri, merenungi kehidupan diri kita sendiri sambil mencari bahasa apa yang dapat membangkitkan energi kita untuk kembali bekerja: meraih cita-cita hidup bersama Al-Qur’an.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbagai permasalahan umum pada diri kita saat berinteraksi dengan Al-Qur’an antara lain:&lt;br&gt; &lt;span id="more-33"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kita sadar sepenuhnya bahwa tilawah setiap hari adalah keharusan, tetapi jiwa kita belum siap untuk komitmen secara rutin sehingga dalam sebulan, begitu banyak hari-hari yang terlewatkan tanpa tilawah Al-Qur’an.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kita paham bahwa menghafal Al-Qur’an adalah kemuliaan yang besar manfaatnya, tetapi jiwa kita belum siap untuk meraihnya dengan mujahadah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kita sadar bahwa masih banyak ayat yang belum kita pahami, namun jiwa kita tidak siap untuk melakukan berbagai langkah standar minimal untuk dapat memahami isi Al-Qur’an.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kita sadar bahwa mengajarkan Al-Qur’an sangat besar fadhillahnya, tetapi karena minimnya apresiasi dan penghargaan ummat terhadap para pengajar Al-Qur’an maka sangat sedikit yang siap menjadi pengajar Al-Qur’an.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kita paham bahwa shalat yang baik - khususnya shalat malam - adalah shalat yang panjang dan sebenarnya kita mampu membaca sekian banyak ayat, namun jiwa kita kadang tidak tertarik terhadap besarnya fadhillah membaca Al-Qur’an di dalam shalat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kita sadar bahwa dakwah dijamin oleh nash Al-Qur’an dan Allah Swt akan memberikan kemenangan, namun jiwa kita tidak sabar dengan prosesnya yang panjang sehingga cenderung meninggalkan atau lari dari medan dakwah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kita paham betul bahwa banyak keutamaan di dunia dan akhirat bagi manusia yang berinteraksi dengan Al-Qur’an, tetapi fadhillah tersebut hanya menjadi pengetahuan, tidak mampu menghasilkan energi yang besar untuk beristiqamah dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kita paham dengan sangat jelas bahwa semua tokoh Islam di atas bumi ini adalah orang-orang yang telah berhasil dengan ilmu Al-Qur’an dan merekapun menguasai kehidupan dunia, namun jiwa kita enggan mempersiapkan generasi mendatang yang hidupnya berada di bawah naungan Al-Qur’an.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Jangan pernah berhenti untuk merayu diri agar segera bangkit. Tanyakanlah pada diri kita:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Wahai diri, tidakkah kamu malu kepada Allah Swt? Mengaku cinta kepada Allah Swt tetapi tidak merasa senang berinteraksi dengan Kalam-Nya. Bukankah ketika manusia cinta dengan manusia lain, ia menjadi senang membaca suratnya bahkan berulang-ulang? Mengapa kamu begitu berat dan enggap untuk hidup dengan wahyu Allah Swt? Adakah jaminan bahwa kamu mendapat pahala gratis tanpa beramal shalih? Dengan apa lagi kamu mampu meraih pahala Allah Swt? Infak cuma sedikit, jihad belum siap, kalau tidak dengan Al-Qur’an, dengan apa lagi?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wahai jiwaku, siapa yang menjamin keamanan dirimu saat gentingnya suasana akhirat? Padahal Rasulullah Saw menjamin bahwa Allah Swt akan memberikan keamanan bagi manusia yang rajin berinteraksi dengan Al-Qur’an, mulai dari sakaratul maut hingga saat melewati &lt;em&gt;shirat&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wahai jiwaku, tidakkah kamu malu kepada Allah Swt? Dengan nikmat-Nya yang demikian banyak, yang diminta maupun tidak, tidakkah kamu bersyukur kepada-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wahai jiwaku, sadarkah kamu ketika Allah Swt dan Rasulnya mengajak dirimu memperbanyak hidup bersama Al-Qur’an? Untuk siapakah manfaat amal tersebut? Apakah kamu mengira bahwa dengan banyak membaca Al-Qur’an maka kemuliaan Allah dan Rasul-Nya menjadi bertambah? Dan sebaliknya, jika kamu tidak membaca Al-Qur’an, kemuliaan itu berkurang? Sekali-kali tidak. Semua yang kita baca dan lakukan, kitalah yang paling banyak mendapatkan manfaatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wahai jiwa, tidakkah kamu merasa khawatir dengan dirimu sendiri? Selama ini hidup tanpa al-Qur’an, jatah usia makin sedikit, tabungan amal shalih masih sedikit, jaminan masuk surga tak ada di tangan. Sampai saat ini belum mampu tilawah rutin satu juz per hari, jangan-jangan Al-Qur’anlah yang tidak mau bersama dirimu karena begitu kotornya dirimu sehingga Al-Qur’an selalu menjauh dari dirimu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wahai jiwa, tidakkah engkau tergiur untuk mengikuti kehidupan Rasulullah Saw dan para sahabat serta tabiin yang menjadi kenangan sejarah sepanjang zaman dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an? Jika hari ini kamu masih enggan berinteraksi dengan Al-Qur’an apa yang akan dikenang oleh generasi yang akan datang tentang dirimu?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Ungkapan di atas adalah perenungan terhadap diri sendiri dalam urusan dunia dan akhirat, hal yang dianjurkan oleh Allah Swt agar hidup kita tidak berlalu begitu saja tanpa makna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“….Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-nya kepadamu supaya kamu berpikir. Tentang dunia dan akhirat…”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS Al-Baqarah [2]: 219-220)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[Bagian 17 dari buku &lt;a href="http://www.binamuslim.com/2007/09/12/17-motivasi-berinteraksi-dengan-al-quran.html"&gt;17 Motivasi Berinteraksi dengan Al-Quran, karya KH.Abdul Aziz Abdur Raâuf, Al-Hafidz, Lc&lt;/a&gt;]&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-3359772594208136702?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/3359772594208136702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=3359772594208136702' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/3359772594208136702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/3359772594208136702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/11/merayu-diri-agar-mencintai-al-quran.html' title='Merayu Diri Agar Mencintai Al-Qur’an'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-8661367202166404170</id><published>2008-11-05T09:26:00.001+07:00</published><updated>2008-11-12T15:39:39.272+07:00</updated><title type='text'>Wuih...akhirnya selesai juga baca buku ini...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/SRqWQKRbN5I/AAAAAAAAADg/12r4QYE4i2g/s1600-h/tmb4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 153px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/SRqWQKRbN5I/AAAAAAAAADg/12r4QYE4i2g/s400/tmb4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267687918542731154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kesan pertama liat buku ini kok aras-arasen (malas) ya mau baca..apalagi bukunya tebal-tebal dan ada sekitar 25 jilid dipajang di lemari ruang tamu oleh abangku..itu aja katanya masih sebagian...karena sisanya dalam proses cetak dan ada juga dirumah dia..total ada 50 jilid...wuih capek deh bayanginnya. Herannya lagi, respon pembaca buku ini di indonesia termasuk luar biasa..sampai dicetak ulang 3 kali untuk jilid pertama saja.&lt;br /&gt;Sampai suatu hari setelah makan malam, iseng-iseng aku ke rak lemari di ruang tamu, tak ambil buku tersebut...aku baca pelan-pelan...semakin lama semakin tertarik...meskipun masih sepintas lalu aja...kemudian lanjut ke jilid 2 dan seterusnya...semakin lama semakin bodoh rasanya banyak hal yang baru buatku...ya mungkin karena selama ini aku aja yang males baca tentang ini.&lt;br /&gt;Setelah tanya ke abangku dan baca-baca di internet dimana banyak situs yang menyebutkan sumber dari buku ini...akhire tak niati dengan ucapan bismillah...aku coba baca secara serius. Lebih dari sebulan aku baca pelan-pelan, tak pelajari isinya..kalo bingung aku ulangi lagi..dan baru senin malam lalu...tuntas terbaca jilid 1. Alhamdulillah..meskipun baru 1 jilid dan dengan susah payah..tapi hati ini jadi puas...karena dapat buanyak pengetahuan agama darinya. Bisa dikatakan buku Fathul Baari itu isinya ensiklopedi dunia islam, karena membahas tuntas hadist shahih bukhari yang mana shahih bukhari ini memang sudah disepakati oleh dunia islam untuk dijadikan dalil dalam beribadah kepada Allah sesuai tuntunan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah mengampuni dan melimpahkan rahmat-NYA kepada pengarang buku ini (Ibnu Hajar Al Asqalani) atas sumbangsihnya untuk umat Islam dan dicatat sebagai amal jariyah. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-8661367202166404170?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/8661367202166404170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=8661367202166404170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/8661367202166404170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/8661367202166404170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/11/wuihakhirnya-selesai-juga-baca-buku-ini.html' title='Wuih...akhirnya selesai juga baca buku ini...'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/SRqWQKRbN5I/AAAAAAAAADg/12r4QYE4i2g/s72-c/tmb4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-9120388432468874985</id><published>2008-10-10T06:47:00.000+07:00</published><updated>2008-10-10T10:47:23.783+07:00</updated><title type='text'>Anak-anak mengikuti perbuatan yang dilakukan orang tua</title><content type='html'>&lt;div class="PostContent"&gt; &lt;p&gt;Diketik ulang oleh: Ummu ‘Aisyah&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang anak yang melihat ayahnya selalu berzikir dan bertahlil, bertahmid, dan bertasbih, maka dia pun akan mudah untuk mengucapkan: &lt;em&gt;Laa ilaaha illalloh, Subhanallah&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;Allahu akbar.&lt;br&gt;&lt;/em&gt;&lt;span id="more-61"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; Begitu pula seorang anak yang dibiasakan untuk mengirim sedekah pada malam hari karena diutus oleh orangtuanya kepada fakir miskin secara rahasia, jelas akan berbeda dengan seorang anak yang disuruh oleh orangtuanya pada malam hari untuk membeli narkoba atau rokok.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang anak yang selalu melihat ayahnya berpuasa senin dan kamis, ikut serta dalam shalat berjama’ah di masjid jelas akan berbeda dengan seorang ayah yang melihat ayahnya berada di tempat perjudian atau bioskop serta tempat-tempat hiburan yang lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anda akan melihat seorang anak yang selalu mendengarkan suara adzan mengulang-ngulang lantunan adzan, dan Anda akan melihat seorang anak yang selalu mendengarkan lagu yang dilantunkan orangtuanya, melantunkannya pula.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sungguh indah andaikata seorang ayah adalah pribadi yang slelu berbuat baik kepada kedua orangtuanya dengan berdo’a untuk mereka dan memohon ampunan kepada Allah bagi keduanya, selalu menanyakan keadaannya dan tenang berada bersama keduanya, selalu memenuhi kebutuhan keduanya dan memperbanyak berdo’a dengan ungkapan:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Robbigh firli waliwali dayya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Ya Allah ampunilah aku dan kedua orangtuaku”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dia akan selalu mengucapkan:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Robbbirhamhuma kama robbayani shoghiro&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Ya Allah, kasihanilah mereka berdua sebagaiaman mereka telah mendidikku diwaktu kecil”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dia pun berziarah ke makam kedua orangtuanya, bersedekah untuk keduanya, menghubungkan kekerabatan dengan orang-orang yamg dekat dengan keduanya, juga memberi kepada orang-orang yang selalu diberi oleh keduanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika seorang anak melihat perangai orangtuanya yang sedemikain, maka dengan izin Allah anak itu akan meniru apa yang dilakukan orangtuanya. Dia akan selalu memohon kepada Allah ampunan bagi kedua orangtuanya, dan sealu melakukn sesuatu yang biasa dilakukan oleh kedua orangtunya kepada kakek dan neneknya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang anak yang dididik shalat oleh orangtuanya jelas akan berbeda dengan seorang anak yang biasa diajarkan menonton film, musik atau sepak bola.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya jika seoarang anak melihat kedua orangtuanya melakukan shalat malam dengan menangis karena takut kepada Allah juga dengan membaca alqur’an, niscaya dia akan berfikir kenapa ayahnya menangis? Kenapa dia melakuakn shalat? Dan kenapa dia meninggalkan tempat tidur yang empuk lagi hangat? Kenapa dia memilih air wudhu yang dingin ?!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kenapa dia meninggalkan tempat tidurnya dengan memilih memohon kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semua pertanyaan ini akan selalu tertanam di dalam pikiran seorang anak dan selalu memikirkannya yang pada akhirnya si anak dengan izin Allah akan meniru apa saja yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian pula anak perempuan yang melihat ibunya selalu berhijab dan menutup diri dari laki-laki lain, dia telah dihiasi dengan rasa malu dan sikap menjaga kehormatan, kesucian dirinya telah menjadikan dirinya mulia. Jika ibunya demikian niscaya anaknya juga akan belajar menanamkan rasa malu, menjaga kehormatan dan kesucian dari ibunya. Sedangkan anak perempuan yang melihat ibunya selalu berhias diri di depan setiap laki-laki, bersalaman, dan bercampur baur, tertawa dan tersenyum dengan laki-laki lain bahkan berdansa dengan mereka, maka anaknya pun akan belajar yang demikian itu darinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka bertakwalah kalian wahai para ibu dan ayah! Jagalah anak-anak kalian, dan jadilah kalian sebagai suri tauladan bagi mereka dnegna perangai yang baik dan tabiat yang mulia. Sebelum itu semua, jadilah kalian sebagai suri tauladan dengan memegang teguh agama Allah juga Nabi-Nya&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Maroji’:&lt;/strong&gt;&lt;br&gt; &lt;em&gt;Ensiklopedi Pendidikan Anak&lt;/em&gt; hal 38 (&lt;em&gt;Fiqh Tarbiyatil Abnaa’ wa Thaa-ifatun min Nashaa-ihil Athibba’&lt;/em&gt;), Mushthafa al-’Adawi&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Artikel &lt;a href="http://www.muslimah.or.id"&gt;www.muslimah.or.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-9120388432468874985?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/9120388432468874985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=9120388432468874985' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/9120388432468874985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/9120388432468874985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/10/anak-anak-mengikuti-perbuatan-yang.html' title='Anak-anak mengikuti perbuatan yang dilakukan orang tua'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-8511298730106686917</id><published>2008-10-10T06:41:00.000+07:00</published><updated>2008-10-10T10:41:26.898+07:00</updated><title type='text'>Dalil Tentang Shalat Shubuh Berjamaah</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Ustadz Menjawab&lt;/h2&gt; 	&lt;h3&gt;bersama &lt;i&gt;Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc.&lt;/i&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class="pubtime"&gt;Selasa, 21 Agu 07 05:41 WIB&lt;/p&gt;   	&lt;p id="action"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com"&gt;www.eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum wr wb.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pak Ustadz, salah satu indikator kualitas umat Islam katanya adalah seberapa banyak mereka yang bisa melakukan shalat shubuh berjamaah di masjid. Dan kalau memang benar demikian, alangkah sedikitnya umat Islam yang datang untuk shalat shubuh berjamaah di masjid.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mungkin tidak ada salahnya ustadz, kalau antum membuatkan tulisan yang terkait dengan keutamaan shalat shubuh, terutama dengan berjamaah, untuk memberi semangat kita menghidupkan sunnah dan menggerakkan gerakan shalat shubuh berjamaah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Atas perhatian dan kesediaan ustadz kami ucapkan terima kasih, &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;wassalam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sutanto&lt;br&gt;qwerty123@yahoo.com&lt;/p&gt;  &lt;h2 id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Shalat shubuh berjamaah adalah sebuah amal yang sangat besar keutamaannya, namun kurang mendapat perhatian dari umat Islam. Kecuali di bulan Ramadhan, umumnya barisan shalat shubuh di masjid-asjid di lingkungan tinggal kita tidak seramai shalat lainnya. Bahkan ada shalat shubuh di masjid yang hanya terdiri dua atau tiga orang saja. Ke mana umat Islam lainnya yang tinggal berdekatakan dengan masjid? Wallahu a’lam bishshawab.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fenomena ini perlu dijadikan bahan oto-kritik ke dalam tubuh umat Islam. Sebab begitu banyak dalil yang sangat menganjurkan kita untuk menegakkan shalat shubuh berjamaah, bahkan sampai-sampai orang tidak ikut shalat shubuh berjamaah di masa shahabat dijadikan sebagai indikator kemunafikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut ini adalah kajian dari berbagai dalil samawi tentang fadhilah (keutamaan) shalat shubuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Shalat shubuh memelihara setiap muslim&lt;/p&gt; &lt;p&gt;عن أبي ذر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:من صلى الصبح فهو في ذمة الله رواه مسلم.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Rasulullah SAW bersabda, ”Orang yang melakukan shalat shubuh, maka dia berada di dalam perlindungan Allah”&lt;/em&gt;. (HR Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Shalat Shubuh Setara dengan Qiyamullail&lt;/p&gt; &lt;p&gt;من شهد العشاء فكأنما قام نصف ليلة, ومن شهد الصبح فكأنما قام ليلة رواه مسلم.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Orang yang ikut shalat Isya’ (berjmaaah), seolah-olah telah shalat setengah malam. Orang yang ikut shalat shubuh (berjamaah), seolah-olah dia telah melaksanakan shalat sepanjang malam (qiyamullail). &lt;/em&gt;(HR Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Shalat Shubuh Menyelamatkan Pelakunya dari Api Neraka&lt;/p&gt; &lt;p&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لن يلج النار أحد صلى قبل طلوع الشمس وقبل غروبها رواه مسلم&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Tidak akan masuk neraka seseorang yang shalat sebelum terbit matahari (shalat shubuh) dan sebelum terbenam&lt;/em&gt;. (HR Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Shalat Shubuh Memasukkan Pelakunya ke dalam Surga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;من صلى البردين دخل الجنة&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Orang yang melakukan shalat baradain (ashar dan shubuh) masuk surga &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Shalat Shubuh Dua Rakaat Lebih Baik dari Dunia dan Segala Isinya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ركعتا الفجر خير من الدنيا ومافيها رواه مسلم&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dua rakaat shalat Fajar (shubuh) nilainya lebih baik dari dunia dan segala isinya&lt;/em&gt; (HR Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Shalat Shubuh Disaksikan oleh Malaikat Malam dan Malaikat Siang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;رَوَى التِّرْمِذِيّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَة عَنْ النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْله, " وَقُرْآن الْفَجْر إِنَّ قُرْآن الْفَجْر كَانَ مَشْهُودًا " قَالَ: تَشْهَدهُ مَلَائِكَة اللَّيْل وَمَلَائِكَة النَّهَار هَذَا حَدِيث حَسَن صَحِيح.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Abu Hurairah radhiyallahi’anhu meriwayatkan dari nabi SAW tentang ayat [wa quraanal fajri inna quraanal fajri kaana masyhuda]: Shalat shubuh itu disaksikan oleh malaikat malam dan malaikat siang&lt;/em&gt;”. (HR Imam At-Tirmizy)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;At-Tirmizy mengatakan bahwa riwayat hadits ini hasan shahih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;وَرَوَى الْبُخَارِيّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَة عَنْ النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: فَضْل صَلَاة الْجَمِيع عَلَى صَلَاة الْوَاحِد خَمْس وَعِشْرُونَ دَرَجَة وَتَجْتَمِع مَلَائِكَة اللَّيْل وَمَلَائِكَة النَّهَار فِي صَلَاة الصُّبْح&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Abu Hurairah meriwayatkan bahwa nabi SAW bersabda, ”Shalat berjamaah lebih diutamakan dari shalat sendirian dengan 25 derajat. Malaikat malam dan malaikat siang bertemu dalam shalat shubuh &lt;/em&gt;(HR Bukhari)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Orang Yang Shalat Shubuh Akan Mendapat Cahaya Terang di Hari Kiamat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;قال صلى الله عليه وسلم: بشر المشائين في الظلم إلى المساجد بالنور التام يوم القيامة رواه الترمذي وا بن ماجه&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Rasulullah SAW bersabda, ”Berikan kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan kaki di kegelapan malam menuju masjid, bahwa mereka akan mendapatkan cahaya terang yang sempurna di hari kiamat&lt;/em&gt;”. (HR Tirmizy dan Ibnu Majah)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8. Orang Munafik Merasa Berat dan Malas untuk Shalat Shubuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;وإذا قاموا إلى الصلاة قاموا كسالى يراؤن الناس ولا يذكرون الله إلا قليلا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;(Orang-orang munafik itu) bila melakukan shalat, melakukannya dengan malas. Mereka berlaku riya di hadapan manusia dan tidak mengingat Allah kecuali sedikit. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;عن أبي هريرة قال قال صلى الله عليه وسلم: ليس صلاة أثقل على المنافقين من صلاة العشاء والفجر ولو يعلمون ما فيهما لأتوهما ولو حبواً رواة الشيخان.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Tidak ada shalat yang lebih berat buat orang-orang munafik dari shalat Isya’ dan shalat Shubuh. Seandainya mereka tahu keutaaan keduanya, pastilah mereka akan mendatanginya meski dengan merangkak &lt;/em&gt;(HR Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;وها هو ابن مسعود يقول: لقد رايتنا وما يتخلف عن صلاة الفجر إلا منافق معلوم النفاق&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, ”Kami dahulu memandang orang yang tidak ikut shalat shubuh berjamaah sebagai orang munafik dan telah jelas kemunafikannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, ”Dahulu kami (para shahabat) bila ada yang tidak datang shalat shubuh dan Isya’ berjamaah, kami berprasangka buruk kepadanya”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnul Qayyim berkata, ”Tidur di waktu Shubuh akan menghalangi rezeki, karena waktu shubuh adalah waktu dibagikannya rezeki”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-8511298730106686917?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/8511298730106686917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=8511298730106686917' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/8511298730106686917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/8511298730106686917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/10/dalil-tentang-shalat-shubuh-berjamaah.html' title='Dalil Tentang Shalat Shubuh Berjamaah'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-75336011234549326</id><published>2008-09-22T09:56:00.000+07:00</published><updated>2008-09-22T13:56:11.864+07:00</updated><title type='text'>SEPOTONG ROTI PENEBUS DOSA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abu Burdah bin Musa Al-Asy'ari meriwayatkan, bahwa ketika menjelang wafatnya Abu Musa pernah berkata kepada puteranya: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Wahai anakku, ingatlah kamu akan cerita tentang seseorang yang mempunyai sepotong roti." &lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dahulu kala di sebuah tempat ibadah ada seorang lelaki yang sangat tekun beribadah kepada Allah. Ibadah yang dilakukannya itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun. Tempat ibadahnya tidak pernah ditinggalkannya, kecuali pada hari-hari yang telah dia tentukan. Akan tetapi pada suatu hari, dia digoda oleh seorang wanita sehingga diapun tergoda dalam bujuk rayunya dan bergelimang di dalam dosa selama tujuh hari sebagaimana perkara yang dilakukan oleh pasangan suami-isteri. Setelah ia sadar, maka ia lalu bertaubat, sedangkan tempat ibadahnya itu ditinggalkannya, kemudian ia melangkahkan kakinya pergi mengembara sambil disertai dengan mengerjakan solat dan bersujud. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Akhirnya dalam pengembaraannya itu ia sampai ke sebuah pondok yang di dalamnya sudah terdapat dua belas orang fakir miskin, sedangkan lelaki itu juga bermaksud untuk menumpang bermalam di sana, karena sudah sangat letih dari sebuah perjalanan yang sangat jauh, sehingga akhirnya dia tertidur bersama dengan lelaki fakir miskin dalam pondok itu. Rupanya di samping kedai tersebut hidup seorang pendita yang ada setiap malamnya selalu mengirimkan beberapa buku roti kepada fakir miskin yang menginap di pondok itu dengan masing-masingnya mendapat sebuku roti. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada waktu yang lain, datang pula orang lain yang membagi-bagikan roti kepada setiap fakir miskin yang berada di pondok tersebut, begitu juga dengan lelaki yang sedang bertaubat kepada Allah itu juga mendapat bahagian, karena disangka sebagai orang miskin. Rupanya salah seorang di antara orang miskin itu ada yang tidak mendapat bahagian dari orang yang membahagikan roti tersebut, sehingga kepada orang yang membahagikan roti itu ia berkata: "Mengapa kamu tidak memberikan roti itu kepadaku." Orang yang membagikan roti itu menjawab: "Kamu dapat melihat sendiri, roti yang aku bagikan semuanya telah habis, dan aku tidak membagikan kepada mereka lebih dari satu buku roti." Mendengar ungkapan dari orang yang membagikan roti tersebut, maka lelaki yang sedang bertaubat itu lalu mengambil roti yang telah diberikan kepadanya dan memberikannya kepada orang yang tidak mendapat bahagian tadi. Sedangkan keesokan harinya, orang yang bertaubat itu meninggal dunia. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Di hadapan Allah, maka ditimbanglah amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang yang bertaubat itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun dengan dosa yang dilakukannya selama tujuh malam. Ternyata hasil dari timbangan tersebut, amal ibadat yang dilakukan selama tujuh puluh tahun itu dikalahkan oleh kemaksiatan yang dilakukannya selama tujuh malam. Akan tetapi ketika dosa yang dilakukannya selama tujuh malam itu ditimbang dengan sebuku roti yang pernah diberikannya kepada fakir miskin yang sangat memerlukannya, ternyata amal sebuku roti tersebut dapat mengalahkan perbuatan dosanya selama tujuh malam itu. Kepada anaknya Abu Musa berkata: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Wahai anakku, ingatlah olehmu akan orang yang memiliki sebuku roti itu!"&lt;br&gt;&lt;br&gt;*** Subhanallah, memang menurut salah satu hadist shahih :bahwa perangai yang terbaik dalam islam adalah memberi makan fakir miskin, dan juga di ada riwayat saat salah seorang sahabat saat menghadapi sakaratul maut ditampakkan amalannya yang berpahala besar yaitu pernah memberi separuh makanan kepada orang yang kelaparan, begitu besar pahalanya sampai-sampai ia bergumam seandainya saat itu ia memberikan seluruh makanan pasti pahalanya lebih besar lagi. ***&lt;br&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-75336011234549326?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/75336011234549326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=75336011234549326' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/75336011234549326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/75336011234549326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/09/sepotong-roti-penebus-dosa.html' title='SEPOTONG ROTI PENEBUS DOSA'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-279452424666106463</id><published>2008-08-28T07:13:00.000+07:00</published><updated>2008-08-28T11:13:33.759+07:00</updated><title type='text'>--Just For Share-- Godaan Haram</title><content type='html'>Artikel di bawah ini menurut saya sangat menarik, kenapa ? karena hebatnya si Ibu dalam mendidik dan menanamkan persoalan halal dan haram dalam diri anak-anaknya sejak kecil sehingga mereka dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rela dan bangga&lt;/span&gt; membuang makanan mengandung komposisi haram padahal usia mereka masih dini dan hidup di negara kafir yang jelas banyak godaan beraneka ragam makanan yang menarik untuk dicicipi tapi haram. Semoga kita bisa mencontoh keluarga ini sehingga bisa mendidik putera puteri kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Robbi Habli Minas Sholihin.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan khusus buat kedua keponakanku yang tinggal di Montreal (Salma dan Tariq), meskipun kita disini sampai detik ini belum pernah berjumpa kalian dan memeluk sayang kepada kalian tetapi yakinlah bahwa kita semua selalu mendoakan semoga kalian dapat menjadi anak yang sholeh dan sholehah berbakti kepada kedua orang tua dan selalu dapat memilih makanan dengan komposisi halal dan tidak tergoda oleh makanan haram. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/8826210159-godaan-haram.htm"&gt;&lt;br&gt;http://www.eramuslim.com/atk/oim/8826210159-godaan-haram.htm&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;b&gt;Ummu Jannah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sungguh hebat anak-anak muslim yang menjadi minoritas tinggal di negara non muslim seperti Belanda ini. Bagaimana tidak, seyogyanya mereka masih selalu ingin eksplorasi, terutama dalam memilih makanan, pastinya akan penasaran dengan kemasan &amp; sajian indah menggugah liur. Berbeda dengan di Indonesia, yang (mungkin) beberapa jajanan berbranded luar pun sudah disertifikasi halal, di sini tentu saja para pengusaha makanan tidak akan pernah menyesuaikan dengan tuntutan kaum minoritas, kecuali secara umum makanan tersebut diperlukan konsumen tertentu, sepertimereka yang alergi terhadap E471 dan sejenisnya, vegetarian, atau kondisi kesehatan lain yang mengharuskan seseorang mengkonsumsi makanan non daging.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anak-anak saya salah dua dari mereka yang harus berjuang menahan selera. Siapa yang tak miris sekaligus bangga saat melihat mereka merelakan goodie bagnya di inspeksi lebih dahulu sebelum akhirnya diizinkan dikonsumsi. Melihat mereka mengatakan "ya" dengan yakin saat saya minta persetujuannya untuk membuang lebih dari setengah goodie bag yang berisi permen atau biskuit yang mengandung bahan haram.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anak-anak yang selalu laporan sambil memperlihatkan makanan atau permen yang diberikan orang "Umiii, ini varken bukan?" sambil berharap cemas dan kemudian tersenyum lega saat saya menganggukan kepala setelah saya baca ingredientsnya aman.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahkan mereka sekarang sudah tahu mana jenis permen yang harus dihindari dimakan (misalnya. permen dg bahan jelly, marshmellow dan sebagainya). Dan kejadian paling anyar, adalah saat kemarin, di tengah udara panas, setelah aktif berlari-larian, mereka ditraktir ice cream F******a yang terkenal itu oleh seorang tante berkerudung. Si sulung yang menyangka setiap tante yang berkerudung pasti akan memberikan makanan halal, ternyata harus mulai belajar menerima kenyataan lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat si tante menawarkan diri mentraktir es itu, otak saya langsung berputar mencari jawaban santun untuk menolak, saking juga tidak enak mau bilang es itu mungkin tidak halal, maklumlah muslim di sini punya standard berbeda-beda untuk kategori halal..."Nggak usah, mb anak-anak udah punya es di rumah", dia tetap maksa sambil membelokkan mobilnya ke tempat parkir es. Parahnya anak-anak malah melonjak-lonjak kegirangan, tanpa tahu kecemasan dalam hati saya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Mb, untuk anak-anak saya yang water ijs lolly aja ya.." Ah, ternyata di florencia cuma ada ice scoops buatan mereka. Pusiiiinnngg... akhirnya saya memutuskan untuk membawa anak-anak ke toko dengan alasan mau berbelanja begitu si tante datang membawa beberapa cone es termasuk untuk saya... Untung si tante nggak curiga sama sekali karena kebetulan rumah kami dekat, sehingga alasan saya diterima. Begitu menutup pintu mobil, saya berbisik, "Nak jangan dimakan dulu ya ijsnya."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Kenapa ummi?" Si sulung sempat menjilat es yang mulai lumer. "Ijsnya mungkin ada varkennya..." Kontan si sulung berhenti menjilati es lumer, membiarkannya meleleh di tangannya. Kami berjalan terus ke arah toko sambil mencari tempat sampah. Mereka dengan legowo memasukan es itu, si bungsu yang paling bangga, katanya perutnya ga jadi dibakar Allah karena dia belum sempat menjilat esnya...&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Subhanalloh... alhamdulillah. Sambil terus berjalan saya terus menjelaskan pada mereka dengan kalimat-kalimat logis yang dapat mereka pahami. Selalu dan selalu saya ulang-ulang, berusaha menancapkan keyakinan itu di kepala dan hati mereka. Hingga mereka besar nanti, tak perlu lagi inspeksi, tak perlu lagi laporan, karena dari tubuh mereka sendiri akan ada penolakan dengan sendirinya...&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Den Haag, akhir musim panas 2008&lt;/p&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-279452424666106463?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/279452424666106463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=279452424666106463' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/279452424666106463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/279452424666106463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/08/just-for-share-godaan-haram.html' title='--Just For Share-- Godaan Haram'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-4654777021723822734</id><published>2008-08-21T06:46:00.000+07:00</published><updated>2008-08-21T10:46:57.919+07:00</updated><title type='text'>Sedekhah kepada Pengemis</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com"&gt;&lt;font size="3"&gt;Ustadz Menjawab&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt; 	&lt;h3&gt;bersama &lt;i&gt;Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc.&lt;/i&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br&gt;&lt;p class="pubtime"&gt;Sabtu, 31 Mei 08 08:34 WIB&lt;/p&gt;   	  &lt;p&gt;Assallamu'allaikum, wr wb.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak ustadz saya mau bertanya, &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1.apakah sedekah kita dapat dikatakan mengenahi sasaran jika kita bersedekhah kepada  pengemis di jalalan yang kita kira mereka sangat membutuhkan dan berhak menerima. Tetapi ternyata pengemis itu secara financial jauh lebih baik dari kita&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2.mohon dasar hukumnya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wassallamua'allaikum&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SN&lt;/p&gt;&lt;br&gt;&lt;h2 id="jawaban"&gt;Jawaban&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita tidak hanya diperintah untuk sekedar bersedekah saja, tetapi kita diharapkan gemar dan banyak untuk bersedekah. Bersedekah bukan hanya pada satu titik tapi pada beberapa titik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ibarat petuah dalam managemen resiko, jangan tempatkan semua telur dalam satu keranjang, tapi tempatkan telur-telur itu di beberapa keranjang yang berbeda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adalah sebuah hal yang amat baik bahwa kita memanage proyek amal kebaikan secara terfokus. Misalnya kita mendirikan balai latihan kerja untuk melatih para pengangguran agar bisa bekerja. Tidak ada yang salah dalam masalah ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi yang jangan kita lakukan adalah bila kita terobsesi untuk hanya melakukan satu proyek ini saja dalam urusan sedekah. Lalu kita tidak pernah mau memberi sedekah kepada pihak lain, termasuk pengemis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengapa demikian?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pertimbangannya adalah karena kemiskinan itu ada banyak bentuknya. Ada orang yang miskin secara sistem, tapi masih bisa makan untuk hari ini. Meski tetap kurang, tapi mereka masih bisa hidup.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara ada sebagian orang yang miskin dalam arti pilihannya hanya dua. Mau hidup tapi harus mencuri biar perutnya terisi atau mati karena kelaparan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Buat tipe kemiskinan yang kedua ini, rasanya bukan pada tempatnya kalau kita suruh ikut program pelatihan di balai latihan kerja. Sebab dia butuh makanan sekarang, bukan sebulan dua bulan lagi. Tipe kemiskinan yang seperti ini butuh uluran tangan langsung.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari sini kita perlu juga berpikir bahwa kita juga harus punya 'saham' di berbagai jenis sedekah di dunia kemiskinan. Lagian kita pun tidak tahu, manakah dari sedekah kita itu yang nantinya akan menyelematkan diri kita dari api neraka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Boleh jadi sedekah yang tidak ada artinya yang secara iseng kita lakukan, justru dinilai tinggi di sisi Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena itu sekedar nasihat, ada baiknya bila kita tidak selalu menolak manakala ada pengemis yang datang kepada kita untuk meminta-minta. Setidaknya, kita tidak perlu &lt;i&gt;bersuudzdzan&lt;/i&gt; bahwa orang itu jangan-jangan hanya penipu. Ya kalau benar, bagaimana kalau tidak?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana seandainya ternyata memang orang itu memang benar-benar butuh makan? Siapa yang tahu?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana bila justru uang seribu perak yang kita berikan sambil lalu kepada pengemis, justru uang itulah yang nantinya akan menyelematkan kita di alam kubur yang gelap dan sendiri itu?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidakkah kita berpikir tentang kemungkinan ini?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lagi pula, pernah kah ada orang yang jatuh miskin gara-gara memberi uang kepada pengemis? Bandingkan dengan jajan kita yang terkadang jauh melebihi kebutuhan makan si pengemis itu sekeluarga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bukankah sekali kita nongkrong di kafe sekedar menjamu teman atau iseng, kita bisa menghabiskan uang berpuluh bahkan beratus ribu? Bukankah seporsi sate kambing plus sopnya yang kita makan di warung Sate Babe, harganya senilai makan si pengemis itu dengan keluarganya untuk beberapa hari?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bukankah seporsi nasi Bryani kambing di restoran Arab plus acar dan teh mint-nya, nilainya bisa untuk makan puluhan anak gelandangan dari pada mereka jadi tukang todong di jalan?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hidup ini penuh misteri, kita tidak pernah tahu apa hakikat di balik apa yang kita lihat secara lahiriyah ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Boleh jadi si pengemis yang sudah putus asa karena tidak ada orang yang mau memberinya makan, nekat mau merampok dan membunuh orang, tiba-tiba dia sadar dan trenyuh melihat kita susah payah memberinya uang, meski hanya selembar uang seribuan yang anak kita pun menolak kalau diberi uang jajan segitu, lalu membatalkan niatnya dan tidak jadi membunuh orang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Siapa yang tahu?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Boleh jadi apa yang kita impikan tidak pernah jadi kenyataan, tetapi Allah SWT malah memberi kita sesuatu yang jauh lebih baik lagi, padahal kita belum pernah memimpikannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita tidak tahu, boleh jadi doa si pengemis yang diucapkannya secara tulus itu malah bisa menggertarkan arsy Allah, sehingga Allah SWT menurunkan ribuan malaikat untuk membuka pintu-pintu langit dan menurunkan rezeki yang jauh lebih banyak lagi kepada kita.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Siapa tahu? Kita tidak pernah tahu bukan?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena itu, dalam pandangan kami, tidak ada salahnya bila kita sekedar memberi sedekah kepada orang datang kepada kita untuk meminta. Kalau pun pas kebetulan kita lagi tidak punya uang, setidaknya kita bisa menyampaikannya dengan cukup sopan dan simpatik. Tanpa perlu kita usir atau kita hina.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini sekedar agar nantinya kita tidak ditodong oleh para malaikat di alam kubur, bahwa kita telah mengabaikan salah satu perintah Allah:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.&lt;/i&gt;(QS. Adh-Dhuha: 10)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk &lt;b&gt;orang miskin yang meminta&lt;/b&gt; dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. &lt;/i&gt;(QS. Adz-Dzariyah: 19)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jelas sekali di ayat ini Allah SWT menyebutkan kata: &lt;b&gt;orang miskin yang meminta&lt;/b&gt;. Jadi memang tidak salah kalau ada orang meminta lalu kita memberi. Setidaknya, ketika kita sudah memberikan, maka sudah gugur kewajiban kita. Di akhirat nanti, kita tidak akan diperkarakan dalam masalah yang satu ini. Sebab sesuai dengan laporan dan catatan malaikat, orang yang datang meminta kepada kita itu sudah kita beri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-4654777021723822734?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/4654777021723822734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=4654777021723822734' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/4654777021723822734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/4654777021723822734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/08/sedekhah-kepada-pengemis.html' title='Sedekhah kepada Pengemis'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-6891465432756050351</id><published>2008-08-21T05:23:00.000+07:00</published><updated>2008-08-21T09:23:52.370+07:00</updated><title type='text'>Just To Share -- Polygamy key to a longer life for men--</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0px;padding: 0px;"&gt;Thu, Aug 21 03:47 AM &lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px;padding: 0px;"&gt;&lt;a href="http://in.news.yahoo.com/241/20080821/1257/tnl-polygamy-key-to-a-longer-life-for-me.html"&gt;http://in.news.yahoo.com/241/20080821/1257/tnl-polygamy-key-to-a-longer-life-for-me.html&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="first"&gt;It may not sound ethical but a new study suggests that polygamy can give a man a longer life. A team of researchers at the University of Sheffield in Britain has carried out the study and found that men from Polygamous cultures actually outlive those from monogamous countries in the world. "After accounting for socioeconomic differences, men aged over 60 from 140 countries that practice polygamy to varying degrees lived on average 12%longer than men from 49 mostly monogamous nations," the New Scientist quoted lead researcher Virpi Lummaa as saying. Rather than a call to polygamy, the study might solve a long-standing puzzle in human biology-Why do men live so long?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;This question only makes sense after asking the same for women who live long past menopause, according to researchers. "One answer seems to be a phenomenon called the grandmother effect. For every 10 years a woman survives past the menopause, she gains two additional grandchildren," Lummaa was quoted as saying. It seems that doting on and spoiling grandchildren aids their survival, as well as furthering some of their grandmother's genes.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Men, on contrast, can reproduce well into their 60s and even 70s and 80s, and most researchers assumed this explained their longevity.&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-6891465432756050351?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/6891465432756050351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=6891465432756050351' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/6891465432756050351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/6891465432756050351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/08/just-to-share-polygamy-key-to-longer.html' title='Just To Share -- Polygamy key to a longer life for men--'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-7599283842928920383</id><published>2008-08-20T11:09:00.000+07:00</published><updated>2008-08-20T15:09:27.504+07:00</updated><title type='text'>KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA DAN PAHALANYA </title><content type='html'>&lt;title&gt;Keutamaan Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Dan Pahalanya&lt;/title&gt; &lt;p align="justify"&gt;Oleh&lt;br&gt;Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di Antara  Fadhilah (Keutamaan) Berbakti Kepada Kedua Orang Tua.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama.&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Bahwa  berbakti kepada kedua orang tua adalah amal yang paling utama. Dengan dasar  diantaranya yaitu hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang disepakati oleh  Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas'ud  radhiyallahu 'anhu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Dari Abdullah bin Mas'ud katanya, "Aku  bertanya kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling  utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, Pertama  shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya),  kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah" [Hadits  Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9]&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan demikian  jika ingin kebajikan harus didahulukan amal-amal yang paling utama di antaranya  adalah birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua).&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bahwa  ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua. Dalam hadits yang  diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu HIbban, Hakim dan Imam  Tirmidzi dari sahabat Abdillah bin Amr dikatakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Dari  Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu 'anhuma dikatakan bahwa Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ridla Allah tergantung kepada keridlaan  orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua" [Hadits Riwayat  Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900),  Hakim (4/151-152)]&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bahwa berbakti kepada kedua orang tua dapat  menghilangkan kesulitan yang sedang dialami yaitu dengan cara bertawasul dengan  amal shahih tersebut. Dengan dasar hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam  dari Ibnu Umar.&lt;br&gt;"Artinya : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,  "Pada suatu hari tiga orang berjalan, lalu kehujanan. Mereka berteduh pada  sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka ada di dalamnya, tiba-tiba  sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu gua. Sebagian mereka berkata pada  yang lain, 'Ingatlah amal terbaik yang pernah kamu lakukan'. Kemudian mereka  memohon kepada Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dengan harapan agar  Allah menghilangkan kesulitan tersebut. Salah satu diantara mereka berkata, "Ya  Allah, sesungguhnya aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia  sedangkan aku mempunyai istri dan anak-anak yang masih kecil. Aku mengembala  kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kepada  kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku harus berjalan jauh untuk  mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang telah larut malam dan aku  dapati kedua orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana  sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi keduanya namun  keduanya masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk  meminta susu ini dan aku tidak memberikannya. Aku tidak akan memberikan kepada  siapa pun sebelum susu yang aku perah ini kuberikan kepada kedua orang tuaku.  Kemudian aku tunggu sampai keduanya bangun. Pagi hari ketika orang tuaku bangun,  aku berikan susu ini kepada keduanya. Setelah keduanya minum lalu kuberikan  kepada anak-anaku. Ya Allah, seandainya perbuatan ini adalah perbuatan yang baik  karena Engkau ya Allah, bukakanlah. "Maka batu yang menutupi pintu gua itupun  bergeser" [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 4/449 No. 2272), Muslim (2473)  (100) Bab Qishshah Ashabil Ghaar Ats Tsalatsah Wat-Tawasul bi Shalihil  A'mal]&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ini menunjukkan bahwa perbuatan berbakti kepada kedua orang tua  yang pernah kita lakukan, dapat digunakan untuk bertawassul kepada Allah ketika  kita mengalami kesulitan, Insya Allah kesulitan tersebut akan hilang. Berbagai  kesulitan yang dialami seseorang saat ini diantaranya karena perbuatan durhaka  kepada kedua orang tuanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kalau kita mengetahui, bagaimana beratnya  orang tua kita telah bersusah payah untuk kita, maka perbuatan 'Si Anak' yang  'bergadang' untuk memerah susu tersebut belum sebanding dengan jasa orang tuanya  ketika mengurusnya sewaktu kecil.&lt;br&gt;&lt;br&gt;'Si Anak' melakukan pekerjaan tersebut  tiap hari dengan tidak ada perasaan bosan dan lelah atau yang lainnya. Bahkan  ketika kedua orang tuanya sudah tidur, dia rela menunggu keduanya bangun di pagi  hari meskipun anaknya menangis. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan kedua orang tua  harus didahulukan daripada kebutuhan anak kita sendiri dalam rangka berbakti  kepada kedua orang tua. Bahkan dalam riwayat yang lain disebutkan berbakti  kepada orang tua harus didahulukan dari pada berbuat baik kepada istri  sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma ketika  diperintahkan oleh bapaknya (Umar bin Khaththab) untuk menceraikan istrinya, ia  bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Ceraikan istrimuu" [Hadits Riwayat Abu  Dawud No. 5138, Tirimidzi No. 1189 beliau berkata, "Hadits Hasan  Shahih"]&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam riwayat Abdullah bin Mas'ud yang disampaikan sebelumnya  disebutkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua harus didahulukan daripada  jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Begitu besarnya jasa kedua  orang tua kita, sehingga apapun yang kita lakukan untuk berbakti kepada kedua  orang tua tidak akan dapat membalas jasa keduanya. Di dalam hadits yang  diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar  Radhiyallahu 'anhuma melihat seorang menggendong ibunya untuk tawaf di Ka'bah  dan ke mana saja 'Si Ibu' menginginkan, orang tersebut bertanya kepada, "Wahai  Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa  ibuku.?" Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma, "Belum, setetespun engkau  belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu" [Shahih Al Adabul Mufrad  No.9]&lt;br&gt;&lt;br&gt;Orang tua kita telah megurusi kita mulai dari kandungan dengan  beban yang dirasakannya sangat berat dan susah payah. Demikian juga ketika  melahirkan, ibu kita mempertaruhkan jiwanya antara hidup dan mati. Ketika kita  lahir, ibu lah yang menyusui kita kemudian membersihkan kotoran kita. Semuanya  dilakukan oleh ibu kita, bukan oleh orang lain. Ibu kita selalu menemani ketika  kita terjaga dan menangis baik di pagi, siang atau malam hari. Apabila kita  sakit tidak ada yang bisa menangis kecuali ibu kita. Sementara bapak kita juga  berusaha agar kita segera sembuh dengan membawa ke dokter atau yang lain.  Sehingga kalau ditawarkan antara hidup dan mati, ibu kita akan memilih mati agar  kita tetap hidup. Itulah jasa seorang ibu terhadap  anaknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat.&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Dengan berbakti kepada kedua orang tua akan  diluaskan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dalam hadits yang disepakati  oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Anas Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi  Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Barangsiapa yang suka  diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali  silaturahmi" [Hadits Riwayat Bukhari 7/72, Muslim 2557, Abu Dawud  1693]&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam ayat-ayat Al-Qur'an atau hadits-hadits Nabi Shallallahu  'alaihi wa sallam dianjurkan untuk menyambung tali silaturahmi. Dalam  silaturahmi, yang harus didahulukan silaturahmi kepada kedua orang tua sebelum  kepada yang lain. Banyak diantara saudara-saudara kita yang sering ziarah kepada  teman-temannya tetapi kepada orang tuanya sendiri jarang bahkan tidak pernah.  Padahal ketika masih kecil dia selalu bersama ibu dan bapaknya. Tapi setelah  dewasa, seakan-akan dia tidak pernah berkumpul bahkan tidak kenal dengan kedua  orang tuanya. Sesulit apapun harus tetap diusahakan untuk bersilaturahmi kepada  kedua orang tua. Karena dengan dekat kepada keduanya insya Allah akan dimudahkan  rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa dengan  silaturahmi akan diakhirkannya ajal dan umur seseorang.[1] walaupun masih  terdapat perbedaan dikalangan para ulama tentang masalah ini, namun pendapat  yang lebih kuat berdasarkan nash dan zhahir hadits ini bahwa umurnya memang  benar-benar akan dipanjangkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelima.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Manfaat dari berbakti kepada  kedua orang tua yaitu akan dimasukkan ke jannah (surga) oleh Allah Subhanahu wa  Ta'ala. Di dalam hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam disebutkan bahwa anak  yang durhaka tidak akan masuk surga. Maka kebalikan dari hadits tersebut yaitu  anak yang berbuat baik kepada kedua orang tua akan dimasukkan oleh Allah  Subhanahu wa Ta'ala ke jannah (surga).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dosa-dosa yang Allah Subhanahu wa  Ta'ala segerakan adzabnya di dunia diantaranya adalah berbuat zhalim dan durhaka  kepada kedua orang tua. Dengan demikian jika seorang anak berbuat baik kepada  kedua orang tuanya, Allah Subahanahu wa Ta'ala akan menghindarkannya dari  berbagai malapetaka, dengan izin Allah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;[Disalin dari Kitab Birrul  Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin  Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam - Jakarta.]&lt;br&gt;_________&lt;br&gt;Foote  Note.&lt;br&gt;[1] Riyadlush Shalihin, hadits No. 319&lt;/p&gt;&lt;br&gt;&lt;title&gt;Keutamaan Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Dan Pahalanya&lt;/title&gt;Minggu, 7 Maret 2004 07:00:02 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.almanhaj.or.id/content/404/slash/0"&gt;http://www.almanhaj.or.id/content/404/slash/0&lt;/a&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-7599283842928920383?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/7599283842928920383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=7599283842928920383' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/7599283842928920383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/7599283842928920383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/08/keutamaan-berbakti-kepada-kedua-orang.html' title='KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA DAN PAHALANYA '/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-5564637186175644606</id><published>2008-08-20T11:03:00.000+07:00</published><updated>2008-08-20T15:03:24.021+07:00</updated><title type='text'>SUNNAH-SUNNAH DALAM MEMAKAI SANDAL/SEPATU</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;title&gt;Sunnah-Sunnah Dalam Memakai Sandal/Sepatu&lt;/title&gt; &lt;p align="justify"&gt;Oleh&lt;br&gt;Syaikh Khalid al Husainan&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sabda Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Apabila diantaramu memakai  sandal/sepatu maka mulailah dengan yang kanan dan apabila melepas sandal/sepatu  mulailah dengan yang kiri. Dan pakailah sandal/sepatu secara bersamaan (memakai  kedua nya) atau melepaskannya secara bersamaan" [Hadits Riwatar Muslim no.  2097]&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sunnah-sunnah tersebut adalah kebiasaan seorang muslim yang terjadi  berulang kali dalam sehari semalamnya yaitu ketika ia memakai sandal/sepatu  untuk masuk dan keluar menuju masjid, masuk dan keluar kamar mandi, tempat kerja  yang berada diluar rumah. Sehingga dapat dikatakan bahwa memakai sandal/sepatu  adalah kejadian lumrah yang terjadi berulang kali dalam keseharian seorang  muslim.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menerapkan sunnah tatkala setiap memakai atau melepaskan  sandal/sepatu dengan menghadirkan niat (yang sungguh-sungguh untuk mengikuti  sunnah) maka baginya akan mendapatkan kebaikan yang sangat besar. Kemudian  seluruh gerak-gerik, diamnya (secara otomatis) akan senantiasa berdasarkan  sunnah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;[Disalin dari kitab Aktsaru Min Alfi Sunnatin Fil Yaum  Wal Lailah, edisi Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam,  Penulis Khalid Al-Husainan, Penerjemah Zaki Rachmawan]&lt;/p&gt;&lt;br&gt;&lt;title&gt;Sunnah-Sunnah Dalam Memakai Sandal/Sepatu&lt;/title&gt;Kamis, 2 Desember 2004 07:07:24 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;title&gt;Sunnah-Sunnah Dalam Memakai Sandal/Sepatu&lt;/title&gt;Sumber :  &lt;a href="http://www.almanhaj.or.id/content/1205/slash/0"&gt;http://www.almanhaj.or.id/content/1205/slash/0&lt;/a&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-5564637186175644606?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/5564637186175644606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=5564637186175644606' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/5564637186175644606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/5564637186175644606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/08/sunnah-sunnah-dalam-memakai.html' title='SUNNAH-SUNNAH DALAM MEMAKAI SANDAL/SEPATU'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-4798668578730941941</id><published>2008-08-20T11:01:00.000+07:00</published><updated>2008-08-20T15:01:04.002+07:00</updated><title type='text'>SUNNAH-SUNNAH YANG BERKAITAN DENGAN KELUAR MASUK KAMAR MANDI</title><content type='html'>&lt;title&gt;Sunnah-Sunnah Yang Berkaitan Dengan Keluar Masuk Kamar Mandi&lt;/title&gt; &lt;p align="justify"&gt;Oleh&lt;br&gt;Syaikh Khalid al Husainan&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sunnah-Sunnahnya  Adalah:&lt;br&gt;&lt;br&gt;[a]. Masuk dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki  kanan&lt;br&gt;&lt;br&gt;[b]. Doa ketika masuk kamar mandi&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Ya Allah,  sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari godaan syaitan laki-laki dan  perempuan [Hadits Riwayat Bukhari no. 142; 6322 dan Muslim no. 375]&lt;br&gt;&lt;br&gt;[c].  Doa ketika keluar kamar mandi&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Aku minta ampun kepada-Mu  [Hadits Riwayat Seluruh penyusun sunan kecuali An Nasaaâ€™i]  [1]&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rutinitas manusia masuk kamar mandi dalam sehari semalam merupakan  kebiasaan yang terjadi berulang kali dan setiap kali keluar masuk dari kamar  mandi dengan menerapkan sunnah-sunnah tersebut maka ia telah melaksanakan dua  sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallm ketika masuk (mendahulukan kaki kiri  dan berdoa ketika masuk) dan dua sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam  ketika keluar (mendahulukan kaki kanan dan berdoa ketika keluar).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Makna  dari 'al-khubusyu wal khabai'syi'" adalah syaitan dari jenis laki-laki dan  perempuan. Berlindunglah kepada Allah dari kejahatan mereka karena sesungguhnya  kamar mandi adalah tempat tinggal mereka&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;[Disalin dari kitab Aktsaru  Min Alfi Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah, edisi Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan  Sunnah Dalam Sehari Semalam, Penulis Khalid Al-Husainan, Penerjemah Zaki  Rachmawan]&lt;br&gt;_________&lt;br&gt;Foote Note.&lt;br&gt;[1] Hadits Riwayat Abu Dawud no. 39,  Ibnu Majah no. 300 dan At-Tirmidzi no. 7. Dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam  Irwaa-ul Ghaliil no. 52&lt;/p&gt;&lt;br&gt;&lt;title&gt;Sunnah-Sunnah Yang Berkaitan Dengan Keluar Masuk Kamar Mandi&lt;/title&gt;Kamis, 29 Juli 2004 09:18:02 WIB&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.almanhaj.or.id/content/946/slash/0"&gt;http://www.almanhaj.or.id/content/946/slash/0&lt;/a&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-4798668578730941941?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/4798668578730941941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=4798668578730941941' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/4798668578730941941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/4798668578730941941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/08/sunnah-sunnah-yang-berkaitan-dengan.html' title='SUNNAH-SUNNAH YANG BERKAITAN DENGAN KELUAR MASUK KAMAR MANDI'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-2273028240958604034</id><published>2008-08-14T09:09:00.000+07:00</published><updated>2008-08-14T13:09:18.846+07:00</updated><title type='text'>--Just For Share-- Liang Kubur, Awal Perjalanan kita di Akhirat</title><content type='html'> &lt;p style="text-align: right;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;الحمد لله وكفى والصلاة والسلام على نبيه المصطفى، أما بعد&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Khalifah kaum muslimin yang keempat Utsman bin Affan &lt;em&gt;radhiyallahu’anhu&lt;/em&gt; jika melihat perkuburan beliau menangis mengucurkan air mata hingga membasahi jenggotnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari ada seorang yang bertanya:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;تذكر الجنة والنار ولا تبكي وتبكي من هذا؟&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Tatkala mengingat surga dan neraka engkau tidak menangis, mengapa engkau menangis ketika melihat perkuburan?”&lt;/em&gt; Utsman pun menjawab, &lt;em&gt;“Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;إن القبر أول منازل الآخرة فإن نجا منه فما بعده أيسر منه وإن لم ينج منه فما بعده أشد منه&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya liang kubur adalah awal perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat dari (siksaan)nya maka perjalanan selanjutnya akan lebih mudah. Namun jika ia tidak selamat dari (siksaan)nya maka (siksaan) selanjutnya akan lebih kejam.”&lt;/em&gt; (HR. Tirmidzi, beliau berkata, “hasan gharib”. Syaikh al-Albani menghasankannya dalam &lt;em&gt;Misykah al-Mashabih&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-246"&gt;&lt;/span&gt;Bagaimanakah perjalanan seseorang jika ia telah masuk di alam kubur? Hadits panjang al-Bara’ bin ‘Azib yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Imam al-Hakim dan Syaikh al-Albani menceritakan perjalanan para manusia di alam kuburnya:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Suatu hari kami mengantarkan jenazah salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari golongan Anshar. Sesampainya di perkuburan, liang lahad masih digali. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun duduk (menanti) dan kami juga duduk terdiam di sekitarnya seakan-akan di atas kepala kami ada burung gagak yang hinggap. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memainkan sepotong dahan di tangannya ke tanah, lalu beliau mengangkat kepalanya seraya bersabda, “Mohonlah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur!” Beliau ulangi perintah ini dua atau tiga kali.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya seorang yang beriman sudah tidak lagi menginginkan dunia dan telah mengharapkan akhirat (sakaratul maut), turunlah dari langit para malaikat yang bermuka cerah secerah sinar matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga lalu duduk di sekeliling mukmin tersebut sejauh mata memandang. Setelah itu turunlah malaikat pencabut nyawa dan mengambil posisi di arah kepala mukmin tersebut. Malaikat pencabut nyawa itu berkata, ‘Wahai nyawa yang mulia keluarlah engkau untuk menjemput ampunan Allah dan keridhaan-Nya’. Maka nyawa itu (dengan mudahnya) keluar dari tubuh mukmin tersebut seperti lancarnya air yang mengalir dari mulut sebuah kendil. Lalu nyawa tersebut diambil oleh malaikat pencabut nyawa dan dalam sekejap mata diserahkan kepada para malaikat yang berwajah cerah tadi lalu dibungkus dengan kafan surga dan diberi wewangian darinya pula. Hingga terciumlah bau harum seharum wewangian yang paling harum di muka bumi.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Kemudian nyawa yang telah dikafani itu diangkat ke langit. Setiap melewati sekelompok malaikat di langit mereka bertanya, ‘Nyawa siapakah yang amat mulia itu?’ ‘Ini adalah nyawa fulan bin fulan’, jawab para malaikat yang mengawalnya dengan menyebutkan namanya yang terbaik ketika di dunia. Sesampainya di langit dunia mereka meminta izin untuk memasukinya, lalu diizinkan. Maka seluruh malaikat yang ada di langit itu ikut mengantarkannya menuju langit berikutnya. Hingga mereka sampai di langit ketujuh. Di sanalah Allah berfirman, ‘Tulislah nama hambaku ini di dalam kitab ‘Iliyyin. Lalu kembalikanlah ia ke (jasadnya di) bumi, karena darinyalah Aku ciptakan mereka (para manusia), dan kepadanyalah Aku akan kembalikan, serta darinyalah mereka akan Ku bangkitkan.’&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Lalu nyawa tersebut dikembalikan ke jasadnya di dunia. Lantas datanglah dua orang malaikat yang memerintahkannya untuk duduk. Mereka berdua bertanya, ‘Siapakah rabbmu?’, ‘Rabbku adalah Allah’ jawabnya. Mereka berdua kembali bertanya, ‘Apakah agamamu?’, ‘Agamaku Islam’ sahutnya. Mereka berdua bertanya lagi, ‘Siapakah orang yang telah diutus untuk kalian?’ “Beliau adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” jawabnya. ‘Dari mana engkau tahu?’ tanya mereka berdua. ‘Aku membaca Al-Qur’an lalu aku mengimaninya dan mempercayainya’. Tiba-tiba terdengarlah suara dari langit yang menyeru, ‘(Jawaban) hamba-Ku benar! Maka hamparkanlah surga baginya, berilah dia pakaian darinya lalu bukakanlah pintu ke arahnya’. Maka menghembuslah angin segar dan harumnya surga (memasuki kuburannya) lalu kuburannya diluaskan sepanjang mata memandang.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Saat itu datanglah seorang (pemuda asing) yang amat tampan memakai pakaian yang sangat indah dan berbau harum sekali, seraya berkata, ‘Bergembiralah, inilah hari yang telah dijanjikan dulu bagimu’. Mukmin tadi bertanya, ‘Siapakah engkau? Wajahmu menandakan kebaikan’. ‘Aku adalah amal salehmu’ jawabnya. Si mukmin tadi pun berkata, ‘Wahai Rabbku (segerakanlah datangnya) hari kiamat, karena aku ingin bertemu dengan keluarga dan hartaku.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Adapun orang kafir, di saat dia dalam keadaan tidak mengharapkan akhirat dan masih menginginkan (keindahan) duniawi, turunlah dari langit malaikat yang bermuka hitam sambil membawa kain mori kasar. Lalu mereka duduk di sekelilingnya. Saat itu turunlah malaikat pencabut nyawa dan duduk di arah kepalanya seraya berkata, ‘Wahai nyawa yang hina keluarlah dan jemputlah kemurkaan dan kemarahan Allah!’. Maka nyawa orang kafir tadi ‘berlarian’ di sekujur tubuhnya. Maka malaikat pencabut nyawa tadi mencabut nyawa tersebut (dengan paksa), sebagaimana seseorang yang menarik besi beruji yang menempel di kapas basah. Begitu nyawa tersebut sudah berada di tangan malaikat pencabut nyawa, sekejap mata diambil oleh para malaikat bermuka hitam yang ada di sekelilingnya, lalu nyawa tadi segera dibungkus dengan kain mori kasar. Tiba-tiba terciumlah bau busuk sebusuk bangkai yang paling busuk di muka bumi.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Lalu nyawa tadi dibawa ke langit. Setiap mereka melewati segerombolan malaikat mereka selalu ditanya, ‘Nyawa siapakah yang amat hina ini?’, ‘Ini adalah nyawa fulan bin fulan’ jawab mereka dengan namanya yang terburuk ketika di dunia. Sesampainya di langit dunia, mereka minta izin untuk memasukinya, namun tidak diizinkan. Rasulullah membaca firman Allah:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;لا تفتح لهم أبواب السماء ولا يدخلون الجنة حتى يلج الجمل في سم الخياط&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Tidak akan dibukakan bagi mereka (orang-orang kafir) pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga, sampai seandainya unta bisa memasuki lobang jarum sekalipun.”&lt;/em&gt; (QS. Al-A’raf: 40)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Saat itu Allah berfirman, ‘Tulislah namanya di dalam Sijjin di bawah bumi’, Kemudian nyawa itu dicampakkan (dengan hina dina). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah ta’ala:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَكَأنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيْحُ فِي مَكَانٍ سَحِيْقٍ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.”&lt;/em&gt; (QS. Al-Hajj: 31)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Kemudian nyawa tadi dikembalikan ke jasadnya, hingga datanglah dua orang malaikat yang mendudukannya seraya bertanya, ‘Siapakah rabbmu?’, ‘Hah hah… aku tidak tahu’ jawabnya. Mereka berdua kembali bertanya, ‘Apakah agamamu?’ “Hah hah… aku tidak tahu’ sahutnya. Mereka berdua bertanya lagi, ‘Siapakah orang yang telah diutus untuk kalian?’ “Hah hah… aku tidak tahu’ jawabnya. Saat itu terdengar seruan dari langit, ‘Hamba-Ku telah berdusta! Hamparkan neraka baginya dan bukakan pintu ke arahnya’. Maka hawa panas dan bau busuk neraka pun bertiup ke dalam kuburannya. Lalu kuburannya di ‘press’ (oleh Allah) hingga tulang belulangnya (pecah dan) menancap satu sama lainnya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Tiba-tiba datanglah seorang yang bermuka amat buruk memakai pakaian kotor dan berbau sangat busuk, seraya berkata, ‘Aku datang membawa kabar buruk untukmu, hari ini adalah hari yang telah dijanjikan bagimu’. Orang kafir itu seraya bertanya, ‘Siapakah engkau? Wajahmu menandakan kesialan!’, ‘Aku adalah dosa-dosamu’ jawabnya. ‘Wahai Rabbku, janganlah engkau datangkan hari kiamat’ seru orang kafir tadi.&lt;/em&gt; (HR. Ahmad dalam &lt;em&gt;Al-Musnad&lt;/em&gt; (XXX/499-503) dan dishahihkan oleh al-Hakim dalam &lt;em&gt;Al-Mustadrak&lt;/em&gt; (I/39) dan al-Albani dalam &lt;em&gt;Ahkamul Janaiz&lt;/em&gt; hal. 156)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itulah dua model kehidupan orang yang telah masuk liang kubur. Jika kita menginginkan untuk menjadi orang yang dibukakan baginya pintu ke surga dan diluaskan liang kuburnya seluas mata memandang maka mari kita berusaha untuk memperbanyak untuk beramal saleh di dunia ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Suatu amalan tidak akan dianggap saleh hingga memenuhi dua syarat:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ikhlas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sesuai dengan tuntunan Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banyak sekali dalil-dalil dari Al-Qur’an maupun hadits-hadits Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; yang merupakan landasan dua syarat di atas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di antara dalil syarat pertama adalah firman Allah ta’ala:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.”&lt;/em&gt; (QS. Al-Bayyinah: 5)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di antara dalil syarat kedua adalah sabda Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak sesuai dengan petunjukku, maka amalan itu akan ditolak.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim dalam &lt;em&gt;Shahih&lt;/em&gt;-nya (III/1344 no 1718))&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah menghimpun dua syarat ini dalam firman-Nya di akhir surat Al-Kahfi:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya.”&lt;/em&gt; (QS. Al-Kahfi: 110)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka mari kita manfaatkan kehidupan dunia yang hanya sementara ini untuk benar-benar beramal saleh. Semoga kelak kita mendapatkan kenikmatan di alam kubur serta dihindarkan dari siksaan di dalamnya, amin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu ta’ala a’lam, wa shallallahu ‘ala nabiyyyina muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Tulisan ini terinspirasi dari kitab Majalis Al-Mu’minin Fi Mashalih Ad-Dun-Ya Wa Ad-Din Bi Ightinam Mawasim Rabb Al-’Alamin, karya Fu’ad bin Abdul Aziz asy-Syahlub (II/83-86)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penulis: Ustadz Abu Abdirrahman Abdullah Zaen, Lc.&lt;br&gt; Artikel &lt;a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/liang-kubur-awal-perjalanan-kita-di-akhirat.html"&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-2273028240958604034?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/2273028240958604034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=2273028240958604034' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/2273028240958604034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/2273028240958604034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/08/just-for-share-liang-kubur-awal.html' title='--Just For Share-- Liang Kubur, Awal Perjalanan kita di Akhirat'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-1329954003277160413</id><published>2008-08-13T12:46:00.000+07:00</published><updated>2008-08-13T16:46:23.748+07:00</updated><title type='text'>Renungan sesaat --Kisah Pohon Apel--</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon apel yang amat besar. Seorang kanak-kanak lelaki begitu gemar bermain-main di sekitar pohon apel ini setiap hari. Dia memanjat pohon tersebut, memetik serta memakan apel sepuas-puasnya, dan adakalanya dia beristirahat lalu terlelap di bawah pohon apel tersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangi tempat permainannya. Pohon apel itu juga menyukai anak tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Masa berlalu... anak lelaki itu sudah besar dan menjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskan masanya setiap hari bermain di sekitar pohon apel tersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepada pohon apel tersebut dengan wajah yang sedih.    "Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohon apel itu." Aku bukan lagi kanak-kanak, aku tidak lagi gemar bermain dengan engkau," jawab remaja itu." Aku ingin mainan. Aku perlukan uang untuk membelinya," tambah remaja itu dengan nada yang sedih. Lalu pohon apel itu berkata, "&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku. Jual untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang kauinginkan."&lt;br&gt;Remaja itu dengan gembiranya memetik semua apel dipohon itu dan pergi dari situ. Dia tidak kembali lagi selepas itu. Pohon apel itu merasa sedih. Masa berlalu...Suatu hari, remaja itu kembali. Dia semakin dewasa.&lt;br&gt;Pohon apel itu merasa gembira."Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohon apel itu."Aku tiada waktu untuk bermain. Aku terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin membina rumah sebagai tempat perlindungan untuk keluargaku. Maukah kau menolongku?" Tanya anak itu."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Maafkan aku. Aku tidak mempunyai rumah. Tetapi kauboleh memotong dahan-dahanku yang besar ini dan kaubuatlah rumah daripadanya." Pohon apel itu memberikan cadangan.Lalu, remaja yang semakin dewasa itu memotong kesemua dahan pohon apel itu dan pergi dengan gembiranya. Pohon apel itu pun turut gembira tetapi kemudian merasa sedih karena remaja itu tidak kembali lagi selepas itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Suatu hari yang panas, seorang lelaki datang menemui pohon apel itu. Dia sebenarnya adalah anak lelaki yang pernah bermain-main dengan pohon apel itu. Dia telah matang dan dewasa."Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohon apel itu." Maafkan aku, tetapi aku bukan lagi anak lelaki yang suka bermain-main di sekitarmu. Aku sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk belayar. Malangnya, aku tidak mempunyai perahu.  Bolehkah kau menolongku?" tanya lelaki itu."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku tidak mempunyai perahu untuk diberikan kepada kau. Tetapi kau boleh memotong batang pohon ini untuk dijadikan perahu. Kau akan dapat belayar dengan gembira," kata pohon apel itu. Lelaki itu merasa amat gembira dan menebang batang pohon apel itu. Dia kemudian pergi dari situ dengan gembiranya dan tidak kembali lagi selepas itu.  Namun begitu, pada suatu hari, seorang lelaki yang semakin dimakan usia, datang menuju pohon apel itu. Dia adalah anak lelaki yang pernah bermain di sekitar pohon apel itu."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Maafkan aku. Aku tidak ada apa-apa lagi untuk diberikan kepada kau. Aku sudah memberikan buahku untuk kau jual, dahanku untuk kau buat rumah, batangku untuk kau buat perahu. Aku hanya ada tunggul dengan akar yang hampir mati..." kata pohon apel itu dengan nada pilu."&lt;br&gt;Aku tidak mau apelmu karena aku sudah tiada bergigi untuk memakannya, aku tidak mau dahanmu karena aku sudah tua untuk memotongnya, aku tidak mau batang pohonmu karena aku tidak mau untuk belayar lagi, aku merasa lelah dan ingin istirahat," jawab lelaki tua itu."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jika begitu, istirahatlah di perduku," kata pohonapel itu. Lalu lelaki tua itu duduk beristirahat di perdu pohon apel itu dan beristirahat. Mereka berdua menangis gembira.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebenarnya, pohon apel yang dimaksudkan didalam cerita itu adalah kedua ibu bapa kita. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Bila kita masih muda, kita suka bermain dengan mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika kita meningkat remaja, kita perlukan bantuan mereka untuk meneruskan hidup. Kita tinggalkan mereka,dan hanya kembali meminta pertolongan apabila kita didalam kesusahan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun begitu, mereka tetap menolong kita dan melakukan apa saja asalkan kita bahagia dan gembira dalam hidup.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Anda mungkin terfikir bahwa anak lelaki itu bersikap kejam terhadap pohon apel itu, tetapi fikirkanlah, itu hakikatnya bagaimana kebanyakan anak-anak masa kini melayani ibu bapa mereka. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;font size="3"&gt;Hargailah jasa ibu bapa kepada kita. Jangan hanya kita menghargai mereka semasa menyambut hari ibu dan hari bapa setiap tahun.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-1329954003277160413?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/1329954003277160413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=1329954003277160413' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/1329954003277160413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/1329954003277160413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/08/renungan-sesaat-kisah-pohon-apel.html' title='Renungan sesaat --Kisah Pohon Apel--'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-581061453965974920</id><published>2008-08-13T08:21:00.000+07:00</published><updated>2008-08-13T12:21:27.497+07:00</updated><title type='text'>Yang seharusnya seorang muslim lakukan jika mendengar kokok ayam, ringkikan keledai atau gonggongan anjing...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;font-weight: bold;"&gt;PETUNJUK KETIKA MENDENGAR KOKOK AYAM ATAU RINGKIKAN KELEDAI&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;إِذَا سَمِعْتُمْ صِیَاحَ الدِّیْكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِھِ، فَإِنَّھَا&lt;br&gt;رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَھِیْقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوْا بِاللهِ مِنَ الشَّیْطَانِ،&lt;br&gt;فَإِنَّھُ رَأَى شَیْطَانًا.&lt;br&gt;"Apabila kamu mendengar ayam berkokok, mintalah anugerah kepada Allah, sesungguhnya ia melihat malaikat. Tapi apabila engkau mendengar keledai meringkik, mintalah perlindungan kepada Allah dari gangguan setan, sesungguhnya ia melihat setan”. &lt;br&gt;&lt;br&gt;(HR. Bukhari dengan Fathul Bari: 6/350, Muslim: 4/2092)&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;text-decoration: underline;"&gt;PETUNJUK APABILA MENDENGAR ANJING MENGGONGGONG&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt; إِذَا سَمِعْتُمْ نُبَاحَ الْكِلاَبِ وَنَھِیْقَ الْحَمِیْرِ بِاللَّیْلِ فَتَعَوَّذُوْا بِاللهِ&lt;br&gt;مِنْھُنَّ فَإِنَّھُنَّ یَرَیْنَ مَا لاَ تَرَوْنَ.&lt;br&gt;&lt;br&gt; “Apabila kamu mendengar anjing menggonggong dan mendengar keledai meringkik di&lt;br&gt;malam hari, mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya mereka melihat apa yang tidak kamu lihat"&lt;br&gt;&lt;br&gt;(HR. Abu Dawud: 4/327, Ahmad: 3/306. Al-Albani, menshahihkannya, dalam Shahih Abi Dawud: 3/961)&lt;br&gt;   &lt;/div&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-581061453965974920?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/581061453965974920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=581061453965974920' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/581061453965974920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/581061453965974920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/08/yang-seharusnya-seorang-muslim-lakukan.html' title='Yang seharusnya seorang muslim lakukan jika mendengar kokok ayam, ringkikan keledai atau gonggongan anjing...'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-7563992953712390710</id><published>2008-08-13T08:13:00.000+07:00</published><updated>2008-08-13T12:13:47.922+07:00</updated><title type='text'>Dahsyatnya Syirik</title><content type='html'>***&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap muslim pasti mengetahui bahwa syirik hukumnya adalah haram. Namun, apakah kita telah mengetahui hakikat syirik serta seberapa besar tingkat keharaman dan bahayanya? Boleh jadi ada yang berkata, &lt;em&gt;“Syirik itu haram, harus ditinggalkan!”&lt;/em&gt;, namun dalam kesehariannya justru bergelimang dalam amalan kesyirikan sedangkan ia tidak menyadarinya. Oleh karena itu ada baiknya kita kupas permasalahan ini agar tidak terjadi kerancuan di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-152"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Makna Syirik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alloh memberitakan bahwa tujuan penciptaan kita tidak lain adalah untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana firman Alloh, &lt;em&gt;“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”&lt;/em&gt; (Adz Dzariyat: 56). &lt;strong&gt;Ibadah&lt;/strong&gt; adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Alloh baik berupa perkataan atau perbuatan, yang lahir maupun yang batin. Ibadah disini meliputi do’a, sholat, nadzar, kurban, rasa takut, istighatsah (minta pertolongan) dan sebagainya. Ibadah ini harus ditujukan hanya kepada Alloh tidak kepada selain-Nya, sebagaimana firman Alloh Ta’ala, &lt;em&gt;“Hanya kepadaMu lah kami beribadah dan hanya kepadaMu lah kami minta pertolongan.”&lt;/em&gt; (Al Fatihah: 5)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Barangsiapa yang menujukan salah satu ibadah tersebut kepada selain Alloh maka inilah kesyirikan dan pelakunya disebut musyrik. Misalnya seorang berdo’a kepada orang yang sudah mati, berkurban (menyembelih hewan) untuk jin, takut memakai baju berwarna hijau tatkala pergi ke pantai selatan dengan keyakinan ia pasti akan ditelan ombak akibat kemarahan Nyi Roro Kidul dan sebagainya. Ini semua termasuk kesyirikan dan ia telah menjadikan orang yang sudah mati dan jin itu sebagai sekutu bagi Alloh subhanahu wa ta’ala.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kedudukan Syirik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Syirik merupakan dosa besar yang paling besar. Abdullah bin Mas’ud &lt;em&gt;rodhiyallohu ta’ala ‘anhu&lt;/em&gt; berkata: &lt;em&gt;Aku pernah bertanya kepada Rosululloh , “Dosa apakah yang paling besar di sisi Alloh?” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau menjadikan sekutu bagi Alloh, padahal Dialah yang telah menciptakanmu.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka sudah selayaknya bagi kita untuk berhati-hati jangan sampai ibadah kita tercampuri dengan kesyirikan sedikit pun, dengan jalan mempelajari ilmu agama yang benar agar kita mengetahui mana yang termasuk syirik dan mana yang bukan syirik. Hendaklah kita merasa takut terjerumus ke dalam kesyirikan, karena samarnya permasalahan ini sebagaimana sabda Nabi &lt;em&gt;shollallohu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;“Wahai umat manusia, takutlah kalian terhadap kesyirikan, karena syirik itu lebih samar dari (jejak) langkah semut.”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Syirik Menggugurkan Seluruh Amal&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang yang dalam hidupnya banyak melakukan amal sholeh seperti sholat, puasa, shodaqoh dan lainnya, namun apabila dalam hidupnya ia berbuat syirik akbar dan belum bertaubat sebelum matinya, maka seluruh amalnya akan terhapus. Alloh Ta’ala berfirman yang artinya, &lt;em&gt;“Dan jika seandainya mereka menyekutukan Alloh, maka sungguh akan hapuslah amal yang telah mereka kerjakan.”&lt;/em&gt; (Al- An’am: 88)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Begitu besarnya urusan ini, hingga Alloh Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya &lt;em&gt;shollallohu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu Jika kamu mempersekutukan Alloh, niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.”&lt;/em&gt; (Az Zumar: 65). Para Nabi saja yang begitu banyak amalan mereka diperingatkan oleh Alloh terhadap bahaya syirik, yang apabila menimpa pada diri mereka maka akan menghapuskan seluruh amalnya, lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita merasa aman dari bahaya kesyirikan?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu beruntunglah orang-orang yang menyibukkan diri dalam mempelajari masalah tauhid (lawan dari syirik) dan syirik agar bisa terhindar sejauh-jauhnya, serta merugilah orang-orang yang menyibukkan dirinya dalam masalah-masalah yang lain atau bahkan menghalang-halangi dakwah tauhid!!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pelaku Syirik Akbar Kekal di Neraka dan Dosanya Tidak Akan Diampuni Oleh Alloh Ta’ala&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alloh Ta’ala berfirman yang artinya, &lt;em&gt;“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia akan mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang Dia kehendaki.”&lt;/em&gt; (An-Nisa’: 48). Juga firman-Nya yang artinya, &lt;em&gt;“Barangsiapa yang mensekutukan Alloh, pasti Alloh haramkan atasnya untuk masuk surga. Dan tempatnya adalah di neraka. Dan tidak ada bagi orang yang dhalim ini seorang penolongpun.”&lt;/em&gt; (Al-Ma’idah: 72).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Orang Musyrik Haram Dinikahi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal ini berdasarkan firman Alloh yang artinya, &lt;em&gt;“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Alloh mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Alloh menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”&lt;/em&gt; (Al-Baqarah: 221)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sembelihan Orang-Orang Musyrik Haram Dimakan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alloh Ta’ala berfirman, &lt;em&gt;“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Alloh ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.”&lt;/em&gt; (Al-An’am: 121)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Begitu besarnya bahaya syirik, maka sudah selayaknya bagi setiap orang untuk takut terjerumus dalam dosa ini yang akan menyebabkan ia merugi di dunia dan di akhirat. Bagaimana mungkin kita tidak takut padahal Nabi &lt;em&gt;shollallohu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; saja takut terhadap masalah ini? Sampai-sampai beliau &lt;em&gt;shollallohu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; berdoa supaya dijauhkan dari perbuatan syirik. Beliau mengajarkan sebuah do’a yang artinya, &lt;em&gt;“Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan-Mu padahal aku mengetahui bahwa itu syirik. Dan ampunilah aku terhadap dosa yang tidak aku ketahui.”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semoga Alloh Ta’ala menjaga kita semua dari kesyirikan. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita &lt;em&gt;shollallohu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Penulis: Ibnu Ali Sutopo Yuwono&lt;br&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/dahsyatnya-syirik.html"&gt;http://muslim.or.id/aqidah/dahsyatnya-syirik.html&lt;/a&gt;&lt;br&gt;   &lt;/div&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-7563992953712390710?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/7563992953712390710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=7563992953712390710' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/7563992953712390710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/7563992953712390710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/08/dahsyatnya-syirik.html' title='Dahsyatnya Syirik'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-531488730585108134</id><published>2008-08-12T06:41:00.000+07:00</published><updated>2008-08-12T10:41:15.356+07:00</updated><title type='text'>--Bercermin Para Salaf-- Menjelang Kematian Abu Bakar As-Shidiq ra</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;b&gt;Mashadi &lt;br&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/bps/8811130956-menjelang-kematian.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/atk/bps/8811130956-menjelang-kematian.htm&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bentuk keadilan Allah Rabbul Azis adalah tentang adanya kematian. Semua manusia pasti akan menemui kematian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak ada satupun manusia yang dapat menolak dan menunda datangnya kematian. Kematian bukanlah episode akhir kehidupan manusia. Masih ada kehidupan yang lebih panjang, yang bersifat kekal-abadi, dan selama-lamanya, yaitu kehidupan akhirat. Kelak, posisi manusia di akhirat, sangatlah ditentukan selama kehidupannya di dunia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Bakar As-Shidiq ra, menjelang wafatnya, putrinya Aisyah datang menemui beliau. Aisyah duduk di dekat kepala ayahnya. Ia menangis: “Ayah, benar kata orang dahulu yang bersyair, &lt;br&gt; “Sungguh! Tidak ada gunanya kekayaan dunia, &lt;br&gt; Ketika napas tersengal dan dada sesak”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu, Abu Bakar ra menoleh kepada Aisyah, dan berkata: “Anakku, jangan bicara seperti itu”, ucap ayahnya. Lalu Khalifah Abu Bakar melanjutkan, katakanlah: “Dan, datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari”. (Qur’an: Qaf:19).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesudah Abu Bakar As-Shidiq wafat, banyak orang yang sibuk mencari harta peninggalannya. Khalifah Islam yang kekuasaannya sangat luas, membentang dari Bagdad sampai ke Afrika Utara, dan memimpin Dunia Islam, di mana ‘emas dunia’ (harta kekayaan ) berada di bawah kekuasaannya, rakyatnya hanya mendapati peninggalannya berupa seekor baghal dan dua potong pakaian. Sebelum wafatnya Abu Bakar berwasiat: “Kafani aku dengan satu kain saja. Kirimkan baghal dan pakaian yang satunya kepada Khalifah Umar Ibn Kaththab. Dan, katakana kepadanya: “Wahai Umar, bertakwalah kepada Allah. Jangan sampai Allah Ta’ala mewafatkan seperti aku ini”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika baghal dan k ain itu sampai kepada Umar, ia terduduk menangis seraya berkata: “Engkau menyusahkan khalifah sesudahmu, wahai Abu Bakar!”. Benar, demi Allah, Abu Bakar telah menyulitkan kahlifah sesudahnya. Demi Allah, Abu Bakar menyusahkan setiap pemimpin (Khalifah) sesudahnya untuk meneladani dan mengikuti jejak langkahnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ibnul Qayim mengisahkan bahwa setiap pagi, bersamaan terbitnya fajar matahari, Abu Bakar keluar rumah menuju kemah yang berada dipinggiran kota Madinah, tujuannya ia menemui seorang rakyatnya, wanita tua renta, buta, malang, dan sangat menderita. Abu Bakar ra menyapukan rumahnya, memasakkan makanan, dan memerahkan susu kambingnya. Inilah yang dilakukan Abu Bakar ra, orang pertama setelah Rasulullah Saw, mujahid agung, dan Khalifah Rasulullah Saw. Dan, usai membantu wanita tua itu, Abu Bakar ra, kembali ke Madinah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Umar pernah mengkuti kepergian Abu Bakar. Ke mana Khalifah Islam itu pergi setiap pagi? Ketika Abu Bakar keluar dari rumah orang tua itu, Umar pun masuk. Umar bertanya:“Kamu siapa?”, ucapnya. “Saya hanyalah seoran perempuan tua yang malang, dan menderita. Suami saya sudah lama meninggal dunia, dan tidak ada yang menghidupi saya setelah Allah, kecuali orang yang datang tadi”, jawab wanita tua itu.&lt;br&gt; Umar bertanya:“Kamu mengenalnya?”, &lt;br&gt; “Tidak.Demi Allah, saya tidak mengenalnya”, jawab wanita tua itu.&lt;br&gt; Umar bertanya lagi: “Lalu apa yang dia lakukan?”, &lt;br&gt; “Menyapu rumah, menolong memerahkan susu, dan membuatkan makanan!”, jawab wanita tua itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Mendengar tutur wanita itu, Umar terduduk sambil menangis.&lt;br&gt; Semoga Allah Ta’ala melimpahkan kesejahteraan kepada Abu Bakar, dan di antara orang-orang yang kekal di surga Nya. Semoga Allah Ta’ala meridhai nya di antara orang-orang yang shidiqin. Semoga pula Allah Ta’ala mempertemukan orangl-orang mu’min dengannya di surga. Amin. (disarikan dari Saat Mau tMenjemput - Aid al-Qarni)   &lt;/div&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-531488730585108134?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/531488730585108134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=531488730585108134' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/531488730585108134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/531488730585108134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/08/bercermin-para-salaf-menjelang-kematian.html' title='--Bercermin Para Salaf-- Menjelang Kematian Abu Bakar As-Shidiq ra'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-559729298337960147</id><published>2008-08-12T06:20:00.000+07:00</published><updated>2008-08-12T10:20:22.266+07:00</updated><title type='text'>--Just For Share-- DOA MENGANTISIPASI KELUARNYA DAJJAL</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;b&gt;Ihsan Tandjung &lt;br&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" id="byline"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;(&lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/rbb/8810155436-doa-mengantisipasi-keluarnya-dajjal.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/atk/rbb/8810155436-doa-mengantisipasi-keluarnya-dajjal.htm&lt;/a&gt;)&lt;br&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Tanda besar Kiamat yang paling pertama ialah keluarnya &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dajjal.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Dajjal merupakan anak Adam yang menjadi fitnah paling dahsyat sepanjang zaman. Bila Dajjal sudah keluar banyak manusia akan tersihir untuk mengakui bahkan mengimani Dajjal sebagai tuhan. Mereka mengira Dajjal adalah yang paling berkuasa di muka bumi. Banyak manusia akan meninggalkan keimanan kepada Allah ta’aala karena mengagumi Dajjal. Ia menjadi fitnah paling dahsyat sepanjang zaman. Bila manusia meyakini ada yang lebih berkuasa di muka bumi selain Allah ta’aala berarti ia telah menjadi musyrik, mempersekutukan Allah ta’aala dengan sesuatu selain Allah ta’aala.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="ArabCenter"&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَهْبَطَ اللَّهُ إِلَى الأَرْضِ &lt;br&gt; مُنْذُ خَلَقَ آدَمَ إِلَى أَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ فِتْنَةً أَعْظَمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;em&gt;Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Allah ta’aala tidak menurunkan ke muka bumi, sejak penciptaan Adam ’alihis-salaam hingga hari Kiamat, fitnah yang lebih dahsyat dari fitnah Dajjal.” (HR Thabrani 1672)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yusuf Al-Wabil mengatakan bahwa Dajjal adalah &lt;em&gt;Al-Masih kesesatan&lt;/em&gt; yang menyebarkan huru-hara kepada manusia dengan kejadian-kejadian luar biasa seperti sanggup menurunkan hujan, menghidupkan bumi dengan tumbuh-tumbuhan, menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Allah ta’aala dan lain sebagainya. Berbagai kehebatan inilah yang menyebabkan manusia mempercayainya sebagai tuhan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Asal makna ”dajjal” ialah ”al-kholath” (mencampur, mengacaukan, membingungkan). Dikatakan bahwa ”seseorang itu berbuat dajjal bila ia menyamarkan dan memanipulasi”, dan Dajjal adalah manipulator dan pembohong yang luar biasa.. Ia dinamakan Dajjal karena ia menutupi kebenaran dengan kebatilan, atau karena ia menutup kekafirannya terhadap orang lain dengan kebohongan, kepalsuan dan penipuannya atas mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam diisyaratkan bahwa keluarnya Dajjal bilamana ada dua kondisi di masyarakat: &lt;em&gt;pertama&lt;/em&gt;, bila kebanyakan orang awam melupakan atau mengabaikan eksistensi Dajjal. Dan &lt;em&gt;kedua&lt;/em&gt;, bila para Imam, da’i, muballigh atau tokoh Islam tidak memandang perlu memperingatkan ummat akan fitnah dahsyat Dajjal melalui mimbar-mimbar tempat mereka berda’wah atau berkhotbah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَخْرُجُ الدَّجَّالُ حَتَّى &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="ArabCenter"&gt; يَذْهَلَ النَّاسُ عَنْ ذِكْرِهِ وَحَتَّى تَتْرُكَ الْأَئِمَّةُ ذِكْرَهُ عَلَى الْمَنَابِرِ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Dajjal tidak akan muncul sehingga manusia melupakannya dan para Imam di atas mimbar-mimbar tidak mengingatkannya.” (HR Ahmad 16073)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejujurnya, kedua kondisi yang diperingatkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tampaknya sudah menjadi realitas kita dewasa ini. Maka sudah sepantasnya ummat Islam mempersiapkan diri menghadapi fitnah paling dahsyat ini. Jangan hendaknya kita bersantai-santai dan menganggap bahwa keluarnya Dajjal masih lama barangkali baru pada generasi anak atau cucu kita nanti.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/Image/Dajjal.jpg" width="150" align="left" border="2" height="153"&gt;Bahkan Ahmad Thompson, seorang penulis muslim berkebangsaan Inggris, menulis sebuah buku berjudul &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dajjal: the Anti-Christ&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Dalam buku tersebut ia menjelaskan bahwa peradaban dunia semenjak sekitar seratus tahun belakangan ini telah menjelma menjadi sebuah Sistem Dajjal. Yaitu sebuah sistem kafir yang segenap lini kehidupannya didominasi oleh Dajjalic Values (nilai-nilai Dajjal). Sebuah sistem yang secara diameteral bertolak belakang dengan sistem Kenabian yang didominasi oleh nilai-nilai keimanan. Coba perhatikan, tidak ada satupun aspek kehidupan modern dewasa ini yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Sebut saja bidang ideologi, politik, sosial, moral, seni-budaya, ekonomi, pendidikan, militer dan pertahanan keamanan. Semua telah di-&lt;em&gt;shibghah&lt;/em&gt; (baca: dicelup) oleh nilai-nilai kekufuran jauh dari &lt;em&gt;shibghah Islamiyyah&lt;/em&gt; (celupan Islam). Sistem Dajjal ini sedang menanti kehadiran oknum pimpinannya. Bila sekarang Dajjal keluar maka ia akan segera dinobatkan menjadi pimpinan sistem dunia modern. Sebab sistem ini dibangun agar &lt;em&gt;compatible &lt;/em&gt;dengan kehadiran Dajjal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka dalam situasi dunia seperti ini ummat Islam menjadi lebih relevan lagi untuk meningkatkan penghayatannya ketika membaca doa yang diajarkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam di akhir sholatnya pada saat tahiyat akhir menjelang salam ke kanan dan ke kiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ اللهم إني أعوذبك بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;em&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu ia berkata: Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Bila kalian membaca tasyahud terakhir maka hendaknya berlindung kepada Allah ta’aala dari empat perkara, "Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari (1) azab jahannam dan (2) azab kubur dan (3) fitnah kehidupan serta kematian dan dari (4) jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal" (HR Muslim 923)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-559729298337960147?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/559729298337960147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=559729298337960147' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/559729298337960147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/559729298337960147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/08/just-for-share-doa-mengantisipasi.html' title='--Just For Share-- DOA MENGANTISIPASI KELUARNYA DAJJAL'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-432697123413966488</id><published>2008-08-11T12:24:00.000+07:00</published><updated>2008-08-11T16:24:40.019+07:00</updated><title type='text'>==Just For Share== Larangan Keras Tidak Bersuci Dari Air Kencing </title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" valign="top" width="70%" align="left"&gt;&lt;span class="small"&gt;Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali					&lt;/span&gt; 					   				&lt;/td&gt; 			&lt;/tr&gt; 						&lt;tr&gt; 				&lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt; 					Thursday, 31 July 2008				&lt;/td&gt; 			&lt;/tr&gt; 					&lt;tr&gt; 			&lt;td colspan="2" valign="top"&gt; 				&lt;p&gt; Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas r.a berkata, “Rasulullah saw. melewati salah satu kebun di kota Madinah. Beliau mendengar suara dua orang manusia yang sedang disiksa dalam kubur mereka. Rasulullah saw. bersabda, &lt;em&gt;‘Keduanya tidaklah disiksa karena perkara yang besar.’[1] ‘Ya! Salah seorang dari keduanya tidak melindungi diri dari air kencingnya, sedang yang satunya lagi suka menyebarkan namimah (adu domba-ed.).’&lt;/em&gt; Kemudian beliau meminta pelepah kurma, lalu membelahnya dua bagian setelah itu beliau letakkan di atas kubur keduanya. Ada yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau berbuat seperti itu?’ Beliau menjawab, &lt;em&gt;‘Mudah-mudahan diringankan adzab mereka berdua selama pelepah itu belum mengering’,”&lt;/em&gt; (HR Bukhari [216] dan Muslim [292]).  &lt;/p&gt;   Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. berkata, “Rasulullah saw. bersabda, &lt;em&gt;‘Kebanyakan adzab kubur itu disebabkan air kencing’,”&lt;/em&gt; (Shahih, HR Ibnu Majah [348], Ahmad [II/326], [388] dan [389], dan al-Hakim [I/183]). &lt;p&gt; Diriwayatkan dari ‘Abdurrahman bin Hasanah r.a. berkata, “Rasulullah saw. keluar menemui kami, sedang di tangan beliau terdapat sebuah &lt;em&gt;daraqah&lt;/em&gt; [2] lalu beliau meletakkannya. Kemudian beliau buang air kecil di sebaliknya. Sebagian orang berkata, ‘Coba lihat kepadanya, ia buang air kecil layaknya kaum wanita.’ Rasulullah saw. mendengar perkataan tersebut, beliau bersabda, &lt;em&gt;‘Celaka kalian, tahukah kalian musibah yang menimpa salah seorang laki-laki dari kalangan Bani Israil? Dahulu Bani Israil harus memotong dengan gunting bagian yang terkena cipratan air kencing.’&lt;/em&gt; Lalu lelaki itu melarang mereka melakukan hal tersebut. Maka lelaki itupun diadzab dalam kuburnya,” (Shahih, HR Abu Dawud [22], an-Nasa’i [I/26-28], Ibnu Majah [346], Ahmad [IV/196], al-Humaidi [882], al-Hakim [I/184], Ibnu Abi Syaibah [I/222] dan [III/375-376] dan al-Baihaqi [I/104]).  &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Kandungan Bab:&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa air kencing Bani Adam adalah najis, wajib menjauhi dan membersihkan diri darinya.  	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak membersihkan diri dari air kencing termasuk dosa besar.  	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak membersihkan diri dari air kencing membuat pelakunya 	berhak mendapat adzab kubur, semoga Allah swt melindungi kita dari 	adzab kubur. 	&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; 	&lt;p&gt; 	------------------------------------------- 	&lt;/p&gt; 	&lt;p&gt; 	[1] Al-Khaththabi berkata dalam kitab &lt;em&gt;Ma’aalimus Sunan&lt;/em&gt; 	[I/27], “Maknanya adalah, keduanya tidaklah diadzab karena perkara yang 	besar bagi keduanya atau yang sulit mereka lakukan sekiranya mereka mau 	melakukannya, yaitu membersihkan diri dari air kencing dan meninggalkan 	&lt;em&gt;namimah&lt;/em&gt; (adu domba). Maksudnya, bukanlah kedua maksiat tersebut 	tidak termasuk ke dalam dosa besar dalam pandangan agama dan bahwa 	dosanya dianggap ringan dan sepele.” 	&lt;/p&gt; 	&lt;p&gt; 	[2] Yakni, sebuah perisai dari kulit yang tidak terdapat padanya kayu ataupun ikatan. 	&lt;/p&gt; 	&lt;p&gt; 	Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali, &lt;em&gt;Al-Manaahisy Syar'iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah,&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah,&lt;/em&gt; terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi'i, 2006), hlm. 1/298-300. 	&lt;/p&gt; 	&lt;p&gt; 	Oleh: Fani (&lt;a href="http://alislamu.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1329&amp;Itemid=56"&gt;http://alislamu.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1329&amp;Itemid=56&lt;/a&gt;)&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-432697123413966488?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/432697123413966488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=432697123413966488' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/432697123413966488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/432697123413966488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/08/just-for-share-larangan-keras-tidak.html' title='==Just For Share== Larangan Keras Tidak Bersuci Dari Air Kencing '/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-7952551974933174426</id><published>2008-08-06T06:48:00.002+07:00</published><updated>2008-08-07T11:06:39.429+07:00</updated><title type='text'>--Just to Share-- Surat Balasan Heraklius</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Tahoma,Arial,Courier;font-size:85%;"  &gt;Di dalam versi yang dikeluarkan oleh Abdullah bin Ahmad dan Abu                Ya'la dari Said bin Abu Rasyid, katanya: Aku pernah menemui orang                Tanukhi (dari negeri Tanukh) yang menjadi utusan Heraklius kepada                Rasulullah SAW di Himsh (Syam), dan ketika itu dia seorang yang                sudah sangat tua, dan dia tetanggaku maka aku berkata kepadanya:              &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             "Bolehkah engkau ceritakan kepadaku tentang surat kiriman Heraklius                kepada Nabi SAW dan surat Beliau yang dikirimkan kepada Heraklius",                aku membujuknya. "Boleh", jawabnya singkat. Orang tua                itu lalu bercerita, katanya: Bila Rasulullah SAW tiba di Tabuk,                Beliau mengutus &lt;a href="http://sahabatnabi.0catch.com/dihyah.htm"&gt;Dihyah Al-Kalbi ra&lt;/a&gt;. kepada                Heraklius, pembesar Romawi. Apabila surat Rasulullah SAW itu sampai                ke tangan Heraklius, dipanggilnya semua rahib-rahib gereja dan pendetanya.                Bila semua mereka telah hadir ditutupnya semua pintu-pintu, dan                tinggallah kami bersama dengannya. Heraklius berkata: "Utusan                ini datang kepada kita, sebagaimana kamu sekalian melihatnya, dan                dia menyeruku untuk memilih salah satu dari tiga perkara berikut:                Dia menyeruku untuk mengikuti agamanya, ataupun membayar upeti Jizyah                dari hasil negeri kita, sedang negeri ini tetap di bawah kekuasaan                kita, ataupun kita menemui mereka di medan perang! Demi Allah, kamu                semua telah mengetahui dari apa yang kamu baca di dalam kitab-kitab                kamu, bahwa kamu akan dikalahkannya. Maka lebih baiklah, kita mengikut                agamanya, ataupun kita berikan saja upeti dari hasil harta kita"!                Semua yang berkumpul di situ tidak senang dengan kata-kata Heraklius                itu, muka mereka merah padam kerana marah. Mereka berkata: "Apakah                engkau mengajak kita untuk meninggalkan agama Kristen, supaya kita                menjadi hamba kepada si orang badui yang datang dari negeri Hijaz                itu?" Heraklius terkejut mendengar tentangan keras dari ahli-ahli                agama itu. Dia kini yakin, bila mereka keluar dari pertemuan itu,                tentu mereka akan sebarkan berita itu di luar kepada penguasa-penguasa                negara, dan tentulah dia akan diturunkan dari kerajaannya. Maka                segeralah dia berkelit: "Eh, nanti dulu! Jangan terburu nafsu!"                kata Heraklius mempertahankan dirinya. "Sebenarnya aku katakan                begitu hanya untuk menguji pendirian kamu, apakah kamu tetap teguh                atas agama kamu itu?!" sambungnya lagi. Kemudian Heraklius                memanggil seorang Arab berbangsa Tujib yang memang menganut agama                Nasrani dari kaum Arab Kristen, lalu dia memerintahkan: "Tolong                carikan bagiku", kata Heraklius, "seorang yang pandai                berbicara bahasa Arab, yang lidahnya lidah orang Arab. Bawa dia                ke mari untuk membawa surat jawabanku kepada si orang badui itu".              &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             Berkata orang tua dari Tanukhi itu memberitakan peristiwa lama yang                dialaminya, katanya: "Aku pun dibawa kepada Heraklius lalu                dia menyerahkan kepadaku sepucuk surat yang ditulis di atas tulang,                lalu dia berkata pula: "Bawalah suratku ini kepada orang yang                mengaku Nabi itu", kata Heraklius. "Tetapi dengar baik-baik                apa yang dikatakannya, dan ingat tiga hal berikut ini, jika dia                sebutkan.&lt;/span&gt;             &lt;blockquote&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma,Arial,Courier;font-size:85%;"  &gt; Perhatikan jika                  dia menyebut sesuatu tentang surat yang dikirimkan kepadaku, dengar                  apa komentarnya? Perhatikan bila dibacakan suratku kepadanya,                  apakah dia akan menyebut perkataan &lt;b&gt;malam&lt;/b&gt;! atau tidak? Dan                  yang terakhir, coba berusaha sampai engkau dapat melihat di belakang                  tubuhnya, adakah suatu tanda yang menarik perhatianmu?! Ingat                  baik-baik tiga perkara ini, dan beritahu apa yang engkau lihat                  kepadaku!" pesan Heraklius dengan hati-hati. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/blockquote&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma,Arial,Courier;font-size:85%;"  &gt;Aku pun berangkat                pergi membawa surat Heraklius itu, hingga aku tiba di Tabuk. Di                situ aku bertanya kepada para sahabatnya: "Di mana ketua kamu,                yang dikatakan Nabi?" tanyaku. "Di sana itu! Yang sedang                duduk dikelilingi orang", jawab mereka. Aku lihat Nabi SAW                itu sedang duduk di tepi takungan Air, di mana dia telah dikelilingi                oleh para sahabatnya. Aku pun maju ke depan, lalu mereka memberikanku                tempat di depannya, bila diketahuinya aku datang sebagai utusan                dari Heraklius. Aku pun menyerahkan surat itu kepadanya, dan diletakkan                surat itu di atas pangkuannya. Kemudian dia berkata kepadaku: "Dari                mana engkau?" "Aku orang Tanukh!" jawabku. "Maukah                engkau kembali kepada agama yang suci dari kepercayaan nenek moyang                kamu Ibrahim (AS)?" tanya Nabi SAW kepadaku. "Aku ini                utusan sebuah negara dan menganut agama negara itu, tidaklah wajar                aku mengubah agamaku ini sehinggalah aku kembali kepada mereka dulu!"                jawabku dengan jujur. "Memang benar Tuhan telah mengatakan:                Sesungguhnya engkau, hai Muhammad, tidak mampu memberikan petunjuk                kepada siapa yang engkau suka, akan tetapi Allah-lah yang akan memberikan                petunjuk itu kepada siapa yang disukai-Nya, dan Dia adalah lebih                mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk itu!"                Nabi SAW terlihat kesal sekali, apabila orang menolak untuk menerima                Islam. Aku berdiam diri saja, tidak tahu apa yang mesti aku katakan                lagi.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             "Hai saudara dari Tanukh!" tiba-tiba Nabi SAW menyeruku.                "Aku telah menulis surat kepada Kisra (Pembesar Parsi), lalu                suratku dikoyak-koyakkannya, kelak Allah akan mengoyak-ngoyakkannya                dan kerajaannya", Nabi SAW berdiam sebentar. Kemudian menyambung                lagi: "Dan aku menulis surat kepada Pembesarmu, maka dia masih                ragu-ragu lagi, dan orang ramai masih boleh membuat alasan (tidak                tahu) selama kehidupan mereka aman tenteram". Nabi SAW berhenti                sebentar. Mendengar ucapan Beliau tadi aku berkata kepada diriku:                Nah, salah satu dari tiga yang dipesan oleh Heraklius supaya aku                ingat baik-baik. Aku pun keluarkan sarung isi panahku, lalu aku                catat pada kulitnya. Kemudian Beliau menyerahkan surat Heraklius                itu kepada seorang yang duduk di kirinya untuk dibacakannya. Aku                lalu membisik orang yang di sebelahku bertanya: "Siapa dia                orang yang akan membaca surat Heraklius itu?" "Mu'awiyah!"                jawab mereka. Tiba-tiba dalam surat pembesarku Heraklius ada sebutan                mengajak ke syurga yang luasnya seluas petala langit dan bumi yang                disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa". Kemudian ada bertanya:                "Di mana letaknya neraka? Bila mendengar saja bunyi pertanyaan                itu, Nabi SAW pun menjawab: "Subhanallah!, ajaib sekali pertanyaan                ini?!" ujar Nabi SAW "Jadi di manakah malam bila datang                siang?!" tanya Beliau. Aku berkata pada diriku: Ini satu lagi                dari ucapan Beliau yang mesti aku catat. Beliau telah menyebut &lt;b&gt;malam&lt;/b&gt;,                yang mesti aku sampaikan kepada Heraklius nanti. Sesudah selesai                dibacakan kepada Beliau surat yang aku bawa itu, Beliau lalu berkata                kepadaku: "Engkau patut diberi hadiah kerana engkau utusan                kepada kami", ujar Beliau. "Kalau kami ada hadiah, tentu                kami akan berikan kepadamu. Akan tetapi kami sekalian adalah orang-orang                musafir yang memyimpan bekal yang terbatas", jelas Beliau.                Tiba-tiba terdengar suatu suara dari hadapan Beliau, suara salah                seorang sahabatnya: "Aku yang akan memberikannya hadiah, jika                engkau benarkan, ya Rasulullah!" Orang itu lalu mengeluarkan                dari bungkusannya sepasang pakaian kuning dan diletakkannya di pangkuannya.                Lalu aku bertanya ingin tahu: "Siapa yang menghadiahkanku pakaian                ini?" "Usman!" jawab mereka. Kemudian Rasulullah                SAW berkata pula: "Siapa suka menerima orang ini sebagai tamunya?"                "Saya!" kata seorang pemuda dari kaum Anshar. Orang Anshar                itu pun bangun mengajak aku pergi.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;             Apabila aku hampir meninggalkan majlis Nabi SAW itu, Beliau memanggilku                pula seraya berkata: "Hai saudara dari Tanukh!", kata                Nabi SAW. Aku pun segera mendekatinya sehingga aku berdiri di sisinya.                Beliau lalu menarik pakaiannya sehingga terbuka bagian belakangnya,                sambil berkata kepadaku: "Mari ke sini, tunaikanlah tugasmu,                sebagaimana yang disuruh oleh tuanmu!" kata Beliau. Maka terlihatlah                padaku apa yang bertanda di belakang badannya itu, yaitu semacam                cap (khatamun-nubuwah) di bagian atas bahunya seperti tanda bulat                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma,Arial,Courier;font-size:85%;"  &gt;(Al-Haitsami: Ma'ma'uz-Zawa'id                8:235-236; Al-Bidayah Wan-Nihayah 5:15&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;Dikutip dari : &lt;span style=";font-family:Tahoma,Arial,Courier;font-size:85%;"  &gt;http://sahabatnabi.0catch.com/tanukhi.htm&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-7952551974933174426?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/7952551974933174426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=7952551974933174426' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/7952551974933174426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/7952551974933174426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/08/ust-to-share-surat-balasan-heraklius.html' title='--Just to Share-- Surat Balasan Heraklius'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-8349094801931109449</id><published>2008-08-04T12:05:00.000+07:00</published><updated>2008-08-04T16:05:56.878+07:00</updated><title type='text'>Sopir Bis di London, "Para Penumpang, Turun. Saya Mau Salat Dulu"</title><content type='html'>Subhanallah....disaat banyak saudara kita disini malas dan meremehkan sholat Fardhu...ada saudara kita di london, Inggris yang baru saja masuk islam, dengan yakin dan penuh kesadaran akan kewajibannya melaksanakan sholat ashar padahal ia lagi mengemudikan bis umum, sehingga terpaksa bis harus berhenti sejenak. Inilah berita selengkapnya dalam www.eramuslim.com (3/4/2008) lalu. Semoga dapat memotivasi kita agar tidak meremehkan sholat fardhu. Ya Allah, limpahkanlah Rahmat dan kasih sayang-Mu kepada sopir bis tersebut  dan kita semua, Amin.&lt;br&gt;&lt;br&gt;********************&lt;br&gt;Seorang sopir bis di Inggris membuat para penumpangnya kaget ketika tiba-tiba si sopir menghentikan bisnya dan menyuruh para penumpang turun karena ia ingin salat dulu. &lt;p&gt;Harian Inggris The Sun yang menurunkan laporan ini menulis, sopir bis adalah seorang mualaf bernama Harun. Pada &lt;i&gt;The Sun, &lt;/i&gt; Harun mengatakan, ia terpaksa menyuruh para penumpang turun karena ia harus segera salat karena waktu salat Ashar hampir habis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Sebagai seorang Muslim, saya salat lima waktu sehari semalam, tapi biasanya saya tidak pernah menyuruh penumpang turun untuk salat, " tulis&lt;i&gt; The Sun&lt;/i&gt; mengutip pernyataan Harun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para penumpang sangat kaget ketika disuruh turun, mereka pikir si sopir sedang bercanda sampai mereka melihat sopir bernama Harun itu menggelar sejadahnya dan mulai salat. Para penumpang mulai protes dan seorang perempuan dengan heran berseru, "Apa yang dia lakukan? Saya akan terlambat masuk kerja, " tulis &lt;i&gt;The Sun.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah selesai melaksanakan salatnya, Harun dengan tenang membuka pintu bisnya dan mempersilahkan para penumpang naik kembali. Tapi mereka menolak naik ke bis, hanya karena melihat Harus membawa ransel. Menurut &lt;i&gt;The Sun, &lt;/i&gt;para penumpang takut dan berpikir bahwa Harun bisa saja seorang fanatik yang ingin meledakkan bom di bis, seperti tragedi bom London tahun 2005 lalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Setelah melihat tak seorang pun mau naik lagi ke bis, si sopir lalu pergi dan kami semua menunggu bis berikutnya yang datang 20 menit kemudian, " kata seorang penumpang pada&lt;i&gt; The Sun. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas kejadian ini, perusahaan bis bersangkutan, United London menyatakan akan melakukan investigasi. (ln/al-arby)&lt;/p&gt;********************&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-8349094801931109449?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/8349094801931109449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=8349094801931109449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/8349094801931109449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/8349094801931109449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/08/sopir-bis-di-london-penumpang-turun.html' title='Sopir Bis di London, &amp;quot;Para Penumpang, Turun. Saya Mau Salat Dulu&amp;quot;'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-1954963636389897750</id><published>2008-08-01T09:43:00.000+07:00</published><updated>2008-08-01T13:43:03.446+07:00</updated><title type='text'>PEMBATAL-PEMBATAL KEISLAMAN</title><content type='html'>Sesungguhnya banyak sekali hal-hal yang dikategorikan sebagai pem-batal ke-Islam-an, namun para ulama banyak menyebutkan sepuluh pem-batal yang paling berbahaya dan paling banyak dikerjakan ummat.   &lt;br&gt; &lt;strong&gt;Pembatal-pembatal ke-Islam-an tersebut adalah:&lt;/strong&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt; Syirik atau mengadakan sekutu dalam beribadah kepada Allah –Sub-hānahu wa Ta’ālā–.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt; Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai wasīlah (perantara) dalam doa, syafa’at dan tawakkal.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt; Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, menyangsikan kekafiran mereka atau malahan membenarkan keyakinan mereka.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt; Meyakini bahwa petunjuk selain petunjuk Nabi Muhammad –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– adalah lebih sempurna dan lebih baik.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Mengganggap suatu hukum atau undang-undang selainnya lebih baik daripada syari’at Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– dan lebih mengutamakan hukum thāghūt daripada hukum Rasulullah –Shal-lallahu ‘alayhi wa Sallama–. Apabila ada seseorang meyakini bahwa un-dang-undang yang dibuat manusia lebih utama dan lebih baik dari-pada syari’at Islam, maka ia telah kafir.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Demikian pula apabila ia menganggap bahwa syari’at Islam sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, atau bahkan berang-gapan bahwa agama Islam hanya menyangkut hubungan ritual antara hamba dengan Rabbnya dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah duniawi. Demikian pula apabila seseorang memandang bahwa pelaksanaan syari’at Islam, misalnya masalah rajam dan qishash, sudah tidak sesuai lagi dengan peradaban modern (atau Hak Asasi Manusia). Begitu pula mereka yang beranggapan bahwa seseorang diperboleh-kan untuk tidak berhukum dengan hukum atau syari’at Allah –Subhā-nahu wa Ta’ālā– dalam hal sosial kemasyarakatan dan hukum-hukum lainnya, maka ia telah kafir, meskipun belum sampai pada keyakinan bahwa hukum yang dianutnya lebih utama dari hu-kum Islam.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;5.&lt;/strong&gt; Membenci hal-hal yang berasal dari Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama–, walaupun mengamalkannya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;6.&lt;/strong&gt; Mengolok-olok sebagian ajaran yang dibawa Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama–, seperti pahala atau balasan yang akan diterima.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;7.&lt;/strong&gt; Melakukan sihir, karena pelakunya dihukumi kafir.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;8.&lt;/strong&gt; Loyal terhadap orang kafir serta memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang musyrik untuk memerangi kaum muslimin.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;9.&lt;/strong&gt; Beranggapan bahwa manusia boleh keluar dari syari’at atau ajaran Nabi Muhammad –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama–.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;10.&lt;/strong&gt; Berpaling dari agama Allah –Subhānahu wa Ta’ālā–, baik karena tidak mau mempelajarinya atau karena tidak mau mengamalkannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;sumber : http://www.arrahmah.com/index.php/blog/detail/pembatal-pembatal-keislaman/&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-1954963636389897750?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/1954963636389897750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=1954963636389897750' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/1954963636389897750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/1954963636389897750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/08/pembatal-pembatal-keislaman.html' title='PEMBATAL-PEMBATAL KEISLAMAN'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-3457003986303992491</id><published>2008-07-27T11:40:00.000+07:00</published><updated>2008-07-27T15:40:48.834+07:00</updated><title type='text'>Just for Share -- Surat Umar bin Khattab kepada Sungai Nil</title><content type='html'>Sewaktu negeri Mesir ditakluki oleh tentera Islam, khalifah Umar r.a. telah melantik Amru bin Al-As sebagai Gabenor di wilayah tersebut, satu peristiwa ganjil telah berlaku semasa pemerintahannya. Air Sungai Nil dikatakan akan berhenti mengalir dan penduduk Mesir bercadang hendak melakukan satu upacara Jahiliah iaitu dengan mengorbankan seorang gadis ke dalam sungai itu. Amru bin Al-As sudah tentu berkeras tidak mahu melakukannya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;    Apabila air Sungai Nil mulai kering, penduduknya merasa cemas. Sebahagian dari mereka terpaksa berpindah ke kawasan lain. Keadaan ini memaksa Amru Al-As memulis surat kepada Khalifah Umar r.a. untuk meminta pandangannya. Saiyidina Umar pun mengirimkan jawapannya kepada Amru. Surat itu bukanlah ditujukan kepadanya, tetapi kepada Sungai Nil. Sebelum mencampakkan surat itu ke dalam Sungai Nil Amru sempat membaca isi kandungannya yang berbunyai: "Surat ini dikirimkan kepada Sungai Nil oleh Umar, hamba Allah dan Amirul Mukminin. Wahai Sungai Nil ! Jika air yang mengalir di sungai ini atas kuasamu, maka ketahuilah bahawa kami tidak memerlukan kau, tetapi jika ianya mengalir di atas kekuasaan Allah s.w.t, maka kepadanyalah kami memohon agar mengalirkan air di sungai ini." &lt;br&gt;&lt;br&gt;    Setelah dicampakkan surat itu kedalamnya, diriwayatkan sungai itupun dipenuhi semula oleh air sedalam empat puluh kaki pada malam itu juga. Semenjak hari itu lenyaplah amalan-amalan Jahiliah dikalangan penduduk Mesir.    &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-3457003986303992491?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/3457003986303992491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=3457003986303992491' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/3457003986303992491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/3457003986303992491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/07/just-for-share-surat-umar-bin-khattab.html' title='Just for Share -- Surat Umar bin Khattab kepada Sungai Nil'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-8062289457156115929</id><published>2008-07-27T11:35:00.000+07:00</published><updated>2008-07-27T15:35:52.352+07:00</updated><title type='text'>Just for Share -- Terperangkap dalam Gua</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada zaman dulu, 3 orang pemuda dalam satu perjalanan berehat di dalam sebuah gua untuk berteduh dari hujan lebat. Tiba-tiba pintu gua tertutup oleh satu batu yang besar. Mereka cuba menolak batu itu tetapi tidak berjaya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;    Mereka berusaha pelbagai cara untuk keluar tapi kesemuanya gagal. Akhirnya tiada jalan lain kecuali bermohon dan mengadu kepada Allah. Mereka tahu hanya Allah yang dapat melepaskan mereka. Keputusan diambil supaya tiap-tiap orang mengadu atau bertawassul dengan amal kebajikan yang mereka buat. &lt;br&gt;&lt;br&gt;    Pemuda pertama berdoa: "Ya Allah, saya pernah berbuat amal soleh terhadap kedua ibubapa saya. Suatu hari saya balik dari kerja dan berasa tersangat lapar. Saya sangka ibu saya sudah masak nasi tapi rupanya belum kerana kehabisan beras. Saya terus keluar untuk beli beras. Apabila pulang, saya lihat ibu saya tertidur. Saya tidak berani mengejutkannya walaupun saya tersangat lapar sehinggalah dia tersedar sendiri. Ya Allah, jika ini merupakan amal kebajikan yang ikhlas terhadap ibuku dan mendapat keredhaanMu, tolonglah kami untuk keluar dari sini." &lt;br&gt;&lt;br&gt;    Tiba-tiba pintu itu terbuka sedikit dengan kurnia Allah, namun mereka masih belum boleh keluar. &lt;br&gt;&lt;br&gt;    Giliran pemuda kedua berdoa: "Ya Allah, saya juga mempunyai amal soleh. Saya mempunyai gedung perusahaan dan mempunyai ramai pekerja. Setiap pekerja dibayar gaji tepat pada waktunya. Pada satu ketika seorang pekerja tidak datang mengambil gaji bulanannya sehingga beberapa bulan. Wang gajinya saya gunakan untuk membeli barang-barang perniagaan sehingga saya untung 10 kali ganda wang asalnya. Beberapa bulan kemudian, pekerja itu datang kembali lalu saya serahkan kesemua hartanya termasuk keuntungan yang saya niagakan. Ya Allah, sekiranya ini merupakan amal yang mendapat keredhaanMu, tolonglah kami dalam kesusahan ini!" &lt;br&gt;&lt;br&gt;    Sebaik saja habis merayu, tiba-tiba pintu itu bergerak sedikit tetapi masih belum boleh keluar. &lt;br&gt;&lt;br&gt;    Akhirnya sampai giliran pemuda ketiga: "Ya Allah, aku sebenarnya tidak mempunyai suatu amalan yang dianggap penting. Sepanjang ingatanku, hanya sekali aku berbuat baik kerana malu kepada Engkau ya Allah. Aku ditugaskan membahagi-bahagikan makanan kepada orang-orang miskin. Semasa bekerja aku terlihat seorang gadis cantik yang juga meminta bahagiannya. Setelah semua orang pulang, aku pun memanggil gadis itu dan menyatakan niat jahatku kepadanya. Gadis itu menangis seraya berkata dia rela mati kelaparan daripada melakukan dosa perbuatan terkutuk itu. Aku menjadi serba salah dan datang penyesalan yang tidak terhingga. Aku malu dan insaf atas kesalahanku. Ya Allah, sekiranya penyesalan dan taubat ini Kau terima, tolonglah kami dari kesusahan ini." &lt;br&gt;&lt;br&gt;    Tiba-tiba pintu gua itu terbuka luas dan mereka pun keluar dengan selamat. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Moral &amp; Iktibar &lt;br&gt; &lt;br&gt;  Allah memberikan bantuan kepada mereka yang benar-benar berdoa dengan penuh keikhlasan kepadaNya. &lt;br&gt;  Dalam kesempitan, kita dibolehkan bertawassul dengan amal kebajikan yang kita lakukan. &lt;br&gt;  Bertawassul juga merupakan salah satu ciri dalam Ahlus Sunnah Wal Jamaah &lt;br&gt;  Dalam melaksanakan sesuatu pekerjaan eloklah bermuafakat terlebih dahulu sebab muafakat itu membawa berkat &lt;br&gt;  Berbakti kepada ibubapa adalah satu amalan soleh &lt;br&gt;  Berlaku jujur dalam perniagaan juga amalan soleh &lt;br&gt;  Mengelak dari melakukan perzinaan adalah amalan soleh  &lt;/div&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-8062289457156115929?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/8062289457156115929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=8062289457156115929' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/8062289457156115929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/8062289457156115929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/07/just-for-share-terperangkap-dalam-gua.html' title='Just for Share -- Terperangkap dalam Gua'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-1547440431337057276</id><published>2008-07-27T11:29:00.000+07:00</published><updated>2008-07-27T15:29:27.615+07:00</updated><title type='text'>Just For Share -- Abu Hanifah yang taat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibat menolak diangkat menjadi hakim, Abu Hanifah ditangkap. Ulama ahli hukum Islam itu pun di penjara. Sang penguasa rupanya marah besar hingga menjatuhkan hukuman yang berat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam penjara, ulama besar itu setiap hari mendapat siksaan dan pukulan. Abu Hanifah sedih sekali. Yang membuatnya sedih bukan karena siksaan yang diterimanya, melainkan karena cemas memikirkan ibunya. Beliau sedih kerena kehilangan waktu untuk berbuat baik kepada ibunya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah masa hukumannya berakhir, Abu Hanifah dibebaskan. Ia bersyukur dapat bersama ibunya kembali.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Ibu, bagaimana keadaanmu selama aku tidak ada?" tanya Abu Hanifah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Alhamdulillah......ibu baik-baik saja," jawab ibu Abu Hanifah sambil tersenyum.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Abu Hanifah kembali menekuni ilmu agama Islam. Banyak orang yang belajar kepadanya. Akan tetapi, bagi ibu Abu Hanifah ia tetap hanya seorang anak. Ibunya menganggap Abu Hanifah bukan seorang ulama besar. Abu Hanifah sering mendapat teguran. Anak yang taat itu pun tak pernah membantahnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Suatu hari, ibunya brtanya tentang wajib dan sahnya shalat. Abu Hanifah lalu memberi jawaban. Ibunya tidak percaya meskipun Abu Hanifah berkata benar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Aku tak mau mendengar kata-katamu," ucap ibu Hanifah. "Aku hanya percaya pada fatwa Zar'ah Al-Qas," katanya lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Zar'ah Al-Qas adalah ulama yang pernah belajar ilmu hukum Islam kepada Abu Hanifah." Sekarang juga antarkan aku ke rumahnya,"pinta ibunya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mendengar ucapan ibunya, Abu Hanifah tidak kesal sedikit pun. Abu Hanifah mengantar ibunya ke rumah Zar'ah Al-Qas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saudaraku Zar'ah Al-Qas, ibuku meminta fatwa tentang wajib dan sahnya shalat," kata Abu Hanifah begitu tiba di rumah Zar'ah Al-Qas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Zar'ah Al-Qas terheran-heran kenapa ibu Abu Hanifah harus jauh-jauh datang ke rumahnya hanya untuk pertanyaan itu? Bukankah Abu Hanifah sendiri seorang ulama? Sudah pasti putranya itu dapat menjawab dengan mudah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Tuan, Anda kan seorang ulama besar? kenapa Anda harus datang padaku?" tanya Zar'ah Al-Qas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Ibuku hanya mau mendengar fatwa dari anda," sahut Abu Hanifah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Zar'ah tersenyum," baiklah, kalau begitu jawabanku sama dengan fatwa putra anda," kata Zar'ah Al-Qas akhirnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Ucapkanlah fatwamu," kata Abu Hanifah tegas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lalu Zar'ah Al-Qas pun memberikan fatwa. Bunyinya sama persis dengan apa yang telah diucapkan oleh Abu Hanifah. Ibu Abu Hanifah bernafas lega.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Aku percaya kalau kau yang mengatakannya," kata ibu Abu Hanifah puas. Padahal, sebetulnya fatwa dari Zar'ah Al-Qas itu hasil ijtihad (mencari dengan sungguh-sungguh) putranya sendiri, Abu Hanifah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dua hari kemudian, ibu Abu Hanifah menyuruh putranya pergi ke majelis Umar bin Zar. Lagi-lagi untuk menanyakan masalah agama. Dengan taat, Abu Hanifah mengikuti perintah ibunya. Padahal, ia sendiri dapat menjawab pertanyaan ibunya dengan mudah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Umar bin Zar merasa aneh. Hanya untuk mengajukan pertanyaan ibunya, Abu Hanifah datang ke majelisnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Tuan, Andalah ahlinya. Kenapa harus bertanya kepada saya?" kata Umar bin Zar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Abu Hanifah tetap meminta fatwa Umar bin Zar sesuai permintaan ibunya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Yang pasti, hukum membantah orang tua adalah dosa besar," kata Abu Hanifah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Umar bin Zar termangu. Ia begitu kagum akan ketaatan Abu Hanifah kepada ibunya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Baiklah, kalau begitu apa jawaban atas pertanyaan ibu Anda?"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Abu Hanifah memberikan keterangan yang diperlukan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Sekarang, sampaikanlah jawaban itu pada ibu anda. Jangan katakan kalau itu fatwa anda,"ucap Umar bin Zar sambil tersenyum.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Abu Hanifah pulang membawa fatwa Umar bin Zar yang sebetulnya jawabannya sendiri. Ibunya mempercayai apa yang diucapkan Umar bin Zar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hal seperti itu terjadi berulang-ulang. Ibunya sering menyuruh Abu Hanifah mendatangi majelis-majelis untuk menanyakan masalah agama. Abu Hanifah selalu menaati perintah ibunya. Ibunya tidak pernah mau mendengar fatwa dari Abu Hanifah meskipun beliau seorang ulama yang sangat pintar.&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br&gt;Compiled by Erman&lt;br&gt;Citramas Indah E/22&lt;br&gt;Batu Besar, Batam&lt;br&gt;E-mail: 4erman@telkom.net&lt;br&gt;&lt;/span&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-1547440431337057276?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/1547440431337057276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=1547440431337057276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/1547440431337057276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/1547440431337057276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/07/just-for-share-abu-hanifah-yang-taat.html' title='Just For Share -- Abu Hanifah yang taat'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-3038275267625772714</id><published>2008-07-27T11:26:00.000+07:00</published><updated>2008-07-27T15:26:19.853+07:00</updated><title type='text'>Just For share -- Uang Pembawa Berkah </title><content type='html'>  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dipagi yang cerah, Rasulullah keluar rumah dengan senyumnya yang ramah dan menebarkan berkah. Beliau bermaksud jalan-jalan berkeliling pasar. Ditangannya membawa uang sebanyak delapan dirham.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Beberapa orang yang dilaluinya menyapa Rasulullah. " Ya Rasulullah, akan pergi kemanakahTuan sepagi ini?"&lt;br&gt;&lt;br&gt;" Aku hanya ingin berjalan-jalan menghirup udara pagi," jawab Rasulullah seraya tersenyum.&lt;br&gt;Diperjalanan, beliau berttemu dengan seorang perempuan yang sedang menangis dipinggir jalan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;" Mengapa kau menangis?" tanya Rasulullah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sambil tesedu-sedu, ia menceritakan apa yang menimpanya. " Aku disuruh keluargaku kepasar untuk membeli beberapa keperluan. Aku diberi uang Dua dirham. Tapi ..., sekarang uang itu hilang entah kemana...," kata perempuan itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tangisnya mesih belum terhenti. " Aku tidask bisa mendapatkan kembali uang itu. Aku  hanyalah seorang hamba sahaya...," katanya diantara isak tangis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rasulullah merasa iba melihatnya. Lalu memberilkan uangnya sebanyak dua dirham.&lt;br&gt;&lt;br&gt;" Terimalah uang ini. Aku mengganti uang dua dirhammu yang hilang itu," kata Rasul.&lt;br&gt;Betapa gembira hati perempua itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;" Terimakasih ya Rasulullah! Dengan uang ini, aku bosa belanja keperluan," sahutnya seraya menyusut air matanya.&lt;br&gt;Rawsulullah tersenyum. Beliaupun meninggalkan perempuan itu dan meneruskan perjalanannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di pasar, orang-orang sibuk menawarkan barang dagangnnya.&lt;br&gt;Rasulullah mendatangi barang-barang yang mereka tawarkan dengan wajah berseri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lalu, sepasang matanya tertumpu pada baju gamis berwarna putih yang ditawarkan seorang pedagang. Rupanya hati Rasulullah tertarik dengan gamis itu dasn bermaksud membelinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah keduanya sepakat  dengan baju gamis itu, Rasulullahpun mengeluarkan uang dari sakunya sebanyak empat dirham.&lt;br&gt;Rasulullah langsung memakai baju gamis itu. Beberapa saat kemudian, Rasulullah berjalan kembali mengelilingi pasar melihat-lihat barang lainnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari kejauhan, terdengar seorang laki-laki tua berteriak-teriak sambil bejalan terseok-seok. Pakiannya kumal dan compang-camping sampai auratnya hampir kelihatan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;" Wahai , Pengunjung Pasar...! Aku mohon belas kasihanmu. Aku sudah tak mampu lagi mengganti pakaianku yagn robek-robek ini. Pakaianku ini sudah tidak mempu lagi menahan rasa dingin...." kata orang tua itu meratap. Pengunjung pasar maupun pedagang tak ada yang mau menghiraukannya. Hanya menoleh sebentar, lalu menyibukkan diri dengan urusannya masing-masing.&lt;br&gt;&lt;br&gt;" Kasihanilah aku..., si Miskin ini ingin menutupi auratnya...&lt;br&gt;Barang siapa yang memberiku pakaian niscaya Allah akan melebihkannya dengan memberi pakaian dari surga," suaranya memelas. Tapi, tak seorang pun di pasar itu yang menaruh iba padanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rasulullah yang mendengar ratapan laki-laki itu segera mensekat ke arahnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;" Hai Orang Tua! Aku akan memberimu pakaian untuk menutup auratmu," kata Rasulullah. Tanpa pikir panjang lagi, Rasulullah melepaskan gamis yang baru dibelinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;" Ambillah! Pakailah segera baju ini," kata Rasulullah lagi. Orang tua miskin itu lalu memakai gamis pemberian Rasulullah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;" Ya Rasulullah! Sungguh engkau telah bermurah hati padaku. Allah pasti melimpahkan rahmat-Nya...," sahut orang tua itu sambil berlalu meninggalkan Rasulullah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sesaat kemudian, Rasulullah masuk kembali kedalam pasar mencari pedagang gamis tadi. Rasulullah membeli baju gamis yang lainnya seharga dua dirham. Si pedagang sangat heran karenanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;" Ya Rasulullah, engkau sudah membeli baju gamis seharga empat dirham, kenapa searang membeli lagi gamis lainnya seharga dua dirham?" tanya pedagang sambil menatap Rasulullah. Rasulullah tersenyum tenang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;" Memang betul, tadi aku sudah membeli gamis darimu. Tapi,dijalan ada orang tua yang lebih membutuhkan baju itu," tutur Rasulullah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hari sudah malam ketika Rasulullah pulang ke rumahnya. Tiba-tiba, di tengah jalan Rasulullah melihat kembali perempuan yang tadi siang ditolongnya. Perempuan itu menangis disebuah bawah pohon. Matanya tampak merah dan bengkak karena terlalu benyak menangis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rasulullah menyapa perempuan itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;" Bukankah kau ini perempuan yang kehilangan uang dua dirham?"&lt;br&gt;tanya Rasulullah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;" Benar, ya Rasulullah," jawabnya sambil terisak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;" Mengapa kau masih disini? Bukankah keluargamu sedang menunggu dirumah? Apalagi  yang kau tangisi?" tanya Rasulullah kemudian.&lt;br&gt;&lt;br&gt;" Sebenarnya, aku sudah terlalu lama pergi kepasar. Aku takut sekali jika pulang nanti, mereka akan menyiksaku," kakta perempuan itu penuh khawatir.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Baiklah....kalau kau takut dimarahi, aku akan menghubungi keluargamu," sahut Rasulullah. Perempuan itu kini merasa tenang hatinya. Rasulullah mengantar perempuan itu sampai ke rumahnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Assalamu'alaikum...,"salam Rasulullah di depan pintu rumah. Salamnya di dengarkan oleh penghuni rumah, tapi mereka tidak menjawabnya. Kemudian, Rasulullah mengulangi ucapan salamnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Assalamu'alaikum...,"ucap Rasulullah. Penghuni rumah tetap tidak menjawab salam Rasulullah. Maka, Rasulullah pun mengucapkan salamnya yang ketiga kali dengan suara agak keras.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Assalamu'alaikum....,"salam Rasulullah lagi. Mendengar salam Rasul yang agak keras, orang-orang di dalam rumah pun serentak menjawabnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Wassalamu'alaika ya Rasulullah warahmatuhu wabarakatuhu...rupanya engkau, ya Rasulullah,"jawab mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rasulullah dipersilakan masuk dengan penuh hormat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Apakah kalian tidak mendengar bahwa aku sudah mengucapkan salam sebanyak tiga kali...?"tanya Rasulullah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Benar ya Rasulullah, kami mendengarnya...,"jawab mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Tapi, kami ingin Tuan memperbanyak salam kepada kami dan anak cucu kami, agar kami semua mendapat berkah dari salammu itu," lanjutnya.&lt;br&gt;    Lalu, Rasulullah mengutarakan kedatangannya ke rumah itu. Para penghuni rumah sangat bahagia mendapat kunjungan Rasulullah yang amat mulia itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Budakmu ini sudah terlambat pulang. Ia takut apabila kembali, kalian akan menyiksanya,"kata Rasulullah. Sementara perempuan itu hanya menunduk penuh takut di belakang Rasulullah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Para penghuni rumah malah tersenyum. Tidak tampak kemarahan dan kekecewaan sedikitpun di wajah mereka. Semua menyambut budak perempuan itu dengan baik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kami sudah memaafkan dia," katanya. Membuat budak perempuan itu terkesima saking gembiranya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Sungguh ya Rasulullah, kami sudah memberimu siksaannya dengan tidak menjawab ucapan salammu yang pertama dan kedua. Kami juga telah memerdekakannya karena ia telah berjalan bersamamu. Sekarang, ia bebas dan merdeka karena Allah semata."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bukan main bahagianya budak perempuan itu. Majikannya sudah memerdekakan dirinya berkat Rasulullah yang mulia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Alhamdulillah! Sungguh aku telah beruntung dapat berjalan denganmu, ya Rasulullah...,"kata budak perempuan itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sesudah menyelesaikan urusannya, Rasulullah pun berpamitan pada pemilik rumag. Sebelumnya, Rasulullah mengatakan sesuatu di hadapan penghuni rumah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Saya belum pernah melihat uang delapan dirham yang lebih berkahnya, kecuali kali ini. Uang itu telah membawa rasa aman kepada yang ketakutan, terpenuhinya orang yang telanjang dengan sebuah pakaian, dan terbebas merdekanya seorang hamba sahaya," ungkap Rasul penuh syukur kepada Allah.&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;Compiled by Erman Citramas Indah E/22 Batu Besar, Batam E-mail: 4erman@telkom.net&lt;br&gt;    &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-3038275267625772714?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/3038275267625772714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=3038275267625772714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/3038275267625772714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/3038275267625772714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/07/just-for-share-uang-pembawa-berkah.html' title='Just For share -- Uang Pembawa Berkah '/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-1114185237368881231</id><published>2008-07-22T12:50:00.000+07:00</published><updated>2008-07-22T12:52:13.145+07:00</updated><title type='text'>Yahudi Bukan Israel</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kategori: Manhaj Salaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat memprihatinkan, banyak di antara kaum muslimin sering tidak sadar dan lepas kontrol ketika berbicara. Tidak hanya terjadi pada orang awam, bisa kita katakan juga terjadi pada sebagian besar pelajar atau bahkan mereka yang merasa memiliki banyak tsaqafah islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali mereka lupa atau mungkin tidak tahu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لاَ يُلْقِى لَهَا بَالاً يَهْوِى بِهَا فِى جَهَنَّم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya ada seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan murka Allah, diucapkan tanpa kontrol akan tetapi menjerumuskan dia ke neraka.” (HR. Al Bukhari 6478)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hafidz Ibn Hajar berkata dalam Fathul Bari ketika menjelaskan hadis ini, yang dimaksud diucapkan tanpa kontrol adalah tidak direnungkan bahayanya, tidak dipikirkan akibatnya, dan tidak diperkirakan dampak yang ditimbulkan. Hal ini semisal dengan firman Allah ketika menyebutkan tentang tuduhan terhadap Aisyah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْد اللَّه عَظِيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka sangka itu perkara ringan, padahal itu perkara besar bagi Allah.” (QS. An-Nur: 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pada artikel ini -dengan memohon pertolongan kepada Allah- penulis ingin mengingatkan satu hal terkait dengan ayat dan hadis di atas, yaitu sebuah ungkapan penamaan yang begitu mendarah daging di kalangan kaum muslimin, sekali lagi tidak hanya terjadi pada orang awam namun juga terjadi pada mereka yang mengaku paham terhadap tsaqafah islamiyah. Ungkapan yang kami maksud adalah penamaan YAHUDI dengan ISRAEL. Tulisan ini banyak kami turunkan dari sebuah risalah yang ditulis oleh Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafidzhahullah yang berjudul “Penamaan Negeri Yahudi yang Terkutuk dengan Israel”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan bahkan seolah telah menjadi kesepakatan dunia termasuk kaum muslimin bahwa negeri yahudi terlaknat yang menjajah Palestina bernama Israel. Bahkan mereka yang mengaku sangat membenci yahudi -sampai melakukan boikot produk-produk yang diduga menyumbangkan dana bagi yahudi- turut menamakan yahudi dengan israel. Akan tetapi sangat disayangkan tidak ada seorang pun yang mengingatkan bahaya besar penamaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui dan dicamkan dalam benak hati setiap muslim bahwa ISRAIL adalah nama lain dari seorang Nabi yang mulia, keturunan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَى نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرَاةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan.” (QS. Ali Imran: 93)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israil yang pada ayat di atas adalah nama lain dari Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Dan nama ini diakui sendiri oleh orang-orang yahudi, sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu: “Sekelompok orang yahudi mendatangi Nabi untuk menanyakan empat hal yang hanya diketahui oleh seorang nabi. Pada salah satu jawabannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Apakah kalian mengakui bahwa Israil adalah Ya’qub?” Mereka menjawab: “Ya, betul.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ya Allah, saksikanlah.” (HR. Daud At-Thayalisy 2846)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “Israil” merupakan susunan dua kata israa dan iil yang dalam bahasa arab artinya shafwatullah (kekasih Allah). Ada juga yang mengatakan israa dalam bahasa arab artinya ‘abdun (hamba), sedangkan iil artinya Allah, sehingga Israil dalam bahasa arab artinya ‘Abdullah (hamba Allah). (lihat Tafsir At Thabari dan Al Kasyaf ketika menjelaskan tafsir surat Al Baqarah ayat 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diketahui bersama bahwa Nabi Ya’qub adalah seorang nabi yang memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah ta’ala. Allah banyak memujinya di berbagai ayat al Qur’an. Jika kita mengetahui hal ini, maka dengan alasan apa nama Israil yang mulia disematkan kepada orang-orang yahudi terlaknat. Terlebih lagi ketika umat islam menggunakan nama ini dalam konteks kalimat yang negatif, diucapkan dengan disertai perasaan kebencian yang memuncak; Biadab Israil… Israil bangsat… Keparat Israil… Atau dimuat di majalah-majalah dan media massa yang dinisbahkan pada islam, bahkan dijadikan sebagai Head Line News; Israil membantai kaum muslimin… Agresi militer Israil ke Palestina… Israil penjajah dunia…. Dan seterusnya… namun sekali lagi, yang sangat fatal adalah ketika hal ini diucapkan tidak ada pengingkaran atau bahkan tidak merasa bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin perlu kita renungkan, pernahkah orang yang mengucapkan kalimat-kalimat di atas merasa bahwa dirinya telah menghina Nabi Ya’qub ‘alaihis salam? pernahkah orang-orang yang menulis kalimat ini di majalah-majalah yang berlabel islam dan mengajak kaum muslimin untuk mengobarkan jihad, merasa bahwa dirinya telah membuat tuduhan dusta kepada Nabi Ya’qub ‘alaihis salam? mengapa mereka tidak membayangkan bahwasanya bisa jadi ungkapan-ungkapan salah kaprah ini akan mendatangkan murka Allah - wal ‘iyaadzu billaah - karena isinya adalah pelecehan dan tuduhan bohong kepada Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Mengapa tidak disadari bahwa Nabi Ya’qub ‘alaihis salam tidak ikut serta dalam perbuatan orang-orang yahudi dan bahkan beliau berlepas diri dari perbuatan mereka yang keparat. Pernahkah mereka berfikir, apakah Nabi Israil ‘alaihis salam ridha andaikan beliau masih hidup?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al Ahzab: 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menyatakan, menyakiti orang mukmin biasa laki-laki maupun wanita sementara yang disakiti tidak melakukan kesalahan dianggap sebagai perbuatan dosa, bagaimana lagi jika yang disakiti adalah seorang Nabi yang mulia, tentu bisa dipastikan dosanya lebih besar dari pada sekedar menyakiti orang mukmin biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu disadari oleh setiap muslim, penamaan negeri yahudi dengan Israil termasuk salah satu di antara sekian banyak konspirasi (makar) yahudi terhadap dunia. Mereka tutupi kehinaan nama asli mereka YAHUDI dengan nama Bapak mereka yang mulia Nabi Israil ‘alaihis salam. Karena bisa jadi mereka sadar bahwa nama YAHUDI telah disepakati jeleknya oleh seluruh dunia, mengingat Allah telah mencela nama ini dalam banyak ayat di Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak mengingkari bahwa orang-orang yahudi merupakan keturunan Nabi Israil ‘alaihis salam, akan tetapi ini bukan berarti diperbolehkan menamakan yahudi dengan nama yang mulia ini. Bahkan yang berhak menyandang nama dan warisan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan para nabi yang lainnya adalah kaum muslimin dan bukan yahudi yang kafir. Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Ali Imran: 67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن أولى الناس بإبراهيم للذين اتبعوه وهذا النبي والذين آمنوا والله ولي المؤمنين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang yang paling berhak terhadap Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini, beserta orang-orang yang beriman, dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan taufik kepada kita dan seluruh kaum muslimin untuk mengucapkan dan melakukan perbuatan yang dicintai dan di ridai oleh Allah ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sedikitpun kami tidak berniat menghina Nabi Ya’qub ‘alaihis salam dalam penggunaan kalimat-kalimat ini sebaliknya, yang kami maksud adalah yahudi…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali ini salah satu pertanyaan yang akan dilontarkan oleh sebagian kaum muslimin ketika menerima nasihat ini. Maka jawaban singkat yang mungkin bisa kita berikan: Justru inilah yang berbahaya, seseorang melakukan sesuatu yang salah namun dia tidak sadar kalau dirinya sedang melakukan kesalahan. Bisa jadi hal ini tercakup dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu di atas. Bukankah semua pelaku perbuatan bid’ah tidak berniat buruk ketika melakukan kebid’ahannya, namun justru inilah yang menyebabkan dosa perbuatan bid’ah tingkatannya lebih besar dari melakukan dosa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah di Mekkah, Orang-orang musyrikin Quraisy mengganti nama Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Mudzammam (manusia tercela) sebagai kebalikan dari nama asli Beliau Muhammad (manusia terpuji). Mereka gunakan nama Mudzammam ini untuk menghina dan melaknat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. misalnya mereka mengatakan; “terlaknat Mudzammam”, “terkutuk Mudzammam”, dan seterusnya. Dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak merasa dicela dan dilaknat, karena yang dicela dan dilaknat orang-orang kafir adalah “Mudzammam” bukan “Muhammad”, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ألا تعجبون كيف يصرف الله عني شتم قريش ولعنهم يشتمون مذمماً ويلعنون مذمماً وأنا محمد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidakkah kalian heran, bagaimana Allah mengalihkan dariku celaan dan laknat orang Quraisy kepadaku, mereka mencela dan melaknat Mudzammam sedangkan aku Muhammad.” (HR. Ahmad &amp;amp; Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun maksud orang Quraisy adalah mencela Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun karena yang digunakan bukan nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam maka Beliau tidak menilai itu sebagai penghinaan untuknya. Dan ini dinilai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai bentuk mengalihkan penghinaan terhadap dirinya. Oleh karena itu, bisa jadi orang-orang Yahudi tidak merasa terhina dan dijelek-jelekkan karena yang dicela bukan nama mereka namun nama Nabi Ya’qub ‘alaihis salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, Allah juga melarang seseorang mengucapkan sesuatu yang menjadi pemicu munculnya sesuatu yang haram. Allah melarang kaum muslimin untuk menghina sesembahan orang-orang musyrikin, karena akan menyebabkan mereka membalas penghinaan ini dengan menghina Allah ta’ala. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa ilmu.” (QS. Al An’am: 108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala melarang kaum muslimin yang hukum asalnya boleh atau bahkan disyari’atkan - menghina sesembahan orang musyrik - karena bisa menjadi sebab orang musyrik menghina Allah subhanahu wa ta’ala. Dan kita yakin dengan seyakin-yakinnya, tidak mungkin para sahabat radhiyallahu ‘anhum yang menyaksikan turunnya ayat ini memiliki niatan sedikitpun untuk menghina Allah ta’ala. Maka bisa kita bayangkan, jika ucapan yang menjadi sebab celaan terhadap kebenaran secara tidak langsung saja dilarang, bagaimana lagi jika celaan itu keluar langsung dari mulut kaum muslimin meskipun mereka tidak berniat untuk menghina Nabi Israil ‘alaihis salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma sebatas istilah, yang pentingkan esensinya… bahkan para ulama’ memiliki kaidah “Tidak perlu memperdebatkan istilah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas telah dipaparkan bahwa menamakan negeri yahudi dengan Israil merupakan celaan terhadap Nabi Israil ‘alaihis salam, baik langsung maupun tidak langsung, baik diniatkan untuk mencela maupun tidak, semuanya dihitung mencela Nabi Israil ‘alaihis salam tanpa terkecuali. Dan kaum muslimin yang sejati selayaknya tidak meremehkan setiap perbuatan dosa atau perbuatan yang mengundang dosa. Karena dengan meremahkannya akan menyebabkan perbuatan yang mungkin nilainya kecil menjadi besar. Sebagaimana dijelaskan oleh sebagian ulama bahwa di antara salah satu penyebab dosa kecil menjadi dosa besar adalah ketika pelakunya meremehkan dosa kecil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kita telah memahami bahwa mencela, menghina, melakukan tuduhan dusta kepada seorang Nabi adalah dosa besar. Akankah hal ini kita anggap ini biasa?! Sekali lagi, akan sangat membahayakan bagi seseorang, ketika dia mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan murka Allah, sementara dia tidak sadar. Mereka sangka itu perkara ringan, padahal itu perkara besar bagi Allah. (QS. An-Nur: 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kaidah “Tidak perlu memperdebatkan istilah”, kita tidak mengingkari keabsahan kaidah ini mengingat ungkapan tersebut merupakan kaidah yang masyhur di kalangan para ulama’. Akan tetapi maksud kaidah ini tidaklah melegalkan penamaan Yahudi dengan Israel. Karena kaidah ini berlaku ketika makna istilah tersebut sudah diketahui tidak menyimpang, sebagaimana yang dipaparkan oleh Abu Hamid Al Ghazali dalam bukunya Al Mustashfaa fi Ilmil Ushul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah Israil untuk negeri yahudi telah menjadi konsensus (kesepakatan) dunia. Kita cuma ikut-ikutan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kaum muslimin selayaknya berusaha menjaga syi’ar-syi’ar islam, misalnya dengan belajar bahasa arab (baik lisan maupun tulisan), menghafalkan Al Qur’an, dan termasuk dalam hal ini adalah membiasakan diri untuk menggunakan istilah-istilah yang Allah gunakan dalam Al Qur’an atau dalam hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selama istilah tersebut dapat dipahami orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bentuk pemeliharaan terhadap syi’ar islam, para sahabat terutama Umar Ibn Al Khattab radhiyallahu ‘anhu sangat menekankan agar umat islam mempelajari bahasa arab. Beliau pernah mengatakan: “Pelajarilah bahasa arab, karena itu bagian dari agama kalian.” Beliau juga mengatakan: “Hati-hati kalian dengan bahasa selain bahasa arab.” Umar radhiyallahu ‘anhu membenci kaum muslimin membiasakan diri dengan berbicara selain bahasa arab tanpa ada kebutuhan, dan ini juga yang dipahami oleh para sahabat lainnya radhiyallahu ‘anhum. Mereka (para sahabat radhiyallahu ‘anhum) menganggap bahasa arab sebagai konsekuensi agama, sedangkan bahasa yang lainnya termasuk syi’ar kemunafikan. Karena itu, ketika para sahabat berhasil menaklukkan satu negeri tertentu, mereka segera mengajarkan bahasa arab kepada penduduknya meskipun penuh dengan kesulitan. (lihat Muqaddimah Iqtidla’ Shirathal Mustaqim, Syaikh Nashir al ‘Aql)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa arab, waktu sepertiga malam yang awal dinamakan ‘atamah. Orang-orang arab badui di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki kebiasaan menamai shalat Isya’ dengan nama waktu pelaksanaan shalat isya’ yaitu ‘atamah. Kebiasaan ini kemudian diikuti oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum dengan menamakan shalat isya’ dengan shalat ‘atamah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka melalui sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا يغلبنكم الأعراب على اسم صلاتكم فإنها العشاء إنما يدعونها العتمة لإعتامهم بالإبل لحلابها&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kalian ikut-ikutan orang arab badui dalam menamai shalat kalian, sesungguhnya dia adalah shalat Isya’, sedangkan orang badui menamai shalat isya dengan ‘atamah karena mereka mengakhirkan memerah susu unta sampai waktu malam.” (HR. Ahmad, dinyatakan Syaikh Al Arnauth sanadnya sesuai dengan syarat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Quthuby mengatakan: “Agar nama shalat isya’ tidak diganti dengan nama selain yang Allah berikan, dan ini adalah bimbingan untuk memilih istilah yang lebih utama bukan karena haram digunakan dan tidak pula menunjukkan bahwa penggunaan istilah ‘atamah tidak diperbolehkan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menggunakan istilah ini dalam hadisnya…” (‘Umdatul Qori Syarh Shahih Al Bukhari karya Al ‘Aini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat dalam menjaga syi’ar islam. Sampai menjaga istilah-istilah yang diberikan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal penggunaan istilah asing dalam penamaan shalat isya’ tidak sampai derajat haram, karena tidak mengandung makna yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan apa kita menamai mereka?! Kita menamai mereka sebagaimana nama yang Allah berikan dalam Al-Qur’an, YAHUDI dan bukan ISRAEL. Dan sebagaimana disampaikan di atas, hendaknya setiap muslim membiasakan diri dalam menamakan sesuatu sesuai dengan yang Allah berikan. Hendaknya kita namakan orang-orang yang mengaku pengikut Nabi Isa ‘alahis salam dengan NASRANI bukan KRISTIANI, kita namakan hari MINGGU dengan AHAD bukan MINGGU, kita namakan shalat dengan SHALAT bukan SEMBAHYANG dan seterusnya selama itu bisa dipahami oleh orang yang diajak bicara, sebagai bentuk penghormatan kita terhadap syi’ar-syi’ar agama islam. Wallaahu waliyyut taufiiq…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ammi Nur Baits&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-1114185237368881231?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/1114185237368881231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=1114185237368881231' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/1114185237368881231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/1114185237368881231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/07/yahudi-bukan-israel.html' title='Yahudi Bukan Israel'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-2247676032934801273</id><published>2008-07-21T07:06:00.000+07:00</published><updated>2008-07-21T11:06:25.803+07:00</updated><title type='text'>Kiat Agar Dapat Melakukan Shalat Tahajjud</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas &lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.almanhaj.or.id/content/2359/slash/0"&gt;http://www.almanhaj.or.id/content/2359/slash/0&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jumat, 22 Februari 2008 03:30:45 WIB&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ada beberapa kiat yang dapat membantu seseorang untuk bangun di malam hari guna melakukan shalat Tahajjud. Di antaranya adalah.&lt;br&gt; &lt;br&gt; [1]. Mengetahui keutamaan shalat Tahajjud dan kedudukan orang yang melakukannya di sisi Allah Ta’ala serta segala apa yang disediakan baginya berupa kebahagiaan di dunia dan akhirat, bagi mereka disediakan Surga. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Allah Ta’ala bersaksi terhadap mereka dengan kesempurnaan iman, dan tidak sama antara mereka dengan orang-orang yang tidak mengetahui. Shalat Tahajjud sebagai sebab masuk ke dalam Surga, ditinggikannya derajat di dalamnya, dan shalat Tahajjud merupakan sifat hamba-hamba Allah yang shalih serta kemuliaan bagi seorang Mukmin.&lt;br&gt; &lt;br&gt; [2]. Mengetahui perangkap syaitan dan usahanya agar manusia tidak melakukan shalat malam.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai seorang laki-laki yang tidur hingga datang waktu fajar,&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Itulah seseorang yang syaitan telah kencing di telinganya  -atau beliau bersabda- di kedua telinganya.” [1]&lt;br&gt; &lt;br&gt; ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallaahu ‘anhuma mengatakan, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Wahai ‘Abdullah, jangan kamu menjadi seperti si fulan, dahulu ia biasa melakukan shalat malam, kemudian meninggalkannya” [2]&lt;br&gt; &lt;br&gt; [3]. Memendekkan angan-angan dan banyak mengingat mati. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Hal ini dapat memberi semangat untuk beramal dan dapat menghilangkan rasa malas, berdasarkan hadits ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Jadilah engkau di dunia ini seperti orang yang asing atau orang yang sedang menyeberangi jalan.”&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma mengatakan, “Apabila berada di pagi hari, janganlah engkau menunggu waktu sore. Dan apabila berada di sore hari, janganlah engkau menunggu waktu pagi. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, dan pergunakan waktu hidupmu sebelum datang kematianmu.” [3]&lt;br&gt; &lt;br&gt; [4]. Tidur di awal malam agar memperoleh kekuatan dan semangat yang dapat membantu untuk melakukan shalat Tahajjud dan shalat Shubuh. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Hal ini berdasarkan hadits Abu Barzah radhiyallaahu ‘anhu.&lt;br&gt; &lt;br&gt; “Bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya’ dan berbincang-bincang setelahnya.”[4]&lt;br&gt; &lt;br&gt; [5]. Mempergunakan kesehatan dan waktu luang (dengan melakukan amal shalih) agar pahala kebaikannya tetap ditulis pada saat ia sakit atau sedang safar. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Apabila seorang hamba sakit atau safar, ditulislah baginya pahala perbuatan yang biasa ia lakukan ketika mukim dan sehat.” [5]&lt;br&gt; &lt;br&gt; Maka orang yang berakal hendaklah tidak terluput dari keutamaan yang agung ini. Hendaklah ia melakukan shalat Tahajjud ketika sedang sehat dan memiliki waktu luang serta melakukan berbagai amal shalih sehingga ditulislah pahala baginya apabila ia lemah atau sibuk dari melakukan amal kebaikan yang biasa ia lakukan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; [6]. Bersungguh-sungguh mengamalkan adab-adab sebelum tidur.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Yaitu, dengan tidur dalam keadaan suci, apabila masih mempunyai hadats hendaklah ia berwudhu’ dan shalat sunnah dua raka’at, membaca dzikir sebelum tidur, mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu ditiupkan serta dibacakan padanya surat al-Ikhlaash, al-Falaaq, dan an-Naas. Kemudian usaplah dengan kedua tangannya itu seluruh anggota badan yang dapat dijangkaunya (lakukan hal ini tiga kali). Jangan lupa juga membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah, dan membaca do’a sebelum tidur. Dia juga harus melakukan berbagai sebab yang dapat membangunkannya untuk shalat, seperti meletakkan jam weker di dekat kepalanya atau dengan berpesan kepada keluarganya atau temannya atau tetangganya untuk membangunkannya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; [7]. Memperhatikan sejumlah sebab yang dapat membantu untuk melakukan shalat Tahajjud.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Yaitu, dengan tidak terlalu banyak makan, tidak membuat badannya lelah dengan melakukan pekerjaan yang tidak bermanfaat, bahkan seharusnya ia mengatur pekerjaannya yang bermanfaat, tidak meninggalkan tidur siang karena itu dapat membantu bangun di malam hari, dan menjauhi dosa dan maksiyat. Disebutkan dari Sufyan ats-Tsauri rahimahullaah beliau berkata, “Selama lima bulan aku terhalang untuk melakukan shalat malam karena dosa yang aku lakukan.” [6]&lt;br&gt; &lt;br&gt; [Disalin dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu”, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, PO BOX 264 – Bogor 16001 Jawa Barat – Indonesia, Cetakan Pertama Rabi’uts Tsani 1428H/April 2007M]&lt;br&gt; __________&lt;br&gt; Foote Notes&lt;br&gt; [1]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 1144, 3270) dan Muslim (no. 774), dari Shahabat Ibnu Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu.&lt;br&gt; [2]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 1152) dan Muslim (no. 1159 (187)).&lt;br&gt; [3]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 6416), Ahmad (II/24, 132), at-Tirmidzi (no. 2333), Ibnu Majah (no. 4114), dan al-Baihaqi (III/369).&lt;br&gt; [4]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 568) dan Muslim (no. 461), lafazh ini milik al-Bukhari.&lt;br&gt; [5]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 2996), dari Shahabat Abu Musa al-Asy’ari radhiyallaahu ‘anhu&lt;br&gt; [6]. Lihat kitab Qiyaamul Lail, Fadhluhu wa Aadaabuhu wal Asbaabul Mui’iinatu ‘alaihi fii Dhau-il Kitaabi was Sunnah (hal. 50-58).&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-2247676032934801273?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/2247676032934801273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=2247676032934801273' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/2247676032934801273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/2247676032934801273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/07/kiat-agar-dapat-melakukan-shalat.html' title='Kiat Agar Dapat Melakukan Shalat Tahajjud'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-8971644526949624845</id><published>2008-07-18T09:32:00.000+07:00</published><updated>2008-07-18T13:32:03.351+07:00</updated><title type='text'>WASPADAI IKLAN SANG DUKUN! </title><content type='html'> 				&lt;small&gt;July 15, 2008 — &lt;a href="http://www.kajianislam.net/modules/wordpress/?author=3" title="Posts by Abdullah Hadrami"&gt;Abdullah Hadrami&lt;/a&gt; (www.hatibening.com)&lt;/small&gt; 				&lt;div class="entry"&gt; 					&lt;p&gt;&lt;span class="dropcap"&gt;&lt;span class="mosimage_caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="dropcap"&gt;S&lt;/span&gt;eorang lelaki paruh baya berpenampilan lusuh dengan rambut terurai tak rapi, muncul dan berkata, “Anda ingin tahu keberuntungan Anda di masa depan?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="dropcap"&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;“Ketik Reg(spasi)Weton kirim ke 9999.”&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Ilustrasi di atas adalah contoh iklan yang memanfaatkan teknologi HP yang beredar di TV akhir-akhir ini. Iklan-iklan yang mengedepankan mistis dan ghaib, bermaterikan kesyirikan, muncul bagai jamur di musim hujan. Ada yang bermodel tanggal lahir seperti disebut di atas, ada yang menggunakan primbon, ada ramalan bintang dan lain sebagainya. Pelakunya pun bermacam-macam; ada Ki Joko Bodo, Mbah Roso, ada juga Mama Lauren, dan masih banyak lagi. Dalam pandangan syariat Islam pelaku semua itu dinamakan dukun atau peramal.&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Para dukun dan peramal ini dengan terang-terangan mendakwahkan dirinya mengetahui perkara gaib, dan menyeru manusia untuk berbondong-bondong melakukan kesyirikan. Sebagian orang mungkin sudah bisa menebak, bahwa itu adalah sebuah bentuk perdukunan yang dikemas rapi. Namun, ada sebagian orang yang tidak mengerti dan terjerumus ke dalam lembah kesyirikan ini. Na´udzubillah min dzalik. Nah, sebenarnya bagaimana hakikat perdukunan dan bagaimana hukum mendatangi dukun (dengan kita mengirimkan sms kepada mereka sama saja dengan mendatanginya)?&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Berikut fatwa Syekh Ibnu Utsaimin v yang menjelaskan tentang perdukunan dan hukum mendatangi dukun:&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Kahanah (perdukunan) wazan fa’alah diambil dari kata takahhun, yaitu menerka-nerka dan mencari hakikat dengan per¬kara-perkara yang tidak ada dasarnya. Perdukunan di masa jahiliyah dinisbatkan kepada suatu kaum yang dihubungi oleh para setan yang mencuri pembicaraan dari langit dan menceritakan apa yang didengarnya kepada mereka.&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Kemudian mereka mengambil ucapan yang disampaikan kepada mereka dari langit lewat perantaraan para setan dan menambahkan pernyataan di dalamnya. Kemudian mereka menceritakan hal itu kepada manusia. Jika sesuatu terjadi yang sesuai dengan apa yang mereka katakan, maka orang-orang tertipu dengan mereka dan menjadikan mereka sebagai rujukan dalam memutuskan perkara di antara mereka serta menyimpulkan apa yang akan terjadi di masa depan. Karena itu, kita katakan, “Dukun adalah orang yang menceritakan tentang perkara-perkara ghaib di masa yang akan datang.” Sedangkan orang yang mendatangi dukun atau peramal itu terbagi menjadi tiga macam:&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Pertama, orang yang datang kepada dukun atau peramal lalu bertanya kepadanya dengan tanpa mempercayainya. Ini diharamkan. Hukuman bagi pelakunya ialah tidak diterima shalatnya selama 40 malam, sebagaimana termaktub dalam Shahih Muslim bahwa Nabi n bersabda,&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;“Barangsiapa yang datang kepada peramal lalu bertanya kepadanya tentang suatu perkara, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari atau 40 malam.” &lt;/span&gt;(Riwayat Muslim)&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Kedua, orang yang datang kepada dukun lalu bertanya kepadanya dan mempercayai apa yang diberitakannya, maka ini merupakan kekafiran kepada Allah. Karena ia mempercayai bahwa sang dukun mengetahui perkara gaib, sedangkan mempercayai seseorang tentang pengakuannya mengetahui perkara gaib adalah mendustakan firman Allah,&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;“&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah.” &lt;/span&gt;(An-Naml: 65)&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Karenanya, disinyalir dalam hadits shahih,&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;“&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt; Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad. “&lt;/span&gt; (Riwayat At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Ketiga, orang yang datang kepada dukun lalu bertanya kepadanya untuk menjelaskan ihwalnya kepada manusia, dan bahwasanya itu adalah perdukunan, pengelabuan dan penyesatan. Ini tidak mengapa. Dalil mengenai hal itu, bahwa Nabi n kedatangan Ibnu Shayyad, lalu Nabi menyembunyikan sesuatu untuknya dalam dirinya, lalu beliau bertanya kepadanya, apakah yang beliau sembunyikan untuknya? la menjawab, “Asap.” Nabi bersabda,&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;“&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Pergilah dengan hina, kamu tidak akan melampaui kemampuanmu. “&lt;/span&gt;(Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Inilah keadaan orang yang datang kepada dukun,&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Pertama, ia datang kepada dukun lalu bertanya kepadanya dengan tanpa mempercayainya dan tanpa tujuan menjelaskan keadaannya (kepada manusia). Ini diharamkan, dan hukuman bagi pelakunya ialah tidak diterima shalatnya selama 40 malam.&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Kedua, ia bertanya kepadanya dan mempercayainya. Ini kekafiran kepada Allah, yang wajib atas manusia bertaubat darinya dan kembali kepada Allah. Jika tidak bertaubat, maka ia mati di atas kekafiran.&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Ketiga, ia datang kepada dukun dan bertanya kepadanya untuk mengujinya dan menjelaskan keadaannya kepada manusia. Ini tidak mengapa.&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulannya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Hendaknya kita menjauhi segala bentuk kesyirikan yang akan menjerumuskan seseorang ke dalam neraka dan kekal di dalamnya. Di antara bentuk kesyirikan yang sekarang sedang beredar luas di layar TV adalah program SMS yang diadakan oleh para dukun dan peramal di negeri kita. Maka berhati-hatilah terhadap mereka. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari bahaya kesyirikan. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Wallahu a’lam bishawab&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;Sumber:&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Al-Majmu’ ats-Tsamin Min Fatawa Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, Jilid 2 Hal. 136 - 137&lt;/span&gt; yang disalin dari Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Fi Al-Masa’il Al-’Ashriyyah Min Fatawa Ulama’ Al-Balad Al-Haram&lt;/span&gt; edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini 3, penerbit Darul Haq. (MajalahNikah)&lt;/div&gt;  				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-8971644526949624845?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/8971644526949624845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=8971644526949624845' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/8971644526949624845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/8971644526949624845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/07/waspadai-iklan-sang-dukun.html' title='WASPADAI IKLAN SANG DUKUN! '/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-1542958755084903911</id><published>2008-06-10T14:28:00.001+07:00</published><updated>2008-06-10T14:32:34.444+07:00</updated><title type='text'>Kagum dengan Ahmadinejad ? anda harus baca link dibawah ini terlebih dahulu :</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/pol/8609232615-kagum-ahmadinejad.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/ustadz/pol/8609232615-kagum-ahmadinejad.htm&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-1542958755084903911?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/1542958755084903911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=1542958755084903911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/1542958755084903911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/1542958755084903911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/06/kagum-dengan-ahmadinejad-anda-harus.html' title='Kagum dengan Ahmadinejad ? anda harus baca link dibawah ini terlebih dahulu :'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-7108973761628688631</id><published>2008-05-19T05:56:00.000+07:00</published><updated>2008-05-19T09:56:21.560+07:00</updated><title type='text'>Benteng Terakhir (Pengantar) -Just To Share-</title><content type='html'>&lt;p id="byline"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/btm/8518184107-benteng-terakhir-pengantar.htm"&gt;Dikutip dari eramuslim.com (Oleh &lt;b&gt;Siti Aisyah Nurmi &lt;/b&gt;)&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selat Bosporus di tahun 1900 Angin semilir menghembus pohon-pohon di pantai. Aroma air asin tak terasa amis maupun mengganggu. Matahari belum tampak, namun cahayanya sudah membentuk bayang-bayang indah menyoroti dinding istana Dolma Bahce. &lt;img alt="" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/Image/Bent_Trakh_1.jpg" align="right" border="2" height="133" width="200"&gt;Di tepi pantai seorang anak lelaki duduk menikmati subuh. Ia baru saja shalat dan kini melipat alas shalatnya sebagai tempat duduk. Pagi ini ayahnya akan pulang. Matanya sebentar-sebentar nanar menatap ke mulut Selat Bosporus, menanti sosok bayangan kapal sang ayah. Kelak ia akan melaporkan pada ayahnya bahwa kemarin ia sudah berhasil menghafal surat Al-Kahfi, ayahnya akan senang, karena itulah cita-cita ayahnya, yaitu agar ia kelak menjadi ulama Al-Qur’an. Damai di sisi Istana di tepi Selat yang memisahkan 2 benua tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Hamra ditahun 1326 Taman-taman indah, pohon rindang di halaman istana yang cantik. Batu-batu berwarna menjadi batu pijakan, di rembang senja seolah bersinar di temaram maghrib. Suasana yang damai. Dikejauhan terdengar dengungan merdu, sejumlah remaja sedang menderas bait-bait indah dari kitab terindah sepanjang masa. Damai. Itu yang terasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img alt="" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/Image/Bent_Trakh_2.jpg" align="left" border="2" height="146" width="200"&gt;Kufah ditahun 140 H Siang panas dimusim seperti ini terasa menyengat. Di bawah kubah minaret angin berhembus perlahan, menyampaikan segarnya oksigen yang dihasilkan sederet pohon di sekitar masjid megah di tengah kota yang gagah. Sejumlah pemuda duduk-duduk berbincang di selasar masjid, obrolan-obrolan bermanfaat, seputar makna khusyu’ dan cara mencapainya. Suasana musim panas tak sampai membuat pembicaraan menjadi buntu maupun panas. Yang ikut mendengarkan akan tertarik untuk mempraktekkan khusyu’.....sebab khusyu’ adalah ilmu yang bernilai tinggi yang bisa menghantarkan pengamalnya ke tempat yang lebih indah dari tempat ini...Syurga Jannatun Na’im. Damai....itu juga terasa di sini. Dimusim panas di Kufah di tahun ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Madinah Al-Munawaroh ditahun 629 M Bilal baru saja turun dari tempatnya melantunkan adzan. Ummat bergegas mencari segayung air untuk membasuh dan kemudian dengan langkah tenang dan mantab, setiap orang mendatangi masjid untuk bersujud kepada Rabb Yang Maha Mencipta. Burung-burung terbang bergegas di langit, dalam formasi yang indah. Temaram sisa cahaya matahari membentuk bayang-bayang indah ke halaman masjid mulia. Dari dalam masjid terdengar ayat-ayat merdu dilantunkan dari hati yang bersih. Suara yang mulia Nabi SAW terdengar lantang dan merdu mengimami shalat maghrib. Tiada tempat dan suasana yang lebih damai dari ini di dunia sepanjang masa. &lt;br&gt; --------------------------------------------------&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img alt="" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/Image/Bent_Trakh_3.jpg" align="right" border="2" height="133" width="200"&gt;Darahhhhhh, darah mengalir membasahi bumi Syam, hampir 15 abad setelah Nabi yang mulia (SAW) meramalkannya. Ya, bumi Syam sedang di embargo, darah mengalir disetiap sudut bumi yang dulu disebut Syam ini. Ini Gaza, di sini ada darah..... &lt;br&gt; Tidak! Di sini tidak ada damai, yang ada adalah darahhhhhh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang wanita berhijab berjalan tergesa sambil setengah menyeret putra blasterannya. Berwajah melayu dengan putra berambut coklat berhidung mancung, dengan kulit agak coklat seperti ibunya. Namanya Salim Spencer, ayahnya dulu bernama Mark Spencer, sekarang Muhammad Spencer. Sang ibu, Juwita Spencer, orang Indonesia yang menikah dengan asli Amerika. Ia bernafas lega begitu melangkah ke apartemen tempat tinggalnya. ”Fhuiih...., what a day! I certainly don’t want to go there anymore!”. Salim bertanya dengan lirih berhati-hati: “Why are they so cruel to us mommy?”…..Segera sang ibu sadar, ia harus melindungi anaknya dari perasaan terancam, masalah psikologis yang sering melanda anak-anak muslim di sini akhir-akhir ini, di kota kecil di Amerika. Juwita segera mengalihkan perhatian anaknya kepada belanjaan yang mereka bawa: “Ooh look Salim, our ice cream nearly melt, let’s put it into the fridge first, before it melts, I know how much you hate milky strawberry juice....he he” Kemudian ia terus berbicara dengan anaknya tentang berbagai hal sampai Salim tampak kembali ceria. Dua jam kemudian Salim tampak asyik mendengarkan nasyid dari David Warnsby Ali dan Juwita duduk tenang membaca majalah muslimah. Tenang dan damai di sini, dalam rumah ini, dalam benteng ini.....tapi tidak di luar sana......&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hawa dingin menusuk di ketinggian pegunungan Hindukush Afghanistan, November 2001. Bukit batu terjal tampak bopeng-bopeng setelah dihantam bom Amerika. Seorang wanita berpurdah menatap kelu pada reruntuhan bangunan di depannya. Sisa-sisa darah masih tampak di tanah yang beku. Rumah yang runtuh itu kemarin adalah benteng perlindungannya, kini hancur....Hancur bersama jasad sang suami dan 2 putranya. Hancur se-hancur hatinya.....Tidak ada lagi benteng di sini, tidak juga damai..............&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Benteng-demi-benteng telah berjatuhan, sejak kejatuhan negeri-negeri yang jauh.....Istana Sultan Turki sudah takluk. Al-hamra tak lagi mengumandangkan adzan. Kufah menjadi kota yang berperang. Sudah sejak awal abad ini, benteng kekhalifahan terakhir tak ada lagi. &lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Apakah masih ada benteng yang tersisa?&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Seorang anak sibuk bermain butiran-butiran sagu berwarna bak mutiara. ”Ummi, Ummi, kapan dimasak? Aku mau lihat!”. Sang ibu masih sibuk mempersiapkan masakan berbuka, keringatnya mengalir di pelipis namun wajahnya tampak teduh, ”Sebentar sayang.” Di ruang tamu terdengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dari radio yang sedang menanti saat adzan ashar. Suasana Ramadhan terasa sampai ke sudut-sudut rumah. Si sulung baru saja menutup mushafnya setelah menamatkan juz 12. Hari ini hari ke 12 Ramadhan. Anak kedua dan ketiga sedang mengikuti tilawah di radio dengan menyimak mushaf masing-masing. Hanya si bungsu yang belum bisa membaca mushaf, namun di usianya yang ke empat ia sudah menamatkan buku Qiroa’ti 3. Damai di sini.... dalam rumah tangga ini. Dengan seorang ibu yang sabar, yang mampu memotivasi anak-anaknya untuk menghormati Ramadhan dan Al-Qur’an, di tengah-tengah lingkungan yang menganggap televisi sebagai sebagai barang yang wajib ditonton setiap saat. Di tengah dunia penuh dengan iming-iming materi&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ini bentengmu wahai kaum muslimin&lt;/span&gt;.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Ini benteng terakhirmu masing-masing&lt;/span&gt;. (san)&lt;/p&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-7108973761628688631?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/7108973761628688631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=7108973761628688631' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/7108973761628688631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/7108973761628688631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/05/benteng-terakhir-pengantar-just-to.html' title='Benteng Terakhir (Pengantar) -Just To Share-'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-3290021741397006081</id><published>2008-05-16T09:17:00.000+07:00</published><updated>2008-05-16T13:17:37.232+07:00</updated><title type='text'>Pemuda Muslim Manfaatkan Teknologi, Ciptakan Sajadah Canggih -Just To Share-</title><content type='html'>Dengan menggunakan sajadah berteknologi tinggi ini, diharapkan bisa meningkatkan kualitas ibadah umat Islam, terutama saat menunaikan ibadah salat. Itulah yang diungkapkan Wael Aboulsaadat, mahasiswa bidang ilmu komputer, tentang sajadah berteknologi tinggi buatannya.&lt;p&gt; Aboulsaadat mahasiswa tahun keempat yang akan meraih gelar PhD di Universitas Toronto ini berhasil mendesain sajadah yang dilengkapi dengan sensor, lampu dan display untuk menampilkan tulisan ayat-ayat suci al-Quran dan bacaan-bacaan salat. Sensor akan mendeteksi posisi kita ketika sedang salat. Sensor akan mengeluarkan getar sebagai peringatan, jika penggunanya melakukan kesalahan sehingga menyebabkan sistem kacau, misalnya hilangnya sistem yang menunjukkan langkah-langkah ketika salat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Sensor berupa getaran, kata Aboulsaadat, adalah cara untuk memberitahu adanya kesalahan tanpa harus mengganggu konsentrasi saat salat. "Sajadah ini akan meningkatkan kemampuan untuk membaca ayat-ayat suci al-Quran dan kualitas salat kita, " ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Sajadah elektronik ini, juga dilengkapi fitur untuk mengingatkan waktu-waktu salat dan hari-hari besar agama Islam, alat penunjuk arah atau kompas dengan gambar tiga dimensi masjid Haram Makkah untuk memudahkan penggunanya menemukan arah Ka'bah. Sajadah canggih itu juga dilengkapi lampu-lampu, yang bisa digunakan jika kondisi tempat salat gelap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; "Anda juga bisa mengatur dan memilih ayat-ayat suci al-Quran yang ingin dibaca dalam salat, " tambah Aboulsaadat yang masih berusia 36 tahun itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Pembuatan sajadah berteknologi tinggi ini juga tidak sembarangan. Aboulsaadat melakukan konsultasi dengan seorang ulama untuk memastikan bahwa sajadah elektronik buatannya tidak melanggar aturan-aturan dalam Islam, terutama yang terkait dengan bacaan-bacaan al-Quran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Aboulsaadat mengatakan, sajadahnya bisa menjadi prototipe dan bisa dikembangkan dan diadaptasi oleh agama lain untuk membuat alat serupa untuk mempermudah peribadahan agama masing-masing. (ln/iol)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dikutip dari : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/int/8516113702-pemuda-muslim-manfaatkan-teknologi-ciptakan-sajadah-canggih.htm"&gt;eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-3290021741397006081?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/3290021741397006081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=3290021741397006081' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/3290021741397006081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/3290021741397006081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/05/pemuda-muslim-manfaatkan-teknologi.html' title='Pemuda Muslim Manfaatkan Teknologi, Ciptakan Sajadah Canggih -Just To Share-'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-8098165163136821436</id><published>2008-05-16T07:21:00.000+07:00</published><updated>2008-05-16T11:21:38.656+07:00</updated><title type='text'>WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB -Just to Share-</title><content type='html'> &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ismail bin Marsyud bin Ibrahim  Ar-Rumaih&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Allah memberikan masing-masing waktu  dengan &lt;font style="background-color: rgb(49, 106, 197);" color="#ffffff"&gt;keutamaan&lt;/font&gt;  dan kemuliaan yang berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang  sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan  baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan  tidak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama  dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan  dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[1].  Sepertiga Akhir Malam&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya  Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Sesungguhnya  Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia  hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa,  maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan  barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya". [Shahih  Al-Bukhari, kitab Da'awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150]&lt;br&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[2]. Tatkala  Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash  Radhiyallahu 'anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam  bersabda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat  berbuka ada doa yang tidak ditolak". [Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu  Da'watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan  sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17].&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[3]. Setiap Selepas  Shalat Fardhu&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu  'alaihi wa sallam ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu  wa Ta'ala, beliau menjawab.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Di pertengahan malam yang akhir  dan setiap selesai shalat fardhu".&lt;br&gt;[Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'awaat  13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No.  2782].&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[4]. Pada Saat Perang Berkecamuk&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari Sahl bin Sa'ad  Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa&lt;br&gt;sallam  bersabda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak  ; doa pada saat adzan dan doa tatkala peang berkecamuk". [Sunan Abu Daud, kitab  Jihad 3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa' 3/360. Hakim dalam  Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan  Al-Albani dalam Ta'liq Alal Misykat 1/212 No. 672].&lt;br&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[5]. Sesaat Pada Hari  Jum'at&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu  'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Sesungguhnya pada hari Jum'at ada  satu saat yang tidak bertepatan&lt;br&gt;seorang hamba muslim shalat dan memohon  sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau  berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut". [Shahih Al-Bukhari,  kitab Da'awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6]&lt;br&gt;&lt;br&gt;Waktu yang sesaat  itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing riwayat menyebutkan  waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu  Hajar dalam Fathul Bari 11/203.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan kemungkinan besar waktu tersebut  berada pada saat imam atau khatib naik mimbar hingga selesai shalat Jum'at atau  hingga selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat  maghrib.&lt;br&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[6]. Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang  Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari 'Amr bin  'Anbasah Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam  bersabda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya :Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu  terbangun padamalam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau  akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya". [Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352  No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595]&lt;br&gt;&lt;br&gt;Terbangun tanpa  sengaja pada malam hari.[An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190]&lt;br&gt;Yang dimaksud  dengan "ta'ara minal lail" terbangun dari tidur pada malam hari.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[7]. Doa  Diantara Adzan dan Iqamah&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu bahwa  Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa&lt;br&gt;sallam bersabda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Doa  tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah". [Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144  No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab  Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal.  139]&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[8]. Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari Ibnu Abbas  Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam  bersabda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah  berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan". [Shahih Muslim, kitab  Shalat bab Nahi An Qiratul Qur'an fi Ruku' wa Sujud 2/48]&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yang dimaksud  adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.&lt;br&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[9]. Pada Saat  Sedang Kehujanan&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari Sahl bin a'ad Radhiyallahu 'anhu bahwasanya  Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Dua doa yang  tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan".  [Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh  Al-Albani dalam Shahihul Jami' No. 3078].&lt;br&gt;&lt;br&gt;Imam An-Nawawi berkata bahwa  penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak atau jarang ditolak dikarenakan  pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim.  [Fathul Qadir 3/340].&lt;br&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[10]. Pada Saat Ajal Tiba&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari Ummu Salamah  bahwa Rasulullah mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau  mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian  bersabda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan  mata akan&lt;br&gt;mengikutinya'. Semua keluarga histeris. Beliau bersabda :  'Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat  mengamini apa yang kamu ucapkan". [Shahih Muslim, kitab Janaiz  3/38]&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[11]. Pada Malam Lailatul Qadar&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala  berfirman.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.  Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya  untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit  fajar". [Al-Qadr : 3-5]&lt;br&gt;&lt;br&gt;Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul  Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. [Tuhfatud Dzakirin hal.  56]&lt;br&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[12]. Doa Pada Hari Arafah&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari 'Amr bin Syu'aib Radhiyallahu  'anhu dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam  bersabda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Artinya : Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah". [Sunan  At-Tirmidzi, bab&lt;br&gt;Jamiud Da'waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta'liq  alal Misykat 2/797 No. 2598]&lt;br&gt;&lt;br&gt;[Disalin dari buku Jahalatun nas fid du'a,  edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa, oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim  Ar-Rumaih, hal 181-189, terbitan Darul Haq, penerjemah Zainal Abidin  Lc]&lt;/p&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.almanhaj.or.id/content/101/slash/0"&gt;http://www.almanhaj.or.id/content/101/slash/0&lt;/a&gt;&lt;br&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-8098165163136821436?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/8098165163136821436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=8098165163136821436' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/8098165163136821436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/8098165163136821436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/05/waktu-waktu-yang-mustajab-just-to-share.html' title='WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB -Just to Share-'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-3152081988277989731</id><published>2008-05-14T13:48:00.000+07:00</published><updated>2008-05-14T13:50:13.209+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://aabab01.multiply.com/journal/item/164/Rasulullah_SAW_Menangis_Ketika_Di_Padang_Mahsyar_-_Just_to_share...?replies_read=26"&gt;Rasulullah menangis ketika di padang Mashyar&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-3152081988277989731?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/3152081988277989731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=3152081988277989731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/3152081988277989731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/3152081988277989731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/05/rasulullah-menangis-ketika-di-padang.html' title=''/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-7115701374545030240</id><published>2008-04-15T11:02:00.000+07:00</published><updated>2008-04-15T15:02:12.773+07:00</updated><title type='text'>KEUTAMAAN SIWAK</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Oleh Al-Ustadz Firanda Ibnu ‘Abidin As-Soronji&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span&gt;Termasuk sunnah yang paling sering dan yang paling senang dilakukan oleh Rosulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; adalah bersiwak. &lt;/span&gt;Siwak merupakan pekerjaan yang ringan namun memiliki faedah yang banyak baik bersifat keduniaan yaitu berupa kebersihan mulut, sehat dan putihnya gigi, menghilangkan bau mulut, dan lain-lain, maupun faedah-faedah yang bersifat akhirat, yaitu &lt;em&gt;ittiba’&lt;/em&gt; kepada Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; dan mendapatkan keridhoan dari Allah &lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt;. Sebagaimana sabda Rosulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt;:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-148"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;font size="4"&gt;السِّوَاكَ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;(&lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;رواه أحمد&lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;“&lt;em&gt;Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhoan bagi Rob”&lt;/em&gt;. (Hadits shohih riwayat Ahmad, &lt;em&gt;Irwaul Gholil&lt;/em&gt; no 66).&lt;sup&gt;&lt;a href="file:///D:/Islamic%20Articles/KEUTAMAAN%20SIWAK%20%C2%AB%20Aboe%20Zayd%20el-Posowy.htm#sdendnote1sym" title="sdendnote1anc" class="sdendnoteanc" name="sdendnote1anc"&gt;&lt;sup&gt;i&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;	Oleh karena itu, Rosulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; begitu bersemangat melakukannya dan sangat ingin agar umatnya pun melakukan sebagaimana yang dia lakukan, hingga beliau bersabda :&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;font size="4"&gt;لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي َلأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوْءٍ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;“&lt;em&gt;Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudlu&lt;/em&gt;. (Hadits riwayat Bukhori dan Muslim, &lt;em&gt;Irwaul Gholil&lt;/em&gt; No 70)&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;font size="4"&gt;لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي َلأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَّلاَةٍ &lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;“&lt;em&gt;Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan sholat”&lt;/em&gt;. (Hadits riwayat Bukhori dan Muslim, &lt;em&gt;Irwaul Gholil&lt;/em&gt; no 70)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Ibnu Daqiqil ‘Ied menjelaskan sebab sangat dianjurkannya bersiwak ketika akan sholat, beliau berkata: “Rahasianya yaitu bahwasanya kita diperintahkan agar dalam setiap keadaan ketika bertaqorrub kepada Allah, kita senantiasa dalam keadaan yang sempurna dan dalam keadaan bersih untuk menampakkan mulianya ibadah”. &lt;span&gt;Dikatakan bahwa perkara ini (bersiwak ketika akan sholat) berhubungan dengan malaikat karena mereka terganggu dengan bau yang tidak enak. Berkata Imam As-Shon’ani : “Dan tidaklah jauh (jika dikatakan) bahwasanya rahasianya adalah digabungkannya dua perkara yang telah disebutkan (di atas) sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari hadits Jabir &lt;em&gt;radliallahu ‘anhu&lt;/em&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;font size="4"&gt;مَنْ أَكَلَ الثَّوْمَ أَوِ الْبَصَالَ أَوِ الْكَرَّاثَ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا لإَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى بِهِ بَنُوْ آدَمَ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;“&lt;em&gt;Barang siapa yang makan bawang putih atau bawang merah atau bawang bakung maka janganlah dia mendekati mesjid kami. Sesungguhnya malaikat terganggu dengan apa-apa yang bani Adam tergaanggu dengannya”&lt;/em&gt; &lt;sup&gt;&lt;a href="file:///D:/Islamic%20Articles/KEUTAMAAN%20SIWAK%20%C2%AB%20Aboe%20Zayd%20el-Posowy.htm#sdendnote2sym" title="sdendnote2anc" class="sdendnoteanc" name="sdendnote2anc"&gt;&lt;sup&gt;ii&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Dan ternyata Rosulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; tidak hanya bersiwak ketika akan sholat saja, bahkan beliau juga bersiwak dalam berbagai keadaan. Diantaranya:&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ketika&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;dia masuk kedalam rumah…&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;font face="Traditional Arabic, Times New Roman"&gt;رَوَى شُرَيْحٌ بْنُ هَانِئِ قَالَ &lt;/font&gt;&lt;font face="AGA Arabesque, Symbol"&gt;: &lt;/font&gt;&lt;font face="Traditional Arabic, Times New Roman"&gt;سَأَلْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا بِأَيِّ شَيِءٍ يَبْدَأُ النَّبِيُّ إِذَا دَخَلَ بَيِتَهُ ؟ قَالَتْ &lt;/font&gt;&lt;font face="AGA Arabesque, Symbol"&gt;: &lt;/font&gt;&lt;font face="Traditional Arabic, Times New Roman"&gt;بِالسِّوَاكِ &lt;/font&gt;&lt;font face="AGA Arabesque, Symbol"&gt;(&lt;/font&gt;&lt;font face="Traditional Arabic, Times New Roman"&gt;رواه مسلم&lt;/font&gt;&lt;font face="AGA Arabesque, Symbol"&gt;)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;Telah meriwayatkan Syuraih bin Hani, beliau berkata :”Aku bertanya kepada ‘Aisyah : “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Rosulullah jika dia memasuki rumahnya ?” Beliau menjawab :”Bersi&lt;/em&gt;wak”. (Hadits riwayat Muslim, &lt;em&gt;Irwaul Gholil&lt;/em&gt; no 72)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Atau ketika bangun malam…&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;font size="4"&gt;عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;: &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;كَانَ رَسُوْلُ اللهِ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوْسُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Dari Hudzaifah ibnul Yaman radhillahu ‘anhu, dia berkata : &lt;em&gt;“Adalah Rosulullah jika bangun dari malam dia mencuci dan menggosok mulutnya dengan siwak”&lt;/em&gt;. (Hadits riwayat Bukhori)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bahkan dalam setiap keadaan pun boleh bagi kita untuk bersiwak&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Sesuai dengan hadits di atas (&lt;font size="4"&gt;السِّوَاكَ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ&lt;/font&gt;). Dalam hadits ini Rosulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; memutlakkannya dan tidak mengkhususkannya pada waktu-waktu tertentu. Oleh karena itu siwak boleh dilakukan setiap waktu&lt;sup&gt;&lt;a href="file:///D:/Islamic%20Articles/KEUTAMAAN%20SIWAK%20%C2%AB%20Aboe%20Zayd%20el-Posowy.htm#sdendnote3sym" title="sdendnote3anc" class="sdendnoteanc" name="sdendnote3anc"&gt;&lt;sup&gt;iii&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;, sehingga &lt;strong&gt;&lt;em&gt;tidak disyaratkan hanya bersiwak ketika mulut dalam keadaan kotor&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; .&lt;sup&gt;&lt;a href="file:///D:/Islamic%20Articles/KEUTAMAAN%20SIWAK%20%C2%AB%20Aboe%20Zayd%20el-Posowy.htm#sdendnote4sym" title="sdendnote4anc" class="sdendnoteanc" name="sdendnote4anc"&gt;&lt;sup&gt;iv&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Rosulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; sangat bersemangat ketika bersiwak, sehingga sampai keluar bunyi dari mulut beliau seakan-akan beliau muntah&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;font size="4"&gt;عَنْ أَبِي مُوْسَى اَلْأَشْعَرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;: &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;أَتَيْتُ النَّبِيَّ وَهُوَ يَسْتَاكُ بِسِوَاكٍ رَطْبٍ قَالَ وَطَرْفُ السِّوَاكِ عَلَى لِسَانِهِ وَهُوَ بَقُوْلُ أُعْ أُعْ وَالسِّوَاكُ فِيْ فِيْهِ كَأَنَّهُ يَتَهَوَّعُ &lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu berkata&lt;/em&gt; : &lt;em&gt;“Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan dia sedang bersiwak dengan siwak yang basah. Dan ujung siwak pada lidahnya dan dia sambil berkata “Uh- uh”. Dan siwak berada pada mulutnya seakan-akan beliau muntah”&lt;/em&gt;. (Hadits riwayat Bukhori dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;	Dan yang lebih menunjukan akan besarnya perhatian beliau dengan siwak yaitu bahwasanya &lt;strong&gt;&lt;em&gt;diakhir hayat beliau, beliau masih menyempatkan diri untuk bersiwak&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sebagaimana dalam hadits ‘Aisyah :&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;font face="Traditional Arabic, Times New Roman"&gt;عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;: &lt;/font&gt;&lt;font face="Traditional Arabic, Times New Roman"&gt;دَخَلَ عَبْدُ الرَّحْمنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِيْقِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى النَّبِيِّ وَ أَنَا مُسْنِدَتُهُ إلَى صَدْرِي &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;- &lt;/font&gt;&lt;font face="Traditional Arabic, Times New Roman"&gt;وَمَعَ عَبْدِ الرَّحْمنِ سِوَاكٌ رَطْبٌ يَسْتَنُّ بِهِ – فَأَبَدَّهُ رَسُوْلُ اللهِ بَصَرَهُ، فَأَخَذْتُ السِّوَاكَ فَقَضِمْتُهُ وَطَيَّبْتُهُ، ثُمَّ دَفَعْتُهُ إِلَى النَّبِيِّ فَاسْتَنَّ بِهِ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ اسْتَنَّ اسْتِنَانًا أَحْسَنَ مِنْهُ&lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;. &lt;/font&gt;&lt;font face="Traditional Arabic, Times New Roman"&gt;فَمَا عَدَا أَنْ فَرَغَ رَسُوْلُ اللهِ رَفَعَ يَدَهُ أَوْ إِصْبَعَهُ ثُمَّ قَالَ &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;: (&lt;/font&gt;&lt;font face="Traditional Arabic, Times New Roman"&gt;فِي الرَّفِيْقِ الأَعْلَى&lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;) &lt;/font&gt;&lt;font face="Traditional Arabic, Times New Roman"&gt;ثَلاَتًا، ثُمَّ قُضِيَ عَلَيْهِ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;font size="4"&gt;وَ فِي لَفْظٍ&lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;: &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;فَرَأَيْتُهُ يَنْظُرُ إِلَيْهِ، وَ عَرَفْتُ أَنَّهُ يُحِبُّ السِّوَاكَ فَقُلْتُ آخُذُهُ لَكَ ؟ فَأَشَرَ بِرَأْسِهِ &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;: &lt;/font&gt;&lt;font size="4"&gt;أنْ نَعَمْ &lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;Dari ‘Aisyah berkata : Abdurrohman bin Abu Bakar As-Sidik radhiallahu ‘anhu menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersandar di dadaku. Abdurrohman radhiallahu ‘anhu membawa siwak yang basah yang dia gunakan untuk bersiwak. Dan Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memandang siwak tersebut (dengan pandangan yang lama). Maka aku pun lalu mengambil siwak itu dan menggigitnya (untuk dibersihkan-pent) lalu aku membaguskannya kemudian aku berikan siwak tersebut kepada Rosulullah, maka beliaupun bersiwak dengannya. Dan tidaklah pernah aku melihat Rosulullah bersiwak yang lebih baik dari itu. Dan setelah Rosulullah selesai dari bersiwak dia pun mengangkat tangannya atau jarinya lalu berkata : &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;font size="4"&gt;فِي الرَّفِيْقِ الأَعْلَى&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;Beliau mengatakannya tiga kali. Kemudian beliau wafat.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;Dalam riwayat lain ‘Aisyah berkata :”Aku melihat Rosulullah memandang siwak tersebut, maka akupun tahu bahwa beliau menyukainya, lalu aku berkata : ‘Aku ambilkan siwak tersebut untuk engkau?” Maka Rosulullah mengisyaratkan dengan kepalanya (mengangguk-pent) yaitu tanda setuju.&lt;/em&gt; (Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;	Oleh karena itu berkata sebagian ulama : “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Telah sepakat para ulama bahwasanya bersiwak adalah sunnah muakkadah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; karena anjuran Rosulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; dan kesenantiasaan beliau melakukannya dan kecintaan beliau serta ajakan beliau kepada siwak tersebut.”&lt;sup&gt;&lt;a href="file:///D:/Islamic%20Articles/KEUTAMAAN%20SIWAK%20%C2%AB%20Aboe%20Zayd%20el-Posowy.htm#sdendnote5sym" title="sdendnote5anc" class="sdendnoteanc" name="sdendnote5anc"&gt;&lt;sup&gt;v&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Maroji’&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;Syarhul 	Mumti’ ‘ala Zadil Mustaqni’&lt;/em&gt; jilid 1, karya Syaikh Muhammad 	Utsaimin&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;Irwaul 	Golil &lt;/em&gt;jilid 1, karya Syaikh Al-Albani&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;Taisirul 	‘Alam&lt;/em&gt; jilid 1, Karya Syaikh Ali Bassam&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;Fiqhul 	Islami wa Adillatuhu&lt;/em&gt; jilid 1, karya Doktor Wahbah Az-Zuhaili&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;Taudihul 	Ahkam&lt;/em&gt; jilid 1, karya Syaikh Ali Bassam&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;(dikutip dari &lt;a href="http://salafiyunpad.wordpress.com"&gt;http://salafiyunpad.wordpress.com&lt;/a&gt;)&lt;br&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-7115701374545030240?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/7115701374545030240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=7115701374545030240' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/7115701374545030240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/7115701374545030240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/04/keutamaan-siwak.html' title='KEUTAMAAN SIWAK'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-3869570448654713613</id><published>2008-04-09T11:02:00.000+07:00</published><updated>2008-04-09T15:02:45.798+07:00</updated><title type='text'>VALKYRIE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diangkat dari kisah nyata...rencana berani untuk membunuh Hitler yang dilakukan oleh konspirasi rahasia Jendral-jenderal yang tidak suka dengan kebengisan rezim NAZI dibawah pimpinan Hitler.  Bahkan seorang &lt;a href="http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/03/kenapa-field-marshall-rommel-sangat.html"&gt;Erwin Rommel&lt;/a&gt; pun akhirnya terbukti ikut andil dalam rencana pembunuhan ini sehingga ia dipaksa bunuh diri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebuah film yang layak kita tunggu, semoga filmnya mirip dengan sejarahnya. Diperankan oleh Tom Cruise sebagai Clause von Staufenberg (seorang kolonel yang menaruh bom pada saat Hitler sedang rapat) --&gt; wajahnya memang hampir mirip dengan foto aslinya, ganteng dan gagah. Premiere bulan Februari 2009.&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;Kode Operasi itu adalah : &lt;a href="http://valkyrie.unitedartists.com/"&gt;VALKYRIE&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-3869570448654713613?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/3869570448654713613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=3869570448654713613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/3869570448654713613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/3869570448654713613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/04/valkyrie.html' title='VALKYRIE'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-4294941414889239781</id><published>2008-04-09T06:59:00.000+07:00</published><updated>2008-04-09T10:59:34.857+07:00</updated><title type='text'>Adobe Bergabung Dengan Open Source</title><content type='html'>Akhirnyaa.......lega deh..bisa donlot gratisan.... :D&lt;br&gt;Dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;actionscript&lt;/span&gt; versi 3-nya yang lebih powefull...Adobe AIR menjadi software pertama dari Adobe yang dibagi-bagikan secara gratis. Software yang dibuat untuk menjadi &lt;i&gt;runtime environment&lt;/i&gt; untuk membangun aplikasi web dengan menggunakan Adobe Flash, Adobe Flex, HTML dan Ajax. Dengan AIR ini aplikasi Flash, HTML, atau JavaScript dapat digunakan layaknya aplikasi &lt;i&gt;desktop&lt;/i&gt; biasa...&lt;a href="http://www.kapanlagi.com/h/0000220696.html"&gt;selengkapnya&lt;/a&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-4294941414889239781?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/4294941414889239781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=4294941414889239781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/4294941414889239781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/4294941414889239781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/04/adobe-bergabung-dengan-open-source.html' title='Adobe Bergabung Dengan Open Source'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-3587924135019988234</id><published>2008-04-07T17:51:00.020+07:00</published><updated>2008-04-07T19:45:38.941+07:00</updated><title type='text'>Software Qur'an yang cukup simpel tapi "very useful" :)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Dari sekian software Al-qur'an yang pernah saya instalasi, barangkali inilah software yang cukup simpel dan sesuai keinginan saya...tidak ruwet bin mbulet....very user friendly....tapi cukup lengkap....sehingga saya bisa enjoy m&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;nggun&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;ak&lt;/span&gt;annya. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_oRo-d247I/AAAAAAAAAB0/WsF8gz8PlUA/s1600-h/capture1.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_oRo-d247I/AAAAAAAAAB0/WsF8gz8PlUA/s400/capture1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186477316531217330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Gambar 1. Tampilan dari Software &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Quran Reciter for PC's v1.04&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dengan pilihan surat Al-Fatihah, qiro'ah oleh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Sudais Shuraim beserta terjemahannya dalam bhs. Indonesia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Cukup lengkap memang, karena disamping tulisan Al-qur'annya jelas (bisa kita perbesar / &lt;span style="font-style: italic;"&gt;zoom in&lt;/span&gt;), terjemahannya pun bisa kita pilih bahasa Indonesia. Satu fit&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;ur yang&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; paling menarik buat saya, software ini menyediakan 3 pilihan Qiro'ah yaitu : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sudais Shuraim&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;,  Abdul Basit, dan Mishary Rashed al Efasy....ruarrrr biasa.... :D.  Sayangnya pada saat instalasi, suara indah ketiga orang tersebut belum ada. Kita diharuskan tersambung ke Internet untuk &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;mendownload-nya. Tapi enaknya kita bisa memilih surat mana aja yang ingin di download jadi tidak h&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;arus langsung mendownload seluruh isi Al-qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_oS9Od248I/AAAAAAAAAB8/jAicGetqe3w/s1600-h/capture2.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_oS9Od248I/AAAAAAAAAB8/jAicGetqe3w/s400/capture2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186478763935196098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Gambar 2. Tampilan Download Manager&lt;br /&gt;dengan pilihan surat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Al-Zalzalah yang akan didownload)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Dengan tombol standard audio disertai slider, cukup memudahkan bagi kita untuk memainkan qiro'ah dan jika ingin mengulang sebagian surat yang terlewat, bi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;sa memanfaatkan slider yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_oTw-d249I/AAAAAAAAACE/LSCGFra9OOI/s1600-h/capture5.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_oTw-d249I/AAAAAAAAACE/LSCGFra9OOI/s400/capture5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186479652993426386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Gambar 3. Tombol standard &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pemutar audio beserta slidernya)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Selain itu, adanya menu Bookmark sa&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;ngat berguna dan memudahkan untuk menyimpan halaman terakhir dari surat yang kita baca sehingga misalnya besok ingin melanjutkan lagi cukup mengklik bookmark yang sudah kita simpan dan software akan langsung menuju ke ayat terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_oUVed24-I/AAAAAAAAACM/hRuDGgmoHw0/s1600-h/capture4.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_oUVed24-I/AAAAAAAAACM/hRuDGgmoHw0/s400/capture4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186480280058651618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Gambar 4. Menu Bookmark, dengan pilihan Surat Ali-Imran ayat 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Satu fitur menarik lainnya adalah tersedianya macam-macam do'a dalam Qur'an yang bisa kita pakai. Doa-doa ini sudah dikelompokkan sesuai kriteria, misal doa untuk kesabaran jika kita pilih folder nya maka akan tampil ayat-ayat doa tentang sabar&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; dan bisa langsung kita tuju ke surat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_oU1ed24_I/AAAAAAAAACU/sT05RgjnPAQ/s1600-h/capture3.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_oU1ed24_I/AAAAAAAAACU/sT05RgjnPAQ/s400/capture3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186480829814465522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Gambar 5. Doa-doa dalam Al-quran yang sudah dikelompokkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Anda tertarik ???!!, monggo.....silahkan &lt;a href="http://www.download.com/3001-2135_4-10785511.html?spi=7ab276017bd98ab8e0c8aa7d399f8ec9"&gt;Download disini. Semoga Bermanfaat.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;a href="http://www.download.com/3001-2135_4-10785511.html?spi=7ab276017bd98ab8e0c8aa7d399f8ec9"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-3587924135019988234?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/3587924135019988234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=3587924135019988234' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/3587924135019988234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/3587924135019988234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/04/software-quran-yang-cukup-simpel-tapi.html' title='Software Qur&apos;an yang cukup simpel tapi &quot;very useful&quot; :)'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_oRo-d247I/AAAAAAAAAB0/WsF8gz8PlUA/s72-c/capture1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-5061416700361448784</id><published>2008-04-04T16:02:00.019+07:00</published><updated>2008-04-04T17:31:56.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masjid'/><title type='text'>Apa yang kita ketahui tentang Masjidil Aqsa' ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Mungkin hal ini sering dibicarakan di email maupun blog, tapi tidak ada salahnya saya coba mengingatkan kembali bagi yang belum tahu....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah anda pernah memperhatikan bahwa setiap kali nama masjid Al-Aqsa disebut di media cetak maupun elektronik, mereka menampilkan foto masjid Al-Sakrah (Dome of the Rock / Kubah Emas) ?! &lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_X5zed240I/AAAAAAAAAA8/Ck3qflQcrVM/s1600-h/aqsa1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185325208733934402" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_X5zed240I/AAAAAAAAAA8/Ck3qflQcrVM/s320/aqsa1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_X6Zud241I/AAAAAAAAABE/Sx-7-tZqv7A/s1600-h/doom2b.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185325865863930706" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_X6Zud241I/AAAAAAAAABE/Sx-7-tZqv7A/s320/doom2b.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hati-hati, karena saya pun dulu pernah menganggap foto masjid ini adalah masjidil Aqsa' dan mungkin banyak saudara kita sesama muslim maupun non-muslim juga salah persepsi sama seperti saya. Dan parahnya lagi kebanyakan dari mereka memajang foto ini dirumah-rumah dan kantor di seluruh dunia Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.darulnuman.com/semasa/aqsa.html"&gt;Dr. Marwan Saeed Saleh Abu Al-Rub&lt;/a&gt; (Associate Professor, Mathematics Zayed University Dubai) pernah memperingatkan ini bahwasanya ini memang propaganda yahudi agar umat Islam keliru dan akhirnya tidak peduli lagi dengan berita tentangnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memang menyedihkan dan ironis sekali, disaat banyak demonstrasi mendukung perjuangan bangsa Palestina dan menolak penggalian terowongan oleh zionis Israel dibawah masjidil Aqsa, mereka sebenarnya tidak bisa membedakan mana masjidil Aqsa dan mana yang Dome of the Rock!. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata foto masjidil Aqsa' itu berkubah biru dan biasanya kelihatan kecil di samping foto dome of the rock, sangat mengecoh bukan ??!.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_X7VOd243I/AAAAAAAAABU/OnjFuGu7qQ0/s1600-h/doom3b.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185326888066147186" style="WIDTH: 353px; CURSOR: hand; HEIGHT: 201px" height="230" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_X7VOd243I/AAAAAAAAABU/OnjFuGu7qQ0/s320/doom3b.jpg" width="471" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_X7oOd244I/AAAAAAAAABc/JVFOXQvJmuY/s1600-h/doom1b.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185327214483661698" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_X7oOd244I/AAAAAAAAABc/JVFOXQvJmuY/s320/doom1b.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_X72-d245I/AAAAAAAAABk/ZrTZbdRJpKY/s1600-h/aqsa2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185327467886732178" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_X72-d245I/AAAAAAAAABk/ZrTZbdRJpKY/s320/aqsa2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selanjutnya bisa kita pertanyakan, apa yang terjadi jika yahudi berhasil merubuhkan masjidil Aqsa' ? (&lt;em&gt;Situs Al-Aqsa Online menyebutkan (15/2/2008), telah terjadi longsoran yang menimbulkan lubang sedalam dua meter dengan diameter 1,5 meter. Longsoran itu terjadi di dekat Pintu Gerbang Al-Selsea dan sumber air Qatibai, sisi barat masjid. Dalam pernyataannya, lembaga rekonstruksi tempat-tempat suci Islam Al-Aqsa Foundation menyatakan, longsoran itu disebabkan oleh penggalian yang dilakukan rejim Israel di bawah kompleks Masjid Al-Aqsa dan penggalian tersebut sudah mencapdai Pintu Gerbang Selsela. Selain kegiatan penggalian, pada Februari 2007, buldoser-buldoser Zionis menghancurkan jembatan kayu menuju Pintu Gerbang Al-Maghariba dan menghancurkan dua ruang di bawah tanah, komplek masjid al-Aqsa&lt;/em&gt;) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena kita sudah terbiasa dengan foto tersebut, maka otomatis tanggapan umat bisa beragam, mereka bisa saja berargumen masjid masih berdiri kokoh dan mungkin yang dihancurkan yahudi itu bukan masjid dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka Tugas kitalah yang harus menjelaskan kesalahan ini kepada putera-puteri kita sehingga mereka tidak sampai salah kaprah lagi seperti bapak-bapaknya dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hal ini begitu penting ??? &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ingatlah.......Masjidil Aqsa merupakan kiblat pertama bagi Umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka'bah dengan perintah Allah SWT. Kini ia berada di dalam kawasan jajahan Yahudi. Dalam keadaan yang demikian, pihak Yahudi telah mengambil kesempatan untuk mengelirukan Umat Islam dengan mengedarkan gambar Dome of The Rock sebagai Masjidil Aqsa. Tujuan mereka hanyalah satu, iaitu untuk meruntuhkan Masjidil Aqsa yang sebenarnya. Apabila Umat Islam sendiri sudah terkeliru dan sukar untuk membezakan Masjidil Aqsa yang sebenarnya. Maka semakin mudahlah tugas mereka untuk melaksanakan perancangan tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ingatlah......di Masjid inilah Rasulullah pernah sholat dua rakaat sebelum beliau di mi'rajkan menemui Allah SWT. untuk menerima perintah Sholat. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ingatlah....sholat dimasjid inilah pahalanya 500x dibandingkan sholat dimasjid lain.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;dan Ingatlah....hanya 3 masjid yang disunnahkan untuk dikunjungi yaitu Masjidil Haram di Mekkah, Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Aqsa di Palestina&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-5061416700361448784?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/5061416700361448784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=5061416700361448784' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/5061416700361448784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/5061416700361448784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/04/apa-yang-kita-ketahui-tentang-masjidil.html' title='Apa yang kita ketahui tentang Masjidil Aqsa&apos; ?'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R_X5zed240I/AAAAAAAAAA8/Ck3qflQcrVM/s72-c/aqsa1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-4685979541646630488</id><published>2008-03-19T13:26:00.024+07:00</published><updated>2008-03-23T02:03:45.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Misteri'/><title type='text'>Semakin Terungkapnya Misteri Dunia Tumbuhan (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R-QLuOd24zI/AAAAAAAAAA0/AdY1WGTI6OM/s1600-h/dracena.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 181px; height: 243px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R-QLuOd24zI/AAAAAAAAAA0/AdY1WGTI6OM/s320/dracena.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180278360168129330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Subhanallah (Maha Suci Allah) !!! itulah kata-kata yang spontan keluar sesaat setelah saya membaca buku karangan Peter Tompkins and Christopher Bird. Mereka dengan detil membeberkan penelitian para ilmuwan barat maupun timur yang mengungkap dunia tumbuhan yang ternyata dapat berinteraksi dengan sesama makhluk termasuk manusia. Temuan mereka semakin membuktikan kebenaran beberapa hadist Nabi yang menyebutkan bahwa tumbuhan dapat berbicara kepada manusia, diantaranya hadist yang kurang lebih berbunyi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tidak terjadi kiamat sebelum yahudi dikejar-kejar oleh kaum muslimin sampai pohon dan batu pun ikut memberitahu kaum muslimin kalo ada yahudi yang bersembunyi di belakangnya kecuali pohon Garqad karena pohon tersebut pohonnya Yahudi"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sih buku ini sudah lama terbit yaitu sekitar tahun 1974 dan sempat best seller dimasanya lalu dibuat filmnya pada tahun 1979 dengan &lt;a href="http://youtube.com/watch?v=hiZy-z5FWZ8&amp;amp;feature=related"&gt;soundtrack oleh Stevie Wonder&lt;/a&gt;, tapi barusan diterjemahin ke dalam bahasa Indonesia sekitar tahun 2004. Meskipun demikian penjelasan di buku tersebut masih relevan hingga sekarang karena setelah saya obrak-abrik di internet ternyata penelitian tentang hal ini masih saja terus berlangsung sehingga saya coba untuk membagi informasi bagi siapa saja yang belum pernah mendengar maupun pernah mendengar tetapi belum sempat membaca bukunya , semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pionir dalam masalah ini adalah seorang jenius asal benggala, India bernama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jagadish_Chandra_Bose"&gt;Sir Jagadish Chandra Bose&lt;/a&gt; . Sayangnya selama ia hidup, penemuannya secara sengaja diabaikan oleh kalangan ilmuwan barat karena mereka merasa tidaklah pantas seorang putra negeri jajahan (saat itu India dijajah oleh Inggris) lebih pintar dari orang Eropa. Baru pada tahun 1950-an kalangan ilmuwan Uni Sovyet terkagum-kagum dengan temuan orang india ini. Saking hormatnya, mereka menulis ulang paper-paper beliu menjadi dua buah buku jilid tebal (dengan judul  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Respons pada makhluk hidup dan benda mati&lt;/span&gt;) dan diadakan peringatan 100 tahun kelahirannya pada tahun 1958. Adapun salah satu yang diteliti oleh Bose adalah tentang bagaimana air dari tanah naik ke batang tanaman. Ia membuat penjelasan tentang hal ini disertai sebuah replika yang merupakan pembesaran 100 juta kali dari kejadian sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dekade 60-an, seorang ilmuwan asal Amerika yang menemukan poligraph (mesin pendeteksi kebohongan yang sekarang dipake secara luas oleh FBI maupun kepolisian) yaitu &lt;a href="http://www.primaryperception.com/bio/"&gt;Cleve Backster&lt;/a&gt; ikut terjun meneliti dunia tumbuhan. Dengan menggunakan poligraph yang ditempelkan di daun, ia melakukan beberapa percobaan dan memberi kesimpulan yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. Adanya kesadaran untuk mempertahankan diri dari ancaman luar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ingin menunjukkan hasil penelitiannya kepada seorang fisiolog asal Kanada tiba-tiba tanamannya tidak memberikan respons. Hal ini membuat bingung Backster, setelah ia cek tidak ada yang salah dengan poligraphnya ia bertanya kepada fisiolog apakah ada penelitiannya yang membahayakan tanaman. Sang fisiolog menjawab  ya  setelah  penelitian selesai biasanya  ia  membakar tanaman. Setengah jam setelah si fisiolog pulang, seluruh tanaman backster memberi respons seperti semula. Fenomena ini menunjukkan bahwa tanaman tau ada bahaya yang datang sehingga mereka mempertahankan diri dengan berpura-pura pingsan.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dapat mengambil sinyal dari media komunikasi yang tidak dapat dijelaskan (dimuat di harian Baltimore Sun yang kemudian diringkas dalam Reader's Digest)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dr. Aristide H. Esser seorang psikiatris professional (Direktur medis bagian riset Rumah Sakit Rockland State, Orangeburg, New York) bersama rekannya Douglas Dean (Ahli Kimia dari Newar College of Engineering) bereksperimen dengan seorang lelaki yang membawa bunga philodendron. Dengan menggunakan poligraph yang ditempelkan pada bunga tersebut, mereka menanyai pemiliknya dan beberapa pertanyaan ia perintahkan untuk memberikan jawaban yang salah. Tanaman tidak menemui kesulitan untuk menunjukkan (melalui Galvanometer) pertanyaan-pertanyaan mana yang salah jawabannya. Dr. Esser yang semula menertawakan apa yang diklaim Backster akhirnya mengakui "Tampaknya saya harus menjilat ludah saya sendiri."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tanaman punya ingatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Backster berusaha mengidentifikasi rahasia pembunuhan atas salah satu dari dua tanaman. Enam siswanya menjadi sukarelawan dalam eksperimen ini, yang beberapa dari mereka adalah veteran polisi. Dengan mata tertutup, mereka diminta mengambil lintingan kertas yang salah satu diantaranya berisi instruksi untuk mencabut, mempreteli dan menghancurkan salah satu tanaman. "Penjahat" itu melakukan kejahatannya dalam kerahasiaan, baik Backster maupun para siswa tidak ada yang mengetahui identitas si penjahat, hanya tanaman kedualah yang akan menjadi saksi.&lt;br /&gt;Dengan menghubungkan tanaman kedua yang masih hidup ini dengan sebuah poligraph dan membariskan satu persatu para siswa di depannya persis seperti seorang saksi pembunuhan yang disuruh melihat beberapa tersangka di kantor polisi. Cukup meyakinkan ketika tanaman tidak memberikan reaksi kepada 5 orang siswa namun memberikan reaksi yang luar biasa pada alat pengukur ketika pelaku mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;4. Ikatan khusus antara tanaman dengan pemeliharanya yang tidak dipengaruhi oleh jarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dengan menggunakan stopwatch yang disamakan, Backster bisa mencatat bahwa tanamannya terus bereaksi terhadap pikiran dan perhatiannya dari ruangan lain, dari bawah bangunan, dan dari beberapa bangunan lainnya bahkan dari jarak 50 mil atau pada ketinggian 700 mil ketika ia naik pesawat melintasi Amerika. Dari hasil ini, ia berangan-angan agar pesawat penjelajah Mars suatu saat nanti dapat membawa dan menempatkan tanaman beserta galvanometernya didekat atau pada permukaan planet. Lalu dengan telemeter akan dicek reaksi tanaman itu terhadap perubahan emosi sang pemiliknya yang berada di pusat kontrol di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;5. Adanya penginderaan primer pada tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Eksperimen yang dilakukan adalah membunuh beberapa udang dalam sebuah wadah dengan sebuah alat otomatis yang pada tempo acak akan menumpahkan isi wadah tersebut ke dalam air panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman-tanaman bereaksi kuat dan serentak terhadap kematian udang dalam air panas. Keseluruhan prosedur  eksperimen dan hasilnya, ditulis dan &lt;a href="http://youtube.com/watch?v=mGRluepFwdg"&gt;dipublikasikan&lt;/a&gt; dalam paper ilmiah yang diterbitkan pada musim dingin tahun 1968 dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The International Journal of Parapsychology&lt;/span&gt; volume X dengan judul "Bukti adanya penginderaan primer pada tanaman".&lt;br /&gt;Reaksi saat itu sangat heboh, lebih dari 7 ribu ilmuwan meminta cetak ulang dari laporan penelitian. Para mahasiswa dan ilmuwan dari sekitar empat puluh Universitas di Amerika menyatakan bahwa mereka berkeinginan untuk mengulang percobaan Backster segera setelah mereka mendapatkan peralatan yang dibutuhkan dalam eksperimen itu.&lt;br /&gt;Lembaga-lembaga dan yayasan tertarik membiayai eksperimen lanjutan.  Media massa yang awalnya tidak menggubris paper Backster tiba-tiba kalang kabut dan gempar pada kisah Backster itu ketika National Wildlife nekat memuatnya dalam bentuk feature pada Februari 1969. Hal ini menimbulkan daya tarik di seluruh dunia, para sekretaris dan ibu rumah tangga mulai berbicara dengan tanaman mereka.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Medical World News &lt;/span&gt;edisi 21 Maret 1969 berkomentar bahwa setidaknya penelitian ini mungkin "berada pada ambang untuk mendapatkan kehormatan ilmiah setelah apa yang telah dicari dengan sia-sia oleh para peneliti bidang fenomena fisik sejak tahun 1882 ketika British Society for Phisical Research didirikan di Cambrigde."&lt;br /&gt;William M. Bondurant, seorang eksekutif dari Mary Renold Babcock Foundation di Winston Salem, North Carolina bahkan memberikan 10.000 dollar kepada Backster untuk meneruskan penelitiannya. Ia berkomentar "Penelitian ini mengindikasikan kemungkinan adanya bentuk dasar komunikasi instan (seketika) antara semua makhluk hidup yang melebihi hukum-hukum fisik yang kita ketahui sekarang dan bahwa tampaknya ada tuntutan untuk menelisiknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-4685979541646630488?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/4685979541646630488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=4685979541646630488' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/4685979541646630488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/4685979541646630488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/03/semakin-terungkapnya-misteri-dunia.html' title='Semakin Terungkapnya Misteri Dunia Tumbuhan (1)'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R-QLuOd24zI/AAAAAAAAAA0/AdY1WGTI6OM/s72-c/dracena.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7027006243254063604.post-4130063970797999111</id><published>2008-03-18T10:33:00.001+07:00</published><updated>2008-03-19T13:33:41.368+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NAZI'/><title type='text'>Kenapa Field Marshall Rommel sangat dihormati oleh anak buahnya ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mungkin bagi pencinta sejarah khususnya sejarah Perang Dunia II sudah cukup mengenal siapa itu Rommel si Rubah Gurun (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Desert Fox&lt;/span&gt;) yang diangkat Hitler menjadi Field Marshall dan akhirnya bernasib tragis dipaksa bunuh diri karena dituduh terlibat dalam rencana untuk menggulingkan Hitler.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R99L-e-iRUI/AAAAAAAAAAo/pVG_TPn1jw4/s1600-h/Rommel_in_Africa1941.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R99L-e-iRUI/AAAAAAAAAAo/pVG_TPn1jw4/s320/Rommel_in_Africa1941.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178941633338688834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya melegenda, dihormati kawan disegani lawan. Dari sekian puluh Jenderal selama Perang Dunia II, hanya dialah yang mampu menghipnotis anak buahnya, melecut semangat mereka sehingga meraih kemenangan demi kemenangan disetiap front.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian puluh buku dan tulisan mengenai perannya di medan laga, mungkin dapat saya simpulkan mengapa ia sangat dihormati oleh bawahannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rommel merupakan satu-satunya Field Marshall Jerman yang langsung turun ke lapangan memantau jalannya pertempuran. Disaat para Jenderal lain hanya mengatur strategi dan "menyaksikan" pertempuran &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; lewat peta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;di markas besar yang sangat jauh dari medan laga,  ia  selalu memimpin dan mengatur strategi dan berada di garis depan sehingga ikut merasakan suka duka prajuritnya, melihat langsung keadaan front dan seringkali berpidato untuk memberi suntikan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ia merupakan salah satu petinggi milliter yang bukan dari partai NAZI melainkan murni berangkat dari karir militer di Angkatan Darat Jerman. Sayang kehebatan strategi tempurnya dan kemenangan gemilangnya yang bersih sering diikuti dan dikotori oleh kejahatan kemanusiaan oleh petinggi NAZI yang buas dan brutal. Protes kerasnya atas tindakan brutal ini ke markas besar  tidak pernah direspon. Lama kelamaan ia menyadari bahayanya jika NAZI dibawah pimpinan Hitler dibiarkan berkuasa terus dan pada akhirnya ia bergabung dengan kelompok anti Hitler untuk melakukan kudeta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ia merupakan gentleman sejati. Bahkan musuhnya sekalipun, perdana menteri Inggris saat itu, Winston Churcill pernah memujinya saat berpidato di parlemen Inggris. Churcill mengatakan bahwa cara berperang Rommel sangat "Fair Play" dan bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menurut anda ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7027006243254063604-4130063970797999111?l=syaddad-bahalwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/feeds/4130063970797999111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7027006243254063604&amp;postID=4130063970797999111' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/4130063970797999111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7027006243254063604/posts/default/4130063970797999111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaddad-bahalwan.blogspot.com/2008/03/kenapa-field-marshall-rommel-sangat.html' title='Kenapa Field Marshall Rommel sangat dihormati oleh anak buahnya ?'/><author><name>Syaddad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KuRl79LYVo4/R99L-e-iRUI/AAAAAAAAAAo/pVG_TPn1jw4/s72-c/Rommel_in_Africa1941.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry></feed>
